Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Penumpang "Shuttle" Bandara Soekarno-Hatta Mengamuk dan Minta Menabrakkan Bus, Ini Kata Polisi

Kompas.com - 16/12/2023, 09:52 WIB
Alicia Diahwahyuningtyas,
Rizal Setyo Nugroho

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Video penumpang mengamuk dan membuat kerusuhan di dalam shuttle bus Bandara Soekarno-Hatta viral di media sosial TikTok.

Video viral itu diunggah oleh akun TikTok @beda.2tahun pada Jumat (15/12/2023).

Dalam video yang beredar itu, terdengar pria itu menyuruh sopir bus untuk menabrakkan bus yang sedang melaju tersebut.

Tampak pria dengan jaket hitam dengan membawa tas tersebut duduk di dekat pintu shuttle bus.

"Tabrakin ndan, tabrakin itu," ucap pria tersebut.

"Saya ndak bisa liat spion, duduk dulu," jawab sopir bus.

"Ndak papa ndan, tabrakin aja. Saya tutup nih spionnya. Tabrakin ndan 150, 200," ucap pria itu lagi dengan tubuhnya yang menghalangi spion.

Hingga Sabtu (16/12/2023) siang, unggahan tersebut sudah dilihat sebanyak 1,9 juta kali dan mendapatkan lebih dari 1.300 komentar dari warganet.

Selanjutnya, dalam unggahan video lain yang juga dimuat dalam akun tersebut, pria itu akhirnya diturunkan dari bus.

Lantas, bagaimana kronologi sebenarnya?

Baca juga: Penjelasan Angkasa Pura II soal Video Viral Atap Terminal Bandara Soetta yang Bocor


Penjelasan pihak Bandara Soekarno-Hatta

Senior Manager Branch Communications and Legal Bandara Soekarno-Hatta M. Holik Muardi mengonfirmasi adanya kejadian dalam video yang beredar di media sosial tersebut.

"Merujuk pada video di media sosial mengenai adanya penumpang yang melakukan tindakan kurang menyenangkan di shuttle bus Bandara Soekarno-Hatta, dapat kami sampaikan bahwa betul kejadian terjadi pada hari Kamis, 14 Desember 2023 pukul 14.00 WIB," ujarnya kepada Kompas.com, Sabtu (16/12/2023).

Holik menyampaikan, penumpang tersebut awalnya naik dari Terminal 3. Ia menambahkan, saat itu driver shuttle bus melayani secara normal sebagaimana penumpang lainnya.

Baca juga: Penjelasan KPU Surabaya soal Ramai ODGJ Disebut Boleh Ikut Pemilu 2024

@beda.2tahun Membalas @anisa yuliani gatau kak, awalnya berdiri depan bus pas bus mau jalan sambil marah-marah. Disuru masuk kirain ngambek ga kebagian bus karna full, pas udah masuk semuanya di amukkin . #fyp #fyp? #viral #bandarasoekarnohatta #freeshuttlebus ? suara asli - Kamu ko balik sm masa lalu

Penumpang diidentifikasi sebagai ODGJ

Setelah masuk ke dalam bus, kata Holik, penumpang tersebut mulai bertindak aneh sehingga driver menurunkan penumpang tersebut di Terminal 1A.

Setelah itu, penumpang yang bersangkutan langsung diserahkan kepada petugas keamanan serta pihak Aviation Security (AVSEC) untuk ditindaklanjuti.

"AVSEC dan security di Terminal 1A mengamankan penumpang tersebut dan pihak keluarga kemudian menjemput penumpang tersebut yang teridentifikasi sebagai ODGJ," kata dia. 

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Bandara Soekarno-Hatta Kompol Reza Fahlevi mengungkapkan kronologi kejadian yang terjadi pada Kamis (14/12/2023).

Dia mengatakan, awalnya Polresta Bandara Soekarno-Hatta mendapatkan laporan dari petugas Avsec terminal 1 terkait penumpang shuttle bus yang diturunkan di area drop off Terminal 1 Bandara Soekarno-Hatta.

