Angkat Potret Anak Jalanan, Siswa Indonesia Raih Emas Festival Seni Internasional

Kompas.com - 07/08/2020, 14:10 WIB
Dalam ajang 21st International High Schools Arts Festival (IHSAF), 5-16 Agustus 2020 di Tokyo, Jepang, Nila Eleora Putri Sianturi, siswi SMAN 68 Jakarta meraih medali emas untuk kategori poster terbaik puteri. DOK. PUSPRESNASDalam ajang 21st International High Schools Arts Festival (IHSAF), 5-16 Agustus 2020 di Tokyo, Jepang, Nila Eleora Putri Sianturi, siswi SMAN 68 Jakarta meraih medali emas untuk kategori poster terbaik puteri.

KOMPAS.com - Belajar dari rumah (BDR) tidak menyurutkan semangat siswa Indonesia untuk menorehkan prestasi di tingkat internasional. Setelah tim olimpiade kimia dan debat, siswa Indonesia meraih prestasi dalam bidang seni tingkat dunia.

Dalam ajang "21st International High Schools Arts Festival" (IHSAF), 5-16 Agustus 2020 di Tokyo, Jepang, Nila Eleora Putri Sianturi, siswi SMAN 68 Jakarta meraih medali emas untuk kategori poster terbaik puteri.

Pengumuman disampaikan langsung Haruhisa Handa, Ketua International Foundation for Arts and Culture (IFAC).

Kompetisi dan festival dilaksanakan tanpa dihadiri langsung oleh mengingat penyelanggaraan masih dalam masa pendemi Covid-19 global. Peserta yang mengikuti kompetisi IFAC, harus melewati proses seleksi dari negara masing-masing.

Nila Eleora Putri Sianturi dari SMAN 68 Jakarta yang mewakili Indonesia di IHSAF tahun ini adalah peraih medali emas pada Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) 2019 yang diselenggarakan Kemendikbud.

Baca juga: Di Tengah Pandemi, Siswa Indonesia Toreh Prestasi Kejuaraan Debat Internasional

Angkat potret anak jalanan

Poster yang dibuat Nila menyerukan tema “Jangan Biarkan Mereka Terlalu Lama Tidur di Jalan” (Don’t Let Them Lay on the Streets for Too Long). 

Dalam tema ini memberikan Nila mengangkat masalah terbesar di masyarakat adalah anak jalanan, anak-anak yang miskin dan tidak memiliki rumah serta hidup di jalanan.

“Mereka harus mengemis, mengamen, bekerja, atau mencuri untuk bertahan hidup. Banyak anak jalanan yang tidak dapat menerima pendidikan yang layak karena keadaan ekonomi yang buruk," ujar Nila.

Ia menambahkan, "bahkan, mereka sering menjadi korban pelecehan dan eksploitasi. Hingga yang tertindas terlindas. Itulah yang saya pikirkan ketika membuat konsep poster ini.”

Anak jalanan, kata Nila, memerlukan perhatian bukan hanya dari pemerintah, tetapi juga dari semua pihak. Mereka membutuhkan simpati dan berhak mendapatkannya tetapi banyak orang yang masih tidak peduli dan mengabaikan mereka.

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X