Cerita Farhan yang Selamat dari Tragedi Susur Sungai karena Ditegur Pemancing

Kompas.com - 17/10/2021, 05:50 WIB
Petugas tim SAR dari BPBD Ciamis dengan dibantu warga membawa kantong jenazah korban tenggelam di Sungai Cileuer, Desa Utama, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Jumat (15/10/2021). Sebanyak 11 siswa MTS Harapan Baru tewas tenggelam dan dua orang kritis saat menjalani kegiatan pramuka susur sungai. ANTARA FOTO/ADENG BUSTOMIPetugas tim SAR dari BPBD Ciamis dengan dibantu warga membawa kantong jenazah korban tenggelam di Sungai Cileuer, Desa Utama, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Jumat (15/10/2021). Sebanyak 11 siswa MTS Harapan Baru tewas tenggelam dan dua orang kritis saat menjalani kegiatan pramuka susur sungai.

KOMPAS.com - Kegiatan susur sungai di Sungai Cileuer Ciamis, Jawa Barat, meninggalkan luka mendalam. 11 orang siswa MTs Harapan Baru ditemukan meninggal dunia saat mengikuti kegiatan susur sungai pada Jumat (15/10/2021).

Farhan (12), salah seorang siswa MTs Harapan Baru bercerita dirinya bisa selamat dari peristiwa maut tersebut.

Alih-alih mengikuti susur sungai, Farhan mengungkapkan, dirinya memilih kabur setelah diperingatkan oleh seorang warga di lokasi.

Semula, Farhan yang juga merupakan rekan dari Aditya Maulana, salah satu korban tenggelam, bertemu dengan seorang warga yang sedang memancing ikan di sekitar sungai.

Baca juga: Teguran dari Seorang Pemancing Membuat Farhan Selamat dari Tragedi Susur Sungai Ciamis

Oleh warga tersebut, Farhan dan teman-temannya sempat dilarang melakukan kegiatan susur sungai.

"Kata tukang mancing, 'jangan ke sana, tempatnya angker jang'," ujar Farhan menirukan ucapan warga tersebut, dikutip dari Tribun Jabar, Sabtu (16/10/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Mendengar peringatan tersebut, akhirnya Farhan dan salah seorang temannya memilih meninggalkan lokasi dan tidak jadi mengikuti susur sungai. Ditambah, aku Farhan, dirinya juga merasakan ada firasat yang tidak enak.

"Dan ada firasat yang tidak enak, makanya tidak mau ikut," ujar Farhan.

"Saya berdua pulang ke Kobong. Saat dengar ada kejadian, saya di Kobong tidak tenang, kaget. Malam jam setengah satu bersama bapak saya pulang ke rumah (di Kertahayu)," lanjut Farhan.

Warga Kampung Leuwi Ili Desa Muara Kecamatan Cijeunjing Kabupaten Ciamis menunjukkan lokasi tragedi susur sungai maut acara Pramuka di Sungai Cileueur, Kabupaten Ciamis, Sabtu (16/10/2021).KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHA Warga Kampung Leuwi Ili Desa Muara Kecamatan Cijeunjing Kabupaten Ciamis menunjukkan lokasi tragedi susur sungai maut acara Pramuka di Sungai Cileueur, Kabupaten Ciamis, Sabtu (16/10/2021).

Baca juga: 5 Fakta Tragedi Susur Sungai di Ciamis yang Tewaskan 11 Siswa

Sementara itu, Orang tua Farhan, Turman, bersyukur anaknya tidak mengikuti kegiatan tersebut.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.