Pakar UGM: Terkait BLT, Harusnya Pemerintah Lakukan Ini Pada Pekerja Informal

Kompas.com - 06/09/2020, 13:41 WIB
Ilustrasi gaji, rupiah, bantuan pemerintah, bantuan karyawan ShutterstockIlustrasi gaji, rupiah, bantuan pemerintah, bantuan karyawan
|

KOMPAS.com - Program bantuan langsung tunai ( BLT) atau subsidi gaji bagi pekerja swasta dan pegawai pemerintah non PNS dengan gaji dibawah Rp 5 juta sampai saat ini masih hangat diperbincangkan.

Pasalnya, banyak pekerja swasta yang menantikan bantuan sebesar Rp 600.000 perbulan tersebut. Bahkan banyak yang belum mendapatkan bantuan itu karena beberapa hal. Salah satunya pekerja tidak memakai rekening himbara.

Tetapi berbicara mengenai BLT pada pekerja formal, sebenarnya banyak pekerja informal yang juga terdampak dengan pandemi Covid-19 ini.

Padahal, sebagian besar tenaga kerja di Indonesia yakni sebesar 57,27 persen atau 74 juta orang adalah pekerja informal.

Baca juga: Di DIY dan Jateng, Tim Peneliti UGM Temukan 4 Mutasi Virus Corona

Ternyata, mereka adalah para pekerja yang tidak memiliki ikatan kontrak, tidak diikutkan dalam program BPJS Ketenagakerjaan, dan tidak memperoleh jaminan apapun dari perusahaan.

Tak heran jika banyak diantara pekerja informal semakin menurun penghasilannya. Mareka juga sangat membutuhkan bantuan dan perharian dari pemerintah.

Pakar Kebijakan Publik Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Wahyudi Kumorotomo, Ph.D., menyatakan, peluncuran program BLT tersebut merupakan langkah darurat yang diambil untuk mencegah ekonomi Indonesia masuk ke dalam jurang resesi yang lebih dalam.

Tapi, subsidi gaji ini ditujukan bagi kelompok pekerja yang paling rentan sekaligus membangkitkan kembali ekonomi Indonesia.

"Seharusnya, pemerintah memperhatikan dan mencari solusi bantuan subsidi bagi pekerja di sektor informal," ujar Prof. Wahyudi seperti dikutip dari laman UGM, Jumat (4/9/2020).

Program pada pekerja informal

Untuk melindungi kelompok pekerja informal yang rentan secara ekonomi ini pemerintah perlu menyusun program alternatif seperti:

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X