Kompas.com - 11/09/2020, 18:29 WIB
Presiden Joko Widodo mengenakan baju adat dari Pulau Sabu Nusa Tenggara Timur saat memberikan pidato dalam rangka penyampaian laporan kinerja lembaga-lembaga negara dan pidato dalam rangka HUT ke-75 Kemerdekaan RI pada acara sidang Tahunan MPR dan Sidang bersama DPR-DPD di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (14/8/2020). ISTANA PRESIDEN/AGUS SUPARTOPresiden Joko Widodo mengenakan baju adat dari Pulau Sabu Nusa Tenggara Timur saat memberikan pidato dalam rangka penyampaian laporan kinerja lembaga-lembaga negara dan pidato dalam rangka HUT ke-75 Kemerdekaan RI pada acara sidang Tahunan MPR dan Sidang bersama DPR-DPD di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (14/8/2020).

KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengucapkan selamat atas dies natalis Universitas Padjajaran (Unpad) ke-63.

Selama masa itu, Unpad sudah banyak memberikan kontribusi besar dalam perjalanan Indonesia, khususnya melahirkan banyak tokoh hebat dalam berkontribusi kemajuan bangsa.

"Prof. Iwa Koesoemasoemantri (Rektor pertama Unpad) tokoh perjuangan kemerdekaan Indonesia yang beberapa kali dipercaya menjadi anggota kabinet di era Presiden Soekarno, Prof. Mochtar Kusumaatmadja diplomat hebat, dan masih banyak ratusan alumni hebat lainnya dengan nama besar di tingkat nasional dan internasional dari Unpad," ucap Jokowi secara virtual, seperti melansir laman Unpad, Jumat (11/9/2020).

Baca juga: Webinar Unpad: Generasi Muda Didorong Kembangkan Pertanian

Kehebatan semua senior perguruan tinggi di tanah Bandung tersebut, kata Jokowi, harus memberikan inspirasi dalam menghadapi masa depan.

Keluarga besar Unpad siapkan diri demi persaingan

Maka dari itu, Jokowi meminta seluruh keluarga besar Unpad, baik rektor, mahasiswa, dosen, maupun alumni, agar bisa mempersiapkan diri dengan baik, meluaskan pandangan, dan beradaptasi dengan cepat, sehingga bisa menjadi bagian dan unggul dalam persaingan.

Pria yang lahir di tanah Surakarta ini menyebutkan, kesiapan diri itu dibutuhkan di tengah pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia. Setidaknya ada 215 negara yang menghadapi masa sulit ekonomi dan permasalahan kesehatan akibat Covid-19.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Permasalahan extraordinary harus dihadapi dengan strategi extraordinary," jelas dia.

Jokowi menekankan, standar normalitas sudah berubah, tak hanya normalitas kesehatan saja, tapi cara dan budaya kerja juga mengalami perubahan. Maka dari itu, perguruan tinggi harus dituntut menerapkan standar normalitas baru.

Standar normalitas baru itu harus dirumuskan dalam banyak kebijakan di perguruan tinggi. Di bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat juga harus merumuskan berbagai standar normalitas baru.

"Kita tidak boleh terjebak dalam rutinitas, kita harus punya waktu, energi, dan keberanian untuk melakukan perubahan. Kita harus terus menerus kembangkan inovasi, ilmu pengetahuan, dan teknologi," ucap suami dari Iriana ini.

Jokowi menambahkan, dengan nama besar, kemampuan, dan jaringan kuat yang dimiliki, maka Unpad mempunyai potensi besar untuk menjalankan banyak inovasi riset pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) dan berinovasi di pendidikan dalam menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul.

Baca juga: Satu Fakultas di Unpad Ini Raih Akreditasi Internasional dari ABEST21

"Semoga di usia 63 tahun, Unpad makin banyak berkontribusi untuk kemajuan Indonesia," pungkas Gubernur DKI Jakarta ke-14 ini.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X