Kompas.com - 08/09/2020, 11:59 WIB
Petani dari Desa Sentul, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, menyemprotkan obat pengendali hama tanaman pada yang lahan yang terkena serangan hama wereng, Kamis (27/8/2020). KOMPAS.COM/HANDOUTPetani dari Desa Sentul, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, menyemprotkan obat pengendali hama tanaman pada yang lahan yang terkena serangan hama wereng, Kamis (27/8/2020).

KOMPAS.com - Institut Pertanian Bogor (IPB) menjalin kerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI dalam upaya meningkatkan kapasitas dan kualitas petani lewat balai latihan kerja (BLK).

Agar sukses pelaksanaan tersebut, IPB menyiapkan semua kebutuhan diperlukan, khususnya mendatangkan tenaga ahli pertanian.

Baca juga: Petani Muda Indonesia Hanya 1 Persen, Pakar IPB: Peluang Usaha Tani Besar

"IPB University akan menyiapkan semua kebutuhan yang diperlukan, terutama menyediakan tenaga ahlinya," kata Rektor IPB University Arif Satria dalam keterangan resminya, seperti melansir laman resmi IPB, Selasa (8/9/2020).

Arif Satria menyatakan, IPB University telah berupaya meningkatkan kualitas petani di sekitar kampus lewat program kemitraan yang dilaksanakan oleh Agribusiness and Technology Park (ATP) IPB University.

Hingga saat ini, setidaknya ada 40 petani mitra dibina ATP IPB University.

Lewat program pembinaan, kata dia, petani mitra bisa menjual produknya ke pasar modern di Jabodetabek, dengan pemberian fasilitas dari ATP IPB University.

Beberapa pasar sudah menjadi langganan petani mitra, seperti Diamond Supermarket, Yogya, Total, Ranch Market, dan All Fresh market.

"Bukan hanya itu, ATP IPB University juga menggandeng toko online untuk turut membantu memasarkan produk-produk yang dihasilkan," ungkap dia.

Sektor pertanian menjanjikan di masa pandemi

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziah mendukung positif langkah IPB ini, dia bahkan akan membantu IPB dalam membentuk Balai Latihan Kerja Komunitas Pertanian.

"Pertanian ini sektor menjanjikan, bahkan di masa pandemi ini sektor pertanian masih menunjukkan perkembangan positif," jelas Menaker.

Pada era pandemi Covid-19 ini, lanjut Ida, program Kemnaker lebih fokus pada perluasan tenaga kerja, pelatihan bisnis dan kewirausahaan, dan perluasan akses setelah pelatihan. Seluruh kegiatan itu berada dalam wadah BLK yang berada di bawah naungan Kemnaker RI.

"Program di BLK disinergikan dengan pelatihan dan pengembangan kewirausahaan di bidang pertanian, bahkan beberapa peserta diberikan kewenangan untuk membuka usaha dan diberikan akses ke perbankan (mencari dana)," tutur politisi PKB ini.

Tak hanya soal pelatihan saja, lanjut Ida, kerjasama yang dilakukan juga ke arah sertifikasi bagi mahasiswa dan masyarakat umum.

Baca juga: Bantu Petani saat Corona, IPB Lakukan Program Belanja Sayur dari Rumah

"Sertifikasi itu penting dalam mendukung pengembangan bisnis yang dijalankan. Langkah itu juga sebagai jaminan mutu terhadap produk yang diciptakan," pungkas wanita yang lahir 51 tahun lalu.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X