IGI Minta Kemendikbud Ingatkan Guru Tidak Beri Banyak Tugas

Kompas.com - 19/10/2020, 21:18 WIB
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menyampaikan tanggapan tentang rekomendasi Panitia Kerja (Panja) Pembelajaran Jarak Jauh dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (27/8/2020). Rapat kerja tersebut  membahas tentang laporan keuangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun Anggaran 2019, proses hibah hak paten merdeka belajar serta kebijakan sekolah yang berada dalam zona hijau COVID-19. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/nz ANTARA FOTO/PUSPA PERWITASARIMenteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menyampaikan tanggapan tentang rekomendasi Panitia Kerja (Panja) Pembelajaran Jarak Jauh dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (27/8/2020). Rapat kerja tersebut membahas tentang laporan keuangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun Anggaran 2019, proses hibah hak paten merdeka belajar serta kebijakan sekolah yang berada dalam zona hijau COVID-19. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/nz

KOMPAS.com - Seorang siswi SMA berinisial MI (16), di Kecamatan Manuju, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, ditemukan tewas terbujur kaku di bawah tempat tidurnya pada Sabtu, 17 Oktober 2020.

Korban tewas diduga karena bunuh diri dengan cara minum racun rumput. Alasannya, karena depresi dengan banyaknya tugas sekolah yang dilakukan secara daring.

Kejadian itu mendapat sorotan dari berbagai kalangan, salah satunya dari Ikatan Guru Indonesia.

Baca juga: Belajar dari Keterpaksaan, Kini Guru Telah Terbiasa Pembelajaran Online

Ketua Umum Ikatan Guru Indonesia, Muhammad Ramli menyampaikan, kejadian bunuh diri siswa di Gowa seharusnya bisa menjadi alarm yang keras bagi pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), agar bisa mengingatkan kepada guru-guru tidak memberikan tugas yang banyak pada saat pembelajaran jarak jauh ( PJJ) atau online.

Karena, dengan banyaknya beban tugas bisa memberikan dampak depresi kepada para siswa.

"Stres dialami siswa akibat PJJ tidak memiliki standar khusus dan cenderung memberatkan siswa dari tugas yang diberikan guru. Dengan mudahnya guru memberikan tugas kepada siswa. Ini jadi alarm bagi pemerintah untuk mengingatkan guru," ungkap Muhammad Ramli dalam keterangan resminya, Senin (19/10/2020).

Dia menekankan, standar penugasan oleh guru juga tidak diatur, baik oleh Kemendikbud, dinas pendidikan provinsi maupun dinas pendidikan Kabupaten Kota.

Bisa dibayangkan jika setiap guru memberikan satu saja tugas setiap minggu maka setiap siswa akan mendapatkan 14-16 tugas yang harus dituntaskan, sebelum mata pelajaran dilanjutkan minggu depannya.

Memang guru, kata dia, sangat mudah memberikan tugas, apalagi mereka saat ini didukung dengan Learning Management System (LMS), jadi tak perlu tampil di depan kelas lagi dan cukup memberikan tugas lewat LMS yang ada.

Namun, mereka tidak memperhitungkan secara komprehensif beban tugas yang diberikan ke siswa tersebut.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

9 PTN Raih Penghargaan Anugerah Keterbukaan Informasi Publik 2020

9 PTN Raih Penghargaan Anugerah Keterbukaan Informasi Publik 2020

Edukasi
Hari Guru Nasional, Mendikbud: Terima Kasih Telah Menjadi Pelukis Masa Depan Indonesia

Hari Guru Nasional, Mendikbud: Terima Kasih Telah Menjadi Pelukis Masa Depan Indonesia

Edukasi
Apresiasi Guru, Tanoto Gelar 'Facilitator Gathering' Tingkatkan Kualitas Pembelajaran

Apresiasi Guru, Tanoto Gelar "Facilitator Gathering" Tingkatkan Kualitas Pembelajaran

Edu
Masih Sedikit, Pemda Diminta Ajukan Formasi Rekrutmen Guru Honorer PPPK

Masih Sedikit, Pemda Diminta Ajukan Formasi Rekrutmen Guru Honorer PPPK

Edu
500.000 Siswa Madrasah Akan Nikmati Belajar Digital Tahun 2021

500.000 Siswa Madrasah Akan Nikmati Belajar Digital Tahun 2021

Edu
Lustrum XII Ikatan Alumni, ITS Gelar Kompetisi Start Up hingga Turnamen Golf

Lustrum XII Ikatan Alumni, ITS Gelar Kompetisi Start Up hingga Turnamen Golf

Edukasi
Hari Guru Nasional 2020, Mendikbud: Profesi Guru Mulia dan Terhormat

Hari Guru Nasional 2020, Mendikbud: Profesi Guru Mulia dan Terhormat

Edu
Fakultas Teknik UI Buat Perangkat Lunak Prediksi Kerusakan Pipa Gas

Fakultas Teknik UI Buat Perangkat Lunak Prediksi Kerusakan Pipa Gas

Edukasi
Mendikbud Jelaskan 9 Program Pendidikan Masa Pandemi di Hari Guru Nasional

Mendikbud Jelaskan 9 Program Pendidikan Masa Pandemi di Hari Guru Nasional

Edu
Hari Guru Nadional 2020, Mendikbud: Rekrutmen Guru Honorer Jadi Bentuk Apresiasi

Hari Guru Nadional 2020, Mendikbud: Rekrutmen Guru Honorer Jadi Bentuk Apresiasi

Edu
Hari Guru Nasional, Nadiem Ajak Guru Jadi Teladan Semangat Pantang Menyerah

Hari Guru Nasional, Nadiem Ajak Guru Jadi Teladan Semangat Pantang Menyerah

Edu
Hari Guru Nasional, Kemendikbud: Peran Guru dalam Sejarah Bangsa Sungguh Besar

Hari Guru Nasional, Kemendikbud: Peran Guru dalam Sejarah Bangsa Sungguh Besar

Edu
Panduan Orangtua SD Dampingi Belajar dari Rumah di TVRI, 25 November 2020

Panduan Orangtua SD Dampingi Belajar dari Rumah di TVRI, 25 November 2020

Edukasi
Jadwal TVRI Belajar dari Rumah Hari Ini, Rabu 25 November 2020

Jadwal TVRI Belajar dari Rumah Hari Ini, Rabu 25 November 2020

Edu
Jadwal TVRI Belajar dari Rumah, Rabu 25 November 2020

Jadwal TVRI Belajar dari Rumah, Rabu 25 November 2020

Edu
komentar
Close Ads X