"Penyebab penumpang tersebut ditemukan karena diketahui pada saat menumpang bus terjadi persinggungan dengan penumpang penumpang bus lainnya," kata Reza.

Menurut dia, setelah berhasil ditangkap, pria tersebut diketahui berinisial WH dan berusia 32 tahun.

"Setelah dilakukan pendalaman oleh tim di lapangan beserta dengan rekan-rekan dari Angkasa Pura II dan Avsec, akhirnya telah diketahui bahwa yang bersangkutan itu berinisial WH," terang Kompol Reza Fahlevi.

 

Baca juga: Tinggal Serumah dengan ODGJ, Apa yang Harus Dilakukan?

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Terkini Lainnya

Daftar 19 Operasi yang Ditanggung BPJS Kesehatan 2024

Daftar 19 Operasi yang Ditanggung BPJS Kesehatan 2024

Tren
Jasa Raharja Beri Santunan untuk Korban Kecelakaan Maut di Subang, Ini Besarannya

Jasa Raharja Beri Santunan untuk Korban Kecelakaan Maut di Subang, Ini Besarannya

Tren
Media Asing Soroti Penampilan Perdana Timnas Sepak Bola Putri Indonesia di Piala Asia U17 2024

Media Asing Soroti Penampilan Perdana Timnas Sepak Bola Putri Indonesia di Piala Asia U17 2024

Tren
Seorang Bocah Berusia 7 Tahun Meninggal Setelah Keracunan Mi Instan di India

Seorang Bocah Berusia 7 Tahun Meninggal Setelah Keracunan Mi Instan di India

Tren
Apa Itu KRIS? Pengganti Kelas BPJS Kesehatan per 30 Juni 2025

Apa Itu KRIS? Pengganti Kelas BPJS Kesehatan per 30 Juni 2025

Tren
Kata Media Asing soal Kecelakaan di Subang, Soroti Buruknya Standar Keselamatan di Indonesia

Kata Media Asing soal Kecelakaan di Subang, Soroti Buruknya Standar Keselamatan di Indonesia

Tren
Pendaftaran STIS 2024 Dibuka 15 Mei, Total 355 Kuota, Lulus Jadi CPNS

Pendaftaran STIS 2024 Dibuka 15 Mei, Total 355 Kuota, Lulus Jadi CPNS

Tren
Mencari Bus Pariwisata yang Layak

Mencari Bus Pariwisata yang Layak

Tren
DNA Langka Ditemukan di Papua Nugini, Disebut Bisa Kebal dari Penyakit

DNA Langka Ditemukan di Papua Nugini, Disebut Bisa Kebal dari Penyakit

Tren
Duduk Perkara Komika Gerallio Dilaporkan Polisi atas Konten yang Diduga Lecehkan Bahasa Isyarat

Duduk Perkara Komika Gerallio Dilaporkan Polisi atas Konten yang Diduga Lecehkan Bahasa Isyarat

Tren
Arab Saudi Bangun Kolam Renang Terpanjang di Dunia, Digantung 36 Meter di Atas Laut

Arab Saudi Bangun Kolam Renang Terpanjang di Dunia, Digantung 36 Meter di Atas Laut

Tren
Penjelasan Pertamina soal Pegawai SPBU Diduga Intip Toilet Wanita

Penjelasan Pertamina soal Pegawai SPBU Diduga Intip Toilet Wanita

Tren
Kelas BPJS Kesehatan Dihapus Diganti KRIS Maksimal 30 Juni 2025, Berapa Iurannya?

Kelas BPJS Kesehatan Dihapus Diganti KRIS Maksimal 30 Juni 2025, Berapa Iurannya?

Tren
Penjelasan Polisi dan Dinas Perhubungan soal Parkir Liar di Masjid Istiqlal Bertarif Rp 150.000

Penjelasan Polisi dan Dinas Perhubungan soal Parkir Liar di Masjid Istiqlal Bertarif Rp 150.000

Tren
Apa yang Terjadi jika BPJS Kesehatan Tidak Aktif Saat Membuat SKCK?

Apa yang Terjadi jika BPJS Kesehatan Tidak Aktif Saat Membuat SKCK?

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com