Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sebelum Rusia Vs Ukraina, Ini 8 Perang di Eropa Usai Jatuhnya Tembok Berlin

Kompas.com - 10/03/2022, 18:27 WIB
Aditya Jaya Iswara

Penulis

Sumber AFP

KOMPAS.com - Sebelum invasi Rusia ke Ukraina pada 24 Februari 2022, ada delapan perang yang terjadi di Eropa atau pinggirannya sejak jatuhnya Tembok Berlin 1989.

Dari kedelapan perang ini, ada dua yang belum lama terjadi yaitu aneksasi Crimea (2014) dan perang Armenia dengan Azerbaijan di Nagorno-Karabakh.

Dikutip dari AFP pada Kamis (24/2/2022), berikut adalah delapan perang di Eropa sebelum Rusia vs Ukraina tahun ini.

Baca juga: Sejarah Perang Rusia-Ukraina, sejak Era Kievan Rus hingga Aneksasi Crimea

1. Perang Balkan (1991-1995)

Yugoslavia hancur dalam serangkaian perang berdarah pada awal 1990-an.

Pertempuran sengit pecah antara Kroasia dan minoritas Serbia yang didukung kuat oleh Belgrade setelah Zagreb mendeklarasikan kemerdekaannya pada Juni 1991.

Perang selama empat tahun ini berakhir dengan 20.000 orang tewas dan Kroasia mengambil kembali wilayah yang dipegang oleh separatis Serbia.

Proklamasi kemerdekaan Bosnia pada 1992 setelah pemungutan suara yang diboikot oleh Serbia memicu perang 3,5 tahun.

Dalam suatu periode perang ini menjadi pertarungan tiga arah ketika Kroasia menyerang sekutu Bosnia, menyebabkan hampir 100.000 orang tewas yang dua pertiganya berada di pihak Bosnia.

2. Perang Nagorno-Karabakh (1991-1994 dan 2020)

Azerbaijan dan Armenia yang termasuk negara-negara bekas Soviet berseteru atas wilayah Nagorno-Karabakh sejak separatis Armenia merebut wilayah itu dalam perang yang merenggut sekitar 30.000 nyawa pada awal 1990-an.

Perang pecah lagi pada akhir 2020. Azerbaijan persenjatannya lebih bagus kembali menang telak atas Armenia, memaksanya untuk menyerahkan sebagian besar wilayah yang sebagian besar beragama Kristen dan etnis Armenia. Setidaknya 6.500 tewas dalam perang ini.

Baca juga: Kenapa Armenia-Azerbaijan Perang di Nagorno-Karabakh? Apa yang Direbutkan?

Cuplikan video yang dirilis Kementerian Pertahanan Azerbaijan pada Sabtu (3/10/2020) menunjukkan militer Azerbaijan menembakkan sejumlah roket dalam peperangan melawan separatis di wilayah Nagorno-Karabakh.KEMENTERIAN PERTAHANAN AZERBAIJAN via AP Cuplikan video yang dirilis Kementerian Pertahanan Azerbaijan pada Sabtu (3/10/2020) menunjukkan militer Azerbaijan menembakkan sejumlah roket dalam peperangan melawan separatis di wilayah Nagorno-Karabakh.
3. Perang di Ossetia Utara (1992)

Ossetia Utara dan Ingushetia di Rusia terlibat konflik singkat tetapi mematikan pada 1990-an untuk memperebutkan Prigorodny Raion, distrik yang menjadi bagian dari Ossetia Utara di bawah Uni Soviet, namun diperdebatkan oleh Ingush sejak itu.

Konflik berdarah pada 1992 ini merenggut ratusan nyawa dan menciptakan puluhan ribu pengungsi Ingush setelah Moskwa turun tangan untuk membantu Ossetia.

4. Perang Transnistria (1992)

Transnistria atau Transdniestr mengajukan tawaran untuk memisahkan diri pada 1990 ketika Uni Soviet pecah, karena takut akan dominasi penduduk berbahasa Romania yang merupakan mayoritas di seluruh Moldova.

Moldova mencoba memulihkan Transnistria tetapi tak membuahkan hasil. Konflik berubah menjadi perang singkat pada 1992 yang menewaskan beberapa ratus orang.

Rusia tetap mempertahankan tentaranya di Transnistria sejak itu, meskipun pada 1999 ada komitmen untuk menarik mereka.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com