Pakar Pendidikan Taman Siswa Usul Tahun Ajaran Baru Diundur Januari 2021, Ini Alasannya

Kompas.com - 29/05/2020, 14:32 WIB
Sejumlah siswa sekolah menengah pertama di Surabaya memanfaatkan wastafel yang disediakan Pemerintah Kota Surabaya untuk cuci tangan, Jumat (6/3/2020). Dok. Pemkot SurabayaSejumlah siswa sekolah menengah pertama di Surabaya memanfaatkan wastafel yang disediakan Pemerintah Kota Surabaya untuk cuci tangan, Jumat (6/3/2020).
|

KOMPAS.com - Pandemi Covid-19 hingga kini belum berakhir. Setiap hari, di Indonesia masih ada penambahan kasus yang terjangkit virus corona.

Tak heran jika virus ini merubah tatanan dunia karena berdampak disegala sektor. Tak terkecuali disektor pendidikan.

Meski sudah diterapkan belajar dari rumah, namun tahun ajaran 2019/2020 segera berakhir. Bahkan sudah akan memasuki tahun ajaran baru 2020/2021.

Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ( Kemendikbud) telah menegaskan bahwa tahun ajaran baru 2020/2021 tetap dimulai pada 13 Juli 2020.

Baca juga: Tahun Ajaran Baru Juli, Ikatan Dokter Anak: Kemungkinan Wabah Belum Teratasi

Hal itu disampaikan Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, Pendidikan Menengah Kemendikbud, Hamid Muhammad dalam telekonferensi di Jakarta, Kamis (28/5/2020).

Tentu semua karena mempertimbangkan banyak hal, salah satunya adanya sinkronisasi pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) serta SNMPTN dan SBMPTN.

Selain itu menurut Hamid, tahun ajaran baru tanggal 13 Juli 2020 bukan berarti siswa belajar di sekolah. Namun keputusan belajar di sekolah terus dikaji berdasarkan rekomendasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

Usulan pakar pendidikan taman siswa

Hanya saja, melihat kasus positif virus corona di Indonesia masih tinggi, pakar pendidikan yang juga salah satu pengurus Persatuan Keluarga Besar Taman Siswa (PKBTS) di Yogyakarta, Ki Darmaningtyas memberikan usulan.

Yakni tahun ajaran baru 2020/2021 diundur hingga Januari 2021. Tentu hal itu karena melihat situasi dan kondisi pandemi Covid-19 saat ini.

"Kita semua belum dapat memprediksi kapan pandemi Covid-19 akan berakhir mengingat jumlahnya korban terus bertambah," ujarnya dalam rilis yang diterima Kompas.com, Jumat (29/5/2020).

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X