Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kemendikbud Luncurkan Logo "Kampus Merdeka Indonesia Jaya"

Kompas.com - 14/09/2020, 12:44 WIB
Ayunda Pininta Kasih

Penulis

KOMPAS.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) merilis logo Kampus Merdeka secara daring, Senin (14/9/2020).

Kebijakan Kampus Merdeka yang dikeluarkan Menteri Pendidikan Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim pada awal tahun 2020 diharapkan dapat mempercepat inovasi di bidang pendidikan tinggi.

Salah satu pokok kebijakan Kampus Merdeka ialah adanya kemerdekaan bagi mahasiswa untuk mengambil mata kuliah di luar prodi dan melakukan perubahan definisi Satuan Kredit Semester (SKS).

Baca juga: 7 Program Prioritas Pendidikan Mendikbud Nadiem di Tahun 2021

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Nizam mengatakan, Kampus Merdeka diharapkan dapat membuka sekat-sekat bidang keilmuan dan membangun kerja sama lebih luas dengan beragam departemen.

"Masa pandemi, di mana masa depan yang penuh ketidakpastian, kita harus mampu menjebol tembok-tembok keilmuan, program studi, karena masalah semakin kompleks membutuhkan kolaborasi interaksi antar prodi, interaksi antar perguruan tinggi, dan interaksi antara kampus dengan dunia nyata," papar Nizam dalam siaran Youtube Ditjen Dikti, Senin (14/9/2020).

Bila sebelumnya untuk menyeberangi satu departemen ke departemen lain sulit karena tembok yang tinggi, kata Nizam, semangat Kampus Merdeka diharapkan menjadi cara menembus tembok-tembok keilmuan.

Sebagai salah satu implementasi Kampus Merdeka, Nizam menyampaikan bahwa Ditjen Dikti telah berdiskusi dengan banyak diaspora dari berbagai negara, termasuk meluncurkan konsorsium 5 PTN, untuk pertukaran mahasiswa.

Baca juga: Mendikbud Nadiem: Mohon Kembali ke Tanah Air, Negara Membutuhkan Anda

"Juga berdiskusi dengan bapak Dubes UK membahas untuk kerja sama mengimplementasikan kampus merdeka yang kini menjadi trending topic dunia," paparnya.

Nizam pun mengapresiasi para rektor perguruan tinggi yang telah menyambut semangat kampus merdeka dengan berbagai macam program hingga kurikulum.

Kampus Merdeka, semangat merancang hari esok

Nizam mengatakan, dunia hari ini sangat berbeda dari dunia enam bulan lalu sebelum ada pandemi.

Sehingga, lanjut dia, mahasiswa perlu dibakali kompetensi untuk bisa sukses di dunia dengan perubahan yang begitu cepat.

"Dalam kondisi semacam itu, kompetensi apa yang harus kita siapkan untuk adik-adik mahasiswa? Kita merdekakan mereka, kita merdekakan kampus, untuk membuka ruang-ruang belajar itu seluas mungkin," paparnya.

Baca juga: Calon Mahasiswa, Ini 6 Soft Skill yang Wajib Dikuasai Saat Kuliah

Cara terbaik untuk menyiapkan kompetensi apa yang dibutuhkan mahasiswa di hari esok, lanjutnya, adalah dengan bersama-sama menciptakan hari esok.

"Bagaimana menciptakan hari esok? Dengan cara membuka kampus dengan dunia kerja, dengan dunia nyata kita kawinkan. Bersama-sama kita menciptakan hari esok, meng-create jobs masa depan, meng-create industri di masa depan, meng-create society di masa depan," kata dia.

Sinergi perguruan tinggi, dunia industri, pemerintah, masyarakat, dan media dinilai Nizam harus bersama-sama membangun hari esok.

Menurutnya, ini sejalan dengan semangat Ki Hadjar Dewantara bahwa tujuan pendidikan tidak hanya memberi ilmu pada mahasiswa, namun memerdekakan mereka, menyiapkan mereka menjadi insan merdeka yang berbudaya.

Baca juga: Beasiswa Penuh S1 Oxford-Cambridge University dari Jardine Foundation

Sehingga, lanjut dia, kampus bisa mengisi kebutuhan dunia nyata, menjadi mata air bagi pengembangan industri, mata air bagi pembangunan lapangan kerja, mata air bagi pembangunan masyarakat, mata air bagi pembangunan sosial, dan mata air bagi bangsa dan negara.

Logo Kampus Merdeka bisa diunduh melalui link http://bit.ly/logokampusmerdeka 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com