Kompas.com - 06/10/2020, 19:24 WIB
Wamenag Zainut Tauhid Sa?adi saat melakukan rapat terbatas terkait mitigasi pencegahan penyebaran Covid-19 di satuan pendidikan islam. DOK. KemenagWamenag Zainut Tauhid Sa?adi saat melakukan rapat terbatas terkait mitigasi pencegahan penyebaran Covid-19 di satuan pendidikan islam.

KOMPAS.com - Kementerian Agama (Kemenag) memastikan satuan pendidikan Islam tetap akan memberlakukan sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ). Selain itu, gugus tugas pencegahan satuan pendidikan juga akan diperkuat, termasuk di pesantren.

"Dalam maqasidus syariah, menjaga hak hidup lebih utama. Menghindari kerusakan, lebih utama dari menjaga kebaikan. Karenanya PJJ lebih diutamakan. Lembaga pendidikan jangan memaksakan belajar tatap muka, sekarang penting terapkan protokol kesehatan," ujar Wakil Menteri Agama, Zainut Tauhid Sa’adi dalam siaran persnya, Selasa (6/10/2020).

Baca juga: Kemenag: Ponpes Sulit Belajar Online Terkendala Listrik dan Internet

Menurut dia, pihaknya akan melakukan penguatan peran gugus tugas pencegahan Covid-19 di setiap satuan pendidikan Islam, terutama pesantren. Menurutnya, kesehatan stakeholder pendidikan Islam, termasuk para pengasuh, ustadz, dan santri pesantren perlu dijaga.

"Kemenag perkuat tim gugus tugas sebagai upaya mitigasi dan preventif dalam mencegah penyebaran virus di lingkungan pondok pesantren, madrasah dan kampus," jelas dia.

Perkembangan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Indonesia masih belum melandai. Sampai hari ini tercatat ada 3.500 kasus yang terkonfirmasi, meski angka sembuh terus naik.

Hal senada disampaikan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Muhammad Ali Ramdhani. Dia memastikan bahwa kegiatan belajar mengajar di madrasah akan tetap berpedoman pada pelaksanaan kurikulum darurat dengan mengutamakan PJJ.

Bagi madrasah yang tidak terjangkau, bilang dia, dapat menggunakan pola pembelajaran Drive Thru Learn dan Guru Kunjung. Khusus untuk e-learning madrasah swasta saat ini, hanya menggunakan sistem yang telah dibangun oleh Kemenag dan Kominfo.

"Untuk mendukung proses PJJ, agar dimaksimalkan infrastruktur yang ada guna mendukung proses belajar," jelas Dhani.

Pesantren harus bisa adaptasi PJJ

Dia berharap, PJJ di madrasah juga bisa diadaptasi di lingkungan pesantren. Akhirnya, guru dapat memainkan peran strategis sebagai katalisator dan fungsi kemasyarakatannya sebagai pendidik.

"Guru dapat menjalankan fungsi kemasyarakatannya sebagai bagian dari peran pendidik di masa pandemi seperti ini. Karena ini merupakan ikhtiar lahiriah kita yang harus berbanding lurus dengan peningkatan spiritualitas yang kita lakukan," tutur Dhani.

Zainut menambahkan, dirinya memberikan apresiasi kepada Kementerian Kesehatan, khususnya tenaga medis yang telah bergerak cepat melawan dan melakukan mitigasi penyebaran Covid 19.

Baca juga: Wamenag: Santri Banyak Berkontribusi untuk Kemajuan Indonesia

"Kementerian kesehatan yang telah bergerak cepat dan seluruh tenaga medis yang sudah secara totalitas melakukan upaya melawan penyebaran Covid-19," tukas Wamenag.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X