Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

7 Fakta Pungli Pegawai Rutan KPK, Raup Rp 6 Miliar Disanksi Minta Maaf

Kompas.com - 19/02/2024, 12:30 WIB
Erwina Rachmi Puspapertiwi,
Rizal Setyo Nugroho

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Puluhan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang bertugas di rumah tahanan (rutan) terbukti melanggar etik dengan melakukan pungutan liar (pungli) dan gratifikasi terhadap tahanan.

Hal tersebut terbukti dalam sidang etik yang digelar pada Rabu (17/1/2024) oleh Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (Dewas KPK).

Dalam sidang tersebut, sebanyak 93 pegawai rutan KPK terlibat dalam pungli yang dilakukan di setidaknya tiga rutan cabang KPK. 

Pelaku pungli diketahui berhasil meraup total mencapai Rp 6,1 miliar. Praktik pungli di rutan KPK diduga telah terjadi sejak 2018.

Berikut sejumlah fakta atas temuan praktik pungli oleh pegawai rutan KPK terhadap para tahanan.

Baca juga: Stagnasi Skor Indeks Persepsi Korupsi Indonesia Stagnan, Apa Langkah KPK Selanjutnya?


1. Pungli libatkan 93 pegawai rutan KPK

Kasus dugaan pungli berawal dari temuan Dewas KPK. Saat itu, ditemukan adanya pungli yang melibatkan uang sebanyak Rp 4 miliar per Desember 2021 hingga Maret 2023.

Diberitakan Kompas.id (19/2/2024), pihak Dewas KPK segera melakukan pemeriksaan atas temuan tersebut. Sebanyak 169 orang yang terdiri dari pegawai KPK, tahanan, dan pihak lain diperiksa atas kasus ini.

Dewas KPK lalu menetapkan 93 pegawai KPK melakukan pelanggaran etika berat dengan menerima uang dari tahanan atau keluarga tahanan yang mendekam di rutan KPK.

Dewas KPK mengadakan sidang dugaan pelanggaran etik terhadap 93 pegawai KPK pada Rabu (17/1/2024) di Jakarta. Sidang itu dilakukan dalam enam gelombang.

Sebanyak 15 orang disatukan dalam satu berkas perkara. Sementara perkara tiga pegawai sisanya disatukan karena berstatus atasan pegawai. Sidang dikelompokkan berdasarkan pasal yang dituduhkan, salah satunya penyalahgunaan wewenang.

Pegawai rutan KPK yang disidang terdiri dari kepala rutan, mantan kepala rutan, komandan regu, staf, dan pengawal tahanan.

2. Lakukan berbagai modus

Anggota Dewas KPK, Syamsuddin Haris, menjelaskan berbagai keuntungan yang didapat tahanan usai membayar pungli ke petugas rutan KPK.

”Dengan melakukan pungutan kepada tahanan, tahanan itu mendapat layanan lebih. Misalnya, ponsel untuk komunikasi itu contohnya. Bisa juga dalam bentuk cas (mengisi daya listrik) ponsel dan lain-lain,” ujarnya.

Untuk membawa ponsel masuk rutan, tahanan harus membayar Rp 10 juta sampai Rp 20 juta. Mereka dimintai uang Rp 200.000 sampai Rp 300.000 setiap mengisi daya listrik di ponsel dan powerbank. Mereka juga membayar uang bulanan Rp 4 juta sampai Rp 5 juta selama memakai ponsel tersebut.

Selain itu, ada tahanan yang bayar pungli agar bisa memesan makanan dari luar secara daring. Mereka dibantu petugas rutan untuk membawa makanan masuk ke ruang tahanan.

Baca juga: Mengundurkan Diri dari KPK, Berikut Karier Panjang Firli Bahuri

Halaman Berikutnya
Halaman:

Terkini Lainnya

Kemenhub Buka 18.017 Formasi CASN 2024, Ini Rincian dan Syaratnya

Kemenhub Buka 18.017 Formasi CASN 2024, Ini Rincian dan Syaratnya

Tren
Google Pecat 28 Karyawan yang Protes Perusahaan Punya Kontrak dengan Israel

Google Pecat 28 Karyawan yang Protes Perusahaan Punya Kontrak dengan Israel

Tren
Cara Membatasi Jumlah Perangkat yang Tersambung Hotspot di Ponsel Android

Cara Membatasi Jumlah Perangkat yang Tersambung Hotspot di Ponsel Android

Tren
Ramai soal Mobil Seruduk Gerobak PKL di Pasar Klewer Solo, Sopir Diduga Meninggal Saat Menyetir

Ramai soal Mobil Seruduk Gerobak PKL di Pasar Klewer Solo, Sopir Diduga Meninggal Saat Menyetir

Tren
Daftar Rudal Balistik yang Dimiliki Iran dan Israel

Daftar Rudal Balistik yang Dimiliki Iran dan Israel

Tren
Apakah Terlambat 1 Hari Membayar BPJS Kesehatan Terkena Denda? Ini Penjelasannya

Apakah Terlambat 1 Hari Membayar BPJS Kesehatan Terkena Denda? Ini Penjelasannya

Tren
Mengenal Isfahan, Kota Bersejarah yang Jadi Target Serangan Israel ke Iran

Mengenal Isfahan, Kota Bersejarah yang Jadi Target Serangan Israel ke Iran

Tren
7 Jenis Obat Potensial Tingkatkan Risiko Anemia Aplastik, Tak Boleh Dipakai Sembarangan

7 Jenis Obat Potensial Tingkatkan Risiko Anemia Aplastik, Tak Boleh Dipakai Sembarangan

Tren
Resmi, Ada 26.319 Lowongan Kerja untuk PPPK dan CASN Kementerian PUPR 2024

Resmi, Ada 26.319 Lowongan Kerja untuk PPPK dan CASN Kementerian PUPR 2024

Tren
Unas Bentuk Tim Pencari Fakta Selidiki Dugaan Pencatutan Nama oleh Kumba Digdowiseiso

Unas Bentuk Tim Pencari Fakta Selidiki Dugaan Pencatutan Nama oleh Kumba Digdowiseiso

Tren
Kenali Waktu Terbaik dan Terburuk untuk Minum Air Kelapa

Kenali Waktu Terbaik dan Terburuk untuk Minum Air Kelapa

Tren
Terbaru, 40.839 Lowongan Kerja untuk PPPK dan CASN Kemensos 2024

Terbaru, 40.839 Lowongan Kerja untuk PPPK dan CASN Kemensos 2024

Tren
Orang yang Langsung S2 Setelah Sarjana Disebut Minim Performa Kerja, Pengamat Buka Suara

Orang yang Langsung S2 Setelah Sarjana Disebut Minim Performa Kerja, Pengamat Buka Suara

Tren
Ini Alasan Mengapa Perempuan Tak Boleh Tidur 2 Jam Setelah Melahirkan Normal

Ini Alasan Mengapa Perempuan Tak Boleh Tidur 2 Jam Setelah Melahirkan Normal

Tren
Kumpulan Twibbon dan Ucapan Hari Kartini 21 April 2024

Kumpulan Twibbon dan Ucapan Hari Kartini 21 April 2024

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com