New Normal, FSGI Minta Dinas Pendidikan dan Sekolah Siapkan Fasilitas Kesehatan Pendukung

Kompas.com - 30/05/2020, 06:00 WIB
Daftar 4 Provinsi dan 25 Kabupaten/Kota yang Terapkan New Normal KOMPAS.com/Akbar Bhayu TamtomoDaftar 4 Provinsi dan 25 Kabupaten/Kota yang Terapkan New Normal

KOMPAS.com - Wakil Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia (Wasekjen FSGI), Fahriza Tanjung mengatakan perlunya berbagai persiapan seandainya komunikasi, koordinasi, dan pendataan sudah benar-benar valid dan meyakinkan sehingga pemerintah membuka sekolah saat skenario New Normal pada pertengahan Juli di Zona Hijau.

"Maka FSGI meminta dinas pendidikan dan sekolah harus menyiapkan berbagai sarana kesehatan pendukung," kata Fahriza dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com.

Menurutnya, sekolah harus menyiapkan: hand sanitizer di tiap ruangan, sabun cuci tangan; perbanyak keran cuci tangan, semua warga sekolah wajib mengenakan masker, penyediaan APD di UKS/klinik sekolah, dan menerapkan Protokol Kesehatan secara ketat.

"Begitu pula Kemdikbud harus segera membuat Pedoman Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang dikombinasikan dengan Protokol Kesehatan. Menurutnya, MPLS kali ini akan sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

Fahriza mengatakan keselamatan dan kesehatan siswa dan guru adalah yang utama dan menjadi prioritas. Hal itu berkaca dari kasus-kasus seperti di Perancis, Finlandia, Korea Selatan, dan lainnya.

"Guru dan siswa jadi korban positif Covid-19 setelah sekolah dibuka (diaktifkan) kembali pascapandemi. Tak menutup kemungkinan ini bisa terjadi di Indonesia. Jangan sampai sekolah dan madrasah menjadi kluster terbaru penyebaran Covid-19," ujarnya.

Fakta di sejumlah negara yang menunjukkan perkembangan ancaman penyebaran Covid-19 Gelombang ke-2. Fahriza menyebutkan penularan Covid-19 gelombang kedua akan sangat menakutkan bagi siswa, orang tua, dan guru.

Baca juga: Siapkah Indonesia Membuka Kegiatan Belajar Mengajar di Sekolah?

Skenario kegiatan produktif di tengah pandemi COVID-19 seperti sektor ekonomi dan pendidikan tengah disiapkan pemerintah. Di dunia pendikan, pemerintah akan membuka kembali kegiatan belajar mengajar di sekolah dan perguruan tinggi.

"Bukan hanya di bidang ekonomi, tetapi juga kita kembali lagi mulai memikirkan bagaimana proses pendidikan pembelajaran di sekolah, di kampus, sudah mulai harus kita hidupkan kembali, kita jalankan kembali,” jelas Juru Bicara Pemerintah untuk COVID-19 Achmad Yurianto di Jakarta, Kamis (28/5).

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim menegaskan keputusan pembukaan kembali sekolah akan didasarkan pada pertimbangan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

"Harus diketahui bahwa Kemendikbud sudah siap dengan semua skenario. Kami sudah ada berbagai macam. Tapi tentunya keputusan itu ada di dalam Gugus Tugas, bukan Kemendikbud sendiri," ujar Nadiem.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Hamid Muhammad mengatakan pemerintah daerah bisa memulai kegiatan belajar mengajar di sekolah asal daerahnya sudah dinyatakan zona hijau Covid-19 oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X