Kasus Pemerkosaan 12 Santriwati di Bandung, Stafsus Presiden: Perilaku Tak Beradab

Kompas.com - 09/12/2021, 21:39 WIB
Penulis Farid Assifa
|

KOMPAS.com - Staf Khusus Presiden Aminuddin Ma'ruf menyatakan siap mendampingi santriwati korban pemerkosaan oknum guru di pesantren Bandung.

Hal itu Aminuddin kepada Kompas.com via sambungan pesan WhatsApp, Kamis (9/12/2021).

Pria yang akrab disapa Amin ini mengatakan, pemerkosaan 12 santri di Bandung merupakan bentuk kekerasan seksual yang telah merendahkan kemanusiaan.

"Tidak boleh ditolerir. Perilaku tak beradab. Sama sekali tidak mencerminkan adab guru," kata Amin yang merupakan mantan ketua umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) ini, Kamis.

Baca juga: Baru Melahirkan 3 Minggu, Korban Pemerkosaan Guru Pesantren Histeris di Persidangan Saat Dengar Suara Pelaku

Menurut Amin, Polri sudah menjalankan tugas untuk keadilan. Ia berharap para korban juga diberi kekuatan untuk bertahan.

"Polri sudah menjalankan tugas untuk keadilan. Tak ada harapan lain selain adik-adik diberi kekuatan dan kemampuan untuk bertahan," kata Amin.

"Saya pribadi siap memberikan pendampingan psikolog untuk korban," kata Stafsus Milenial ini.

Korban melahirkan 9 bayi

Sebelumnya, HW, guru yang juga pimpinan yayasan pesantren di Bandung tega memperkosa 12 santriwati yang merupakan anak didiknya.

Sebagian korban sudah melahirkan anak, dan sisanya sedang hamil.

Pelaksana tugas (Plt) Asisten Pidana Umum (Aspidum) Kejati Jawa Barat, Riyono mengatakan, bayi yang sudah dilahirkan para korban ini sebanyak 9 orang.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terpopuler

komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.