Kompas.com - 06/09/2020, 09:23 WIB
Ilustrasi sekolah kuliner. eater.comIlustrasi sekolah kuliner.

KOMPAS.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) membangun unit sekolah baru (USB) SMK Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK) di Sabah, Malaysia. Pembangunan ini dibagi dalam dua tahap, dengan menggelontorkan dana sekitar Rp28 miliar.

Sekolah SMK SIKK ini akan di desain dengan bangunan modern tiga lantai di tanah seluas 1.263 meter persegi. Dari rencana yang ada, sekolah ini akan dibangun dalam dua tahap, yakni tahap I pada 24 Agustus-21 Desember 2020 dan tahap II pada April-Oktober 2021.

Baca juga: Nadiem: Prioritas Utama Kami Anak Bisa Kembali Sekolah dengan Aman

Pembangunan tahap I diharapkan lantai dasar bisa terselesaikan. Nantinya lantai 1 akan dibangun RPS tata boga, lantai 2 RPS perhotelan, dan lantai 3 untuk ruang kelas.

"Pembangunan USB dibagi dua tahap. Tahun ini, lantai bawah dengan anggaran Rp9 miliar. Tahun depan (2021) lantai 2 dan 3, dengan anggaran sekitar Rp18-19 miliar. Sehingga akhir 2021 bisa selesai, dan bisa dimanfaatkan oleh anak-anak kita," kata Direktur SMK Kemendikbud, M. Bakrun dalam keterangannya, seperti mengutip laman Kemendikbud.go.id, Minggu (6/9/2020).

Bakrun menyebutkan, pembangunan SMK SIKK ini memiliki sejarah yang panjang. Karena, sekolah itu merupakan amanah Presiden RI untuk mengembangkan sekolah di tanah Malaysia.

SDM unggul dan kompeten masa depan

Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Vokasi Kemendikbud, Wikan Sakarinto mengatakan, sekolah yang dibangun tersebut mempunyai kompetensi di tata boga dan perhotelan.

Bahkan sekolah ini mempunyai jurusan teknik pesawat yang terbilang jarang ada di dunia pendidikan Indonesia.

"Ini suatu terobosan yang sangat baik meski membutuhkan dana besar," jelas Wikan.

Wikan berharap, pembangunan sekolah ini bisa menjadikan sumber daya manusia (SDM) unggul dan kompeten di masa depan. Maka dari itu, sosok kepala sekolah dan guru-guru yang ada di SMK SIKK ini harus berani melakukan perubahan.

"Kepada kepala sekolah dan guru-guru, diharapkan bisa menyiapkan langkah ke depannya. Sehingga USB SMK SIKK ini bisa menjadi tanda bangsa dalam memimpin dunia dan bersinergi dengan bangsa lain," ujar Wikan.

Kepala SIKK Dadang Hermawan menambahkan, sekolah ini sudah beroperasi di Malaysia sejak 1 Desember 2008, dengan mengemban tugas memberikan akses layanan pendidikan bagi anak-anak pekerja migran Indonesia di negeri Jiran.

SMK SIKK memiliki program kuliner, perhotelan dan jasa pariwisata, serta teknologi pesawat udara yang sudah menjalin kerjasama dengan dunia usaha dan industri di daerah Sabah, Malaysia.

Beberapa bidang usaha dan industri yang telah bekerja sama, yakni hotel, restoran, Layang Aerospace, dan Institut Latihan Perindustrian Kota Kinabalu.

"Saya ucapkan terima kasih untuk Direktorat SMK dalam pengerjaan pembangunan USB SMK SIKK. Mudah-mudahan dengan dibangunnya fasilitas gedung baru ini kegiatan pembelajaran menjadi lebih baik,” pungkas Dadang.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X