Siswa, Yuk Mengenal Situs Manusia Purba Sangiran

Kompas.com - 14/09/2020, 15:37 WIB
Kasi Pemanfaatan Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Museum Manusia Purba Sangiran Iwan Setiawan Bimas menunjukkan perkembangan manusia purba pada masa lampau di Museum Manusia Purba Sangiran, Sragen, Jawa Tengah, Senin (8/10/2018). KOMPAS.com/LABIB ZAMANIKasi Pemanfaatan Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Museum Manusia Purba Sangiran Iwan Setiawan Bimas menunjukkan perkembangan manusia purba pada masa lampau di Museum Manusia Purba Sangiran, Sragen, Jawa Tengah, Senin (8/10/2018).
|

KOMPAS.com - Di Indonesia, ada situs manusia purba yakni Situs Sangiran. Lokasinya di Jawa Tengah yakni ada di Kabupaten Sragen dan Kabupaten Karanganyar

Melansir laman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ( Kemendikbud), situs ini dikelola oleh Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran, salah satu unit pelaksana teknis (UPT) Kemendikbud.

Tak hanya dikenal di Indonesia saja, Situs Sangiran juga sudah dikenal di dunia internasional. Sebab, dari situs ini mampu menyumbangkan pengetahuan penting mengenai:

  • bukti-bukti evolusi (perubahan fisik) manusia
  • evolusi fauna
  • kebudayaan
  • lingkungan yang terjadi sejak dua juta tahun yang lalu

Baca juga: Berikut Lini Masa Sejarah Pendidikan di Indonesia

Karena nilai-nilainya, Situs Sangiran telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Dunia oleh UNESCO. UNESCO menetapkan Situs Sangiran sebagai Warisan Budaya Dunia Nomor 593 pada tahun 1996 dengan nama "The Sangiran Early Man Site".

Bagi siswa sekolah, tentu harus mengenal Situs Sangiran. Sebab, situs ini sudah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Dunia oleh UNESCO.

Sejarah situs sangiran

Dulunya, Situs Sangiran dikenal sejak seorang peneliti Belanda bernama Von Koenigswald melakukan penelitian pada tahun 1934.

Pada waktu itu Von Koenigswald menemukan alat-alat batu hasil budaya manusia purba dalam penelitiannya di Situs Sangiran.

Selanjutnya pada 1936 ditemukanlah fosil manusia purba pertama di Situs Sangiran. Setelah itu, tahun demi tahun penelitian semakin banyak dilakukan di Sangiran yang menghasilkan berbagai temuan, baik berupa fosil manusia, fosil hewan, alat tulang, dan alat batu.

Selain terdapat fosil manusia purba, di Sangiran juga terdapat alat-alat batu hasil budaya manusia purba serta lapisan tanah purba.

Tentu hal ini dapat menunjukkan perubahan lingkungan alam sejak dua juta tahun lalu sampai sekarang tanpa terputus.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X