Seperti Ini Mendikbud Nadiem Memaknai Hari Kesaktian Pancasila

Kompas.com - 01/10/2020, 10:09 WIB
Menteri Kependidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim memberikan pidato dalam rangka memeringati Hari Kesaktian Pancasila lewat siaran langsung TVRI dan kanal YouTube Kemendikbud RI pada Rabu (30/9/2020). DOK. KEMENDIKBUD RIMenteri Kependidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim memberikan pidato dalam rangka memeringati Hari Kesaktian Pancasila lewat siaran langsung TVRI dan kanal YouTube Kemendikbud RI pada Rabu (30/9/2020).

KOMPAS.com - Hari ini, Kamis (1/10/2020), Bangsa Indonesia tengah memperingati Hari Kesaktian Pancasila.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, Hari Kesaktian Pancasila di tahun 2020 berlangsung di tengah pandemi, di tengah krisis yang tengah melanda negeri.

Meski begitu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengatakan lilin-lilin Pancasila justru menjadi penerang di tengah pandemi.

"Di masa pandemi seperti sekarang, mungkin terasa sulit membayangkan sisi positif dari bencana yang melanda. Karena pandemi ini, kita secara bersamaan mengalami krisis kesehatan, krisis ekonomi dan krisis pembelajaran," papar Nadiem dalam Pidato Mendikbud Hari Kesaktian Pancasila tahun 2020, Rabu (30/9/2020).

Baca juga: Mahasiswa S1-S3, Ini Cara Daftar Beasiswa Unggulan dari Kemendikbud

Tetapi, lanjut dia, di saat sulit seperti ini, sila-sila Pancasila justru terlihat jelas mendarah daging di masyarakat.

"Ada begitu banyak pahlawan Pancasila yang menyalakan lilin-lilin kemanusiaan di lingkungannya masing-masing," imbuh dia.

Guru dan orangtua pun menjadi Pahlawan Pancasila

Lilin Pancasila, lanjut Nadiem, terlihat menyala dalam pengorbanan tenaga medis yang mempertaruhkan nyawanya untuk menyelamatkan pasien Covid-19.

Lilin tersebut juga menyala dalam diri mahasiswa yang di tengah tantangan pembelajaran daring masih menyalonkan diri sebagai sukarelawan dalam penanganan Covid-19.

Baca juga: Seperti Ini Cara dan Syarat Dapatkan Kartu Indonesia Pintar

"Kita melihat lilin Pancasila dinyalakan oleh guru-guru yang mendatangi rumah pelajar di daerah-daerah terpencil agar mereka masih bisa belajar," ucap Nadiem.

Lilin Pancasila, lanjutnya, menyala saat orangtua yang setelah seharian mencari nafkah masih sempat membaca dan bermain dengan anaknya yang kesepian di rumah.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X