Kompas.com - 15/06/2020, 19:54 WIB
Wagub Jateng Taj Yasin di pendopo Pengabdian Kota Magelang menghadiri seminar nasional anti narkoba oleh GP Ansor Jateng, Senin (10/12/2018). KOMPAS.com/IKA FITRIANA Wagub Jateng Taj Yasin di pendopo Pengabdian Kota Magelang menghadiri seminar nasional anti narkoba oleh GP Ansor Jateng, Senin (10/12/2018).

KOMPAS.com - Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen mengingatkan kepada pengasuh pondok pesantren di Jawa Tengah untuk meminta para santrinya yang berasal dari luar Jawa, wajib melakukan rapid test dari daerahnya masing-masing.

Untuk santri dari daerah Jateng, cukup melakukan tes di puskesmas dan membawa surat keterangan sehat. Hal itu wajib dilakukan sebelum kembali ke pondok pesantren.

Selain mengantisipasi penyebaran Covid-19, menurut Taj Yasin, para santri yang diketahui sakit, akan mendapat penanganan terlebih dahulu dan menunda untuk kembali ke pondok pesantren.

Baca juga: Muhadjir: Pesantren dan Pendidikan Agama Wajib Dapat Perhatian di New Normal

“Kalau santri datang membawa penyakit, khususnya Covid-19, yang akan repot tidak hanya santri lain, tetapi juga para pengasuh sendiri" Kata Taj Yasin.

"Tolong, dari luar Jawa rapid test dulu, kalau dari daerah sekitar, cukup membawa hasil tes dari puskesmas,” ucap Gus Yasin dikutip dari laman jatengprov (10/6/2020).

Saat bersilaturahmi di Pondok Pesantren Al Hidayat Krasak Temuroso Guntur yang diasuh oleh KH Ahmad Baidlowi (Gus Dlowi) dan KH Misbakhul Munir yang memiliki santri putra dan putri sebanyak 950 orang itu, Taj Yasin juga disambut Kapolres Demak AKBP R Fidelis Purna Timoranto.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Sebagai bentuk dukungan kepada pondok pesantren, Polres Demak sudah siapkan pemetaan, serta teknis kedatangan santri agar berjalan baik, protokol kesehatan berjalan sebagai prasyarat mutlak,” kata Kapolres.

Di Pondok Pesantren Al Fattaah yang diasuh oleh KH Dr Abdullah Arief Cholil dengan santri sebanyak 200 orang yang di antaranya berasal dari Nabire, Sulawesi, Kalimantan dan Riau.

Taj Yasin menegaskan agar sebelum berangkat ke Demak atau naik pesawat, untuk melakukan rapid test terlebih dahulu.

Hal yang sama juga disampaikan Taj Yasin saat berkunjung ke Pondok Pesantren Sabilul Huda Desa Pilangrejo, Kecamatan Wonosalam yang diasuh oleh KH Adlan Nur.

Penerapan protokol kesehatan serta berkoordinasi dengan Satgas Jogo Tonggo, Satgas Desa, maupun kecamatan sangat diperlukan.

“Kemungkinan ada flu, TBC, malaria, dapat diketahui melalui tes sebelum kembali ke pesantren. Santri harus datang pribadi untuk cek kesehatan dan membawa KTP.

Kalau memiliki riwayat baik, akan diberikan surat perjalanan. Metode mengaji juga bisa dilakukan secara virtual atau menggunakan speaker, santri tinggal menyimak.

Kalau tidak muat, bisa menggunakan gedung aula, madrasah,” ujar putra ulama kharismatik Almarhum KH Maimoen Zubair.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X