Berbulan-bulan di Luar Angkasa, Astronot Mengalami Perubahan Otak, Ini Kata Ahli

Kompas.com - 15/05/2022, 20:10 WIB


KOMPAS.com - Setelah astronot yang berada di luar angkasa selama berbulan-bulan, studi menunjukkan bahwa terjadi perubahan otak yang berbeda saat kembali di Bumi.

Berdasarkan penelitian para ahli dari seluruh Amerika Serikat (AS), peneliti membandingkan serangkaian pemindaian magnetic resonance image (MRI) dari 15 otak astronom yang diambil sebelum tinggal enam bulan di Stasiun Luar Angkasa Internasional, dan hingga enam bulan setelah mereka kembali.

Melansir Science Alert, menggunakan algoritma untuk menilai dengan hati-hati ukuran ruang perivaskular, tim menemukan waktu yang dihabiskan orbit memiliki efek mendalam pada saluran otak, terlebih untuk pemula.

Perivaskular adalah celah di jaringan otak yang dianggap memfasilitasi keseimbangan cairan.

Di antara kumpulan astronot veteran, tampaknya ada sedikit perbedaan dalam ukuran ruang perivaskular dalam dua pemindaian yang diambil sebelum misi dan empat yang diambil setelah mereka menyelesaikan misi.

Astronot berpengalaman mungkin telah mencapai semacam homeostasis,” kata Juan Piantino, ahli saraf Universitas Kesehatan & Sains Oregon, Jumat (6/5/2022).

Memang temuan ini sebenarnya tidak begitu mengejutkan bagi para ilmuwan, mengingat apa yang sudah diketahui tentang bagaimana otak terdistorsi ketika tarikan gravitasi yang konstan dibatalkan.

Baca juga: Astronot NASA dan ESA Kembali ke Bumi Usai Jalani Misi 6 Bulan di Luar Angkasa

Studi sebelumnya tentang jaringan otak dan volume cairannya telah menemukan bahwa mereka lambat untuk pulih setelah astronot usai tugas di luar angkasa, dengan beberapa perubahan keterlambatan pulih itu bertahan selama satu tahun atau lebih.

Untuk itu, saat ini pun astronot sebenarnya memang jarang melakukan lebih dari beberapa perjalanan ke luar angkasa dalam hidup mereka. Namun, sekali bepergian memang perjalanan mereka rata-rata akan menghabiskan waktu sekitar enam bulan.

Dengan adanya temuan studi terbaru mengenai gangguan perjalanan luar angkasa pada otak astronot setelah mereka pulang ini, dapat bermanfaat untuk mengetahui apakah perjalanan yang berulang menimbulkan bahaya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.