Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Harga BBM Dipastikan Tidak Naik, Ini Penjelasan Menteri BUMN

Kompas.com - 05/03/2024, 13:15 WIB
Yefta Christopherus Asia Sanjaya,
Inten Esti Pratiwi

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Pemerintah menjelaskan alasan harga bahan bakar minyak (BBM) tidak akan naik hingga akhir semester I atau Juni 2024.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, harga BBM ditahan atau masih sama untuk menjaga keseimbangan perekonomian supaya tidak membebani masyarakat.

Terkait kebijakan tersebut, Erick menyinggung soal kenaikan harga beras yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

Ia menjelaskan bahwa pemerintah sedang fokus untuk menekan harga beras yang saat ini baru mulai stabil di pasar ritel modern.

Karena alasan itulah pemerintah memutuskan untuk tidak menaikkan harga BBM walau terjadi tren kenaikan harga BBM yang dijual di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) lainnya.

Erick juga berharap, keputusan mempertahankan harga BBM tetap sama dapat menjaga laju inflasi.

"Kita coba jaga supaya jangan masyarakat yang terbawah terkena dampak, ini yang kita lagi coba seimbangkan. Tentu kita tetap jaga inflasi dan jaga pertumbuhan ekonomi," ujar Erick dikutip dari Kompas.com, Senin (4/3/2024).

Baca juga: Harga BBM per 1 Maret Banyak yang Naik, Kenapa Harga BBM Pertamina Tetap?

Pemerintah ingin ekonomi stabil

Di tengah situasi perekonomian global yang tidak pasti, Erick mengatakan, harga BBM dijaga supaya perekonomian rakyat tetap tumbuh.

Ia menyampaikan bahwa yang saat ini dibahas bukanlah untung atau tidak untung. Yang dilakukan pemerintah saat ini adalah menjaga kestabilan ekonomi.

Erick menyinggung soal Jepang dan Inggris, dua negara maju dunia, yang sudah terjebak dalam jurang resesi serta penurunan ekonomi China.

Pemerintah, lanjut Erick, berusaha untuk tidak membuat masyarakat kelas bawah terkena dampak dari kenaikan harga beras ditambah harga BBM yang fluktuatif atau naik-turun.

"Dinamika dari masing masing negara juga harus kita antisipasi," ujarnya dikutip dari Kontan, Senin.

Baca juga: Alasan Prabowo Evaluasi Subsidi BBM dan Elpiji 3 Kg untuk Makan Siang Gratis

Pertamina ikuti arahan pemerintah

Terpisah, VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Fadjar Djoko Santoso mengatakan bahwa Pertamina mengikuti kebijakan pemerintah yang meminta harga BBM tidak dinaikkan hingga Juni 2024.

"Pertamina sebagai BUMN mengikuti arahan dan kebijakan pemerintah," ujar Fadjar ketika dihubungi oleh Kompas.com, Selasa (5/3/2024).

Sebelum dibahas Erick, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memberi kepastian kepada publik bahwa harga BBM tidak akan dinaikkan atau dijaga tetap untuk sementara.

Hal tersebut diumumkan Jokowi sebelum terbang menuju Australia guna menghadiri konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN-Australia.

"BBM nanti biar Pak Menko (Menko Perekonomian) yang menyampaikan. Atau dari Pertamina yang sampaikan. Tidak (harga tidak naik). Tapi itu tadi, yang menyampaikan akan dari Pertamina," ujar Jokowi di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (5/3/2024), dikutip dari Kompas.com.

Namun, Jokowi tidak menjelaskan sampai kapan harga BBM akan tetap stabil. Ia mengatakan, hal ini akan disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto atau Pertamina.

Baca juga: Krisis Ekonomi, Harga BBM di Kuba Naik 500 Persen, Ini Harganya

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Terkini Lainnya

BMKG Prediksi Musim Kemarau Mundur Mulai Mei 2024, Wilayah Mana Saja?

BMKG Prediksi Musim Kemarau Mundur Mulai Mei 2024, Wilayah Mana Saja?

Tren
Rencana Perjalanan Jemaah Haji 2024 asal Indonesia, Keberangkatan Mulai 12 Mei

Rencana Perjalanan Jemaah Haji 2024 asal Indonesia, Keberangkatan Mulai 12 Mei

Tren
Psikolog: 3 Ucapan Ini Sering Diucapkan Orang dengan Mental Tangguh

Psikolog: 3 Ucapan Ini Sering Diucapkan Orang dengan Mental Tangguh

Tren
Respons Kubu Anies, Prabowo, dan Ganjar Usai MK Tolak Gugatan Pilpres 2024

Respons Kubu Anies, Prabowo, dan Ganjar Usai MK Tolak Gugatan Pilpres 2024

Tren
Wilayah Berpotensi Hujan Lebat, Petir, dan Angin Kencang pada 23-24 April 2024

Wilayah Berpotensi Hujan Lebat, Petir, dan Angin Kencang pada 23-24 April 2024

Tren
[POPULER TREN] Prakiraan Cuaca BMKG 22-23 April | Gempa M 4,9 Guncang Cilacap

[POPULER TREN] Prakiraan Cuaca BMKG 22-23 April | Gempa M 4,9 Guncang Cilacap

Tren
Kenali Apa Itu Dissenting Opinion dalam Putusan MK, Kelebihan, dan Kekurangannya

Kenali Apa Itu Dissenting Opinion dalam Putusan MK, Kelebihan, dan Kekurangannya

Tren
Irak Luncurkan Roket ke Pangkalan Militer AS di Suriah, Tapi Diklaim Gagal

Irak Luncurkan Roket ke Pangkalan Militer AS di Suriah, Tapi Diklaim Gagal

Tren
Penuhi 2 Target, Erick Thohir Beri Sinyal Perpanjang Kontrak Shin Tae-yong

Penuhi 2 Target, Erick Thohir Beri Sinyal Perpanjang Kontrak Shin Tae-yong

Tren
Siapa Sosok Wanita di Balik Patung Liberty yang Jadi Simbol Kebebasan Amerika Serikat?

Siapa Sosok Wanita di Balik Patung Liberty yang Jadi Simbol Kebebasan Amerika Serikat?

Tren
3 Hakim MK 'Dissenting Opinion' dalam Putusan Sengketa Pilpres 2024

3 Hakim MK "Dissenting Opinion" dalam Putusan Sengketa Pilpres 2024

Tren
Gempa Terkini M 5,1 Guncang Pacitan Terasa hingga Malang

Gempa Terkini M 5,1 Guncang Pacitan Terasa hingga Malang

Tren
5 Hasil Putusan MK soal Dugaan Jokowi Cawe-cawe di Pilpres 2024

5 Hasil Putusan MK soal Dugaan Jokowi Cawe-cawe di Pilpres 2024

Tren
Penjelasan KAI soal Nomor Kursi Kereta Tambahan Yogyakarta-Gambir New Generation yang Acak-acakan

Penjelasan KAI soal Nomor Kursi Kereta Tambahan Yogyakarta-Gambir New Generation yang Acak-acakan

Tren
Gempa M 5,1 Guncang Pacitan, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

Gempa M 5,1 Guncang Pacitan, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com