Kompas.com - 11/09/2020, 18:34 WIB
Ilustrasi bank ShutterstockIlustrasi bank

KOMPAS.com - Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) bersama Telkom University melakukan kolaborasi dalam mengembangkan sebuah sistem yang mampu menjalankan proses rekonsiliasi transaksi pihak ketiga di dunia perbankan.

Sistem karya mahasiswa ini rencananya akan digunakan oleh satu bank ternama di Indonesia.

Pengembangan ini dijalankan oleh tim Blue Navy, terdiri dari Adi Januardi (Lulusan Teknik Elektro FTUI 2012), Hamdi Hidayat (Mahasiswa Teknik Elektro FTUI 2017), dan Norma Irkham Maulana (Mahasiswa Teknik Elektro Telkom University 2016).

Sistem yang dikembangkan ini telah meraih juara dua dalam ajang kompetisi ICStar Hackathon 2020, pada babak final 2 September 2020 lalu.

Baca juga: THE World University Rankings 2021: UI Kampus Terbaik di Indonesia

ICStar Hackathon 2020 merupakan ajang lomba yang menjembatani perguruan tinggi dan industri dalam penyediaan teknologi terbaru di bidang Robotic Process Automation (RPA) sebagai fokus kompetisi yang diikuti 300 peserta se-Indonesia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ajang ICStar Hackathon 2020 diselenggarakan oleh IDStar Indonesia bekerjasama dengan Bank BCA, Bank Mega, Adira Finance, UIPath, One Indonesia, dan Drife Indonesia.

Hamdi mengatakan, sistem yang dikembangkan ini merupakan sistem berbasis RPA. Pengembangan sistem ini dilatarbelakangi permintaan pasar terhadap peningkatan kecepatan servis jasa dan kualitas produk yang terus bertambah di era Industri 4.0.

"Hal ini mendorong banyak perusahaan di seluruh dunia untuk bertransformasi secara digital dengan melakukan proses otomatisasi. Sistem RPA sendiri masih belum banyak dikenal maupun digunakan di Indonesia," kata Hamdi dalam keterangannya, seperti melansir di website UI, Jumat (11/9/2020).

Sistem lebih ringkas dan mengurangi kesalahan

Hamdi mengaku, proses rekonsiliasi transaksi pihak ketiga pada dasarnya dilakukan untuk membukukan data transaksi yang menggunakan kartu debit maupun kredit dari sebuah bank yang memakai layanan tambahan dari pihak ketiga.

"Pembukuan ini difungsikan untuk memberi tahu apabila ada kesalahan pencatatan hasil transaksi dari pihak ketiga maupun bank tersebut. Sistem otomatisasi ini mampu menekan proses menjadi lebih ringkas dan menekan tingkat error atau kesalahan," kata Hamdi.

Sementara Adi menyatakan, sebelum dilakukan otomatisasi, proses ini biasanya dapat memakan waktu rata-rata dua jam setiap hari dan masih ada probabilitas kesalahan penginputan data yang mencapai 40 persen, sebelum laporan rekonsiliasi di review.

"Setelah diautomasi, tim kami dapat membuat proses tersebut cukup dijalankan oleh robot dalam waktu rata-rata 1-4 menit dengan error rate mencapai 0% persen," sebut Adi.

Norman menambahkan, proses otomatisasi bisa menekan durasi, tingkat error, dan sumber daya manusia (SDM) dari sistem manual sebelumnya.

Baca juga: Kampus Swasta Ini Masuk Daftar Perguruan Tinggi Terbaik Dunia Versi THE

"Sistem RPA dan Artificial Intelligence (AI) memungkinkan proses automasi untuk dilakukan pada seluruh lini industri dengan baik oleh sebuah program ataupun robot," tukas Norma.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.