Presiden Duterte Tak Izinkan Siswa Masuk Sekolah sampai Vaksin Ditemukan

Kompas.com - 29/05/2020, 16:50 WIB
Presiden Filipina Rodrigo Duterte. AFP / MIKHAIL KLIMENTYEVPresiden Filipina Rodrigo Duterte.

KOMPAS.com - Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengatakan tak akan mengizinkan siswa untuk kembali ke sekolah sampai vaksin corona tersedia.

Melansir Bangkok Post, Selasa (26/5/2020), Duterte mengatakan risikonya terlalu besar bila siswa kembali ke sekolah sekitar Agustus mendatang, walaupun itu akan menghambat siswa secara akademis.

"Kecuali saya yakin mereka benar-benar aman, percuma saja mewacanakan pembukaan kelas," papar Duterte seperti dilansir dari Bangkok Post.

"Buat saya, vaksin dulu. Kalau vaksinnya sudah ada, maka tidak apa-apa," imbuhnya.

Pidato yang ditayangkan Senin malam waktu setempat tersebut menjadi lanjutan dari rencana awal yang sebelumnya menyebut bahwa siswa sekolah dasar dan menengah di Filipina akan kembali ke sekolah pada akhir Agustus 2020, setelah sekolah ditutup sejak Maret 2020 lalu.

Baca juga: Tahun Ajaran Baru Juli, Ikatan Dokter Anak: Kemungkinan Wabah Belum Teratasi

Dalam kondisi normal, sekolah di Filipina umumnya berlangsung dari bulan Juni hingga April, tetapi kebijakan lockdown oleh pihak berwenang membuat aktivitas sepenuhnya terhenti.

Untuk mencegah adanya kepadatan di ruang kelas, kementerian pendidikan setempat telah mengumumkan langkah-langkah pembelajaran jarak jauh, termasuk kelas online, yang akan digunakan untuk tahun ajaran mendatang.

Walau begitu, jutaan orang kini hidup dalam kemiskinan di Filipina. Cukup banyak siswa yang tidak memiliki akses teknologi di rumah, yang tentu menjadi kendala bagi kelangsungan kelas online.

Korsel dan Perancis kembali menutup sekolah

Pandemi Covid-19 telah membuat anak-anak di seluruh harus bersekolah dan berkegiatan di rumah selama berbulan-bulan.

Baca juga: Surat Siswa untuk Mendikbud: Perjuangan Cari Internet dan Rindu Sekolah

Pembelajaran dari rumah pun mulai dilanjutkan di negara-negara termasuk Korea Selatan dan Prancis.

Lebih dari 200 sekolah di Korea Selatan kembali ditutup setelah beberapa hari sebelumnya sempat diizinkan kembali siswa untuk kembali belajar di ruang kelas. Pembelajaran siswa kembali dilakukan secara daring.

Melansir BBC.com, kebijakan penutupan kembali sekolah dilakukan setelah minggu lalu Kamis (21/5/2020), Korea Selatan melaporkan 79 dugaan kasus baru Covid-19 dalam 24 jam, jumlah tertinggi dalam dua bulan.

Kebijakan penutupan kembali sekolah setelah dibuka kembali juga dialami Pemerintah Perancis. Perancis telah menemukan setidaknya terdapat 70 kasus Covid-19 baru di sekolah-sekolah yang diizinkan dibuka kembali pekan lalu.


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X