Kompas.com - 11/09/2020, 18:31 WIB
Lalu untuk food estate tanaman singkong, Kemenhan akan mengerjakan area seluas 30.000 hektar pada 2020-2021. Dok. Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPRLalu untuk food estate tanaman singkong, Kemenhan akan mengerjakan area seluas 30.000 hektar pada 2020-2021.


KOMPAS.com - Institut Pertanian Bogor (IPB) University diminta mengembangkan dan meningkatkan produktivitas pertanian singkong dan sagu. Permintaan itu disampaikan Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Sakti Wahyu Trenggono saat mengunjungi IPB (10/9/2020).

Wahyu mengatakan ada lahan dengan luas kurang lebih 32 ribu hektar yang bisa digarap IPB untuk mengembangkan produktivitas pertanian singkong dan sagu.

Baca juga: IPB-Kemnaker Tingkatkan Kualitas Petani lewat Tenaga Ahli

"Makanya saya memberikan challenge kepada IPB University untuk membantu mengelolanya terutama untuk produksi singkong," kata Wahyu dalam keterangannya, melansir laman IPB, Jumat (11/9/2020).

Wamenhan mengaku, salah satu permasalahan utama komoditas singkong adalah ketersediaan dan kualitas bahan baku. Ketika bahan baku tersedia secara terus menerus, maka kebutuhan terhadap singkong sebagai bahan baku tapioka dan mocaf akan terpenuhi di skala industri.

"Untuk itu, kami meminta IPB University untuk meningkatkan produktivitas singkong dengan treatment teknologi yang presisi," jelas dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tak hanya singkong, dia juga meminta IPB bisa mengembangkan komoditas sagu. Karena, 50 persen sagu secara global ada di Indonesia. Namun, komoditas sagu di negeri ini belum menjadi komoditas unggulan.

Alumni IPB kembangkan komoditas singkong dan sagu

Terkait permintaan Wamenhan, Rektor IPB University, Arif Satria menyambut positif keinginan tersebut. Arif menyatakan siap dalam mengembangkan komoditas singkong dan sagu.

Bukan hanya dari aspek inovasi dan teknologi, lanjut Arif, IPB juga akan membantu dari sisi sumber daya manusia (SDM).

"Nanti kami akan mengerahkan alumni-alumni IPB University untuk ikut bersama-sama membantu mengembangkan komoditas singkong dan sagu ini," terang Arif.

Dari faktor inovasi, IPB telah berhasil mengembangkan varietas singkong, dengan produktivitas tiap poho mencapai 8 sampai 9 kilogram (kg).

Tak hanya inovasi budidaya singkong, perguruan tinggi di tanah Bogor, Jawa Barat ini juga sudah menghasilkan inovasi produk turunan singkong yang siap dikonsumsi oleh masyarakat.

Baca juga: Rektor IPB: Ini Bisnis Paling Menjanjikan di Masa Depan

"Inovasi turunan itu antara lain kue pastry, yang sepenuh bahannya itu terbuat dari tepung singkong," tukasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.