Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Jaya Suprana
Pendiri Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan

Penulis adalah pendiri Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan.

Di Atas Kertas Beda di Atas Lapangan Hijau

Kompas.com - 07/12/2022, 07:25 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

SETELAH istirahat sehari pada Kamis, 8 Desember 2022, demi mengumpulkan energi untuk memulai pada Jumat 9 Desember 2022, delapan timnas yang lolos dari babak 16 besar akan saling berduel mati-matian pada babak perempat final Piala Dunia.

Secara tak terbantahkan berdasar fakta dapat dikatakan bahwa dua timnas Asia, yaitu Jepang dan Korea Selatan dan satu timnas Afrika, yaitu Senegal, sudah tersingkir pada babak 16 besar sehingga pada babak delapan besar tinggal tersisa dua negara Amerika Latin dan lima negara Eropa serta satu negara Afrika.

Babak delapan besar akan seru