Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 02/04/2020, 07:00 WIB

KOMPAS.com -  Sebanyak 15.000 relawan mahasiswa kesehatan siap membantu penanganan virus corona. Relawan mahasiswa untuk penanganan corona tersebut berasal dari program studi kedokteran dan bidang ilmu kesehatan.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Plt. Dirjen Dikti Kemendikbud) Nizam mengatakan bentuk gotong royong relawan mahasiswa kedokteran dan kesehatan dalam menghadapi pandemi Covid-19 merupakan implementasi kebijakan Merdeka Belajar: Kampus Merdeka.

Menurut Plt. Dirjen Dikti, saat ini kegiatan belajar-mengajar tidak harus dilaksanakan di dalam kelas atau pun laboratorium.

Mahasiswa dapat turun langsung sebagai relawan untuk memahami permasalahan langsung di lapangan dan kemudian memberi solusi dengan melayani masyarakat.

"Program relawan ini bisa disetarakan dengan SKS. Karena melalui kegiatan ini mahasiswa relawan selain memberi layanan pada masyarakat sekaligus juga belajar dari pengalaman. Soft skills, seperti kepemimpinan, komunikasi, semangat kemanusiaan, bela negara pun ikut terasah. Sehingga kegiatan relawan ini dapat dihargai setara dengan SKS pembelajaran" tutur Nizam dalam siaran pers yang diterima Kompas.com.

Sekretaris Jenderal Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia (ISMKI) Nauval F. Damas mengatakan organisasinya akan menjadi koordinator bagi 15.000 mahasiswa relawan kesehatan menghadapi pandemi Covid-19.

ISMKI telah berkoordinasi dengan lebih dari 15 organisasi mahasiswa kesehatan yang bernaung dalam Aliansi Organisasi Mahasiswa Kesehatan Indonesia (AOMKI) serta lebih dari 80 BEM fakultas kedokteran dan kesehatan dari seluruh Indonesia untuk menjaring mahasiswa relawan.

Baca juga: 15.000 Mahasiswa Siap jadi Relawan Penanganan Corona

Relawan tersebut nantinya bertugas dalam berbagai peran mulai dari menyebarkan informasi hingga mengedukasi masyarakat.

"Di tengah simpang siurnya informasi mengenai Covid-19 dan dunia kesehatan, relawan mahasiswa turut berperan penting memberikan informasi dan edukasi kesehatan kepada masyarakat dengan menyusun narasi dan konten informasi yang tepat, seperti rapid test, ODP, PDP, hingga penanganan hoax buster," ungkap Nauval.

Plt. Dirjen Dikti melanjutkan koordinasi relawan berjalan cukup baik dan tidak terdapat kendala yang signifikan.

"Sekarang ini melakukan pertemuan sangat mudah dan cepat. Sebanyak 15.000 relawan mahasiswa berkumpul dalam webinar selama tiga hari sehingga lebih efisien," jelas Nizam.

Ia berpesan kepada seluruh relawan mahasiswa untuk terus menjaga semangat membantu negara namun dengan kesadaran tinggi akan kesehatan.

"Tetap semangat, jangan ragu bertanya, dan dan jaga kesehatan selama melaksanakan tugas membantu penanganan Covid-19," pesan Nizam.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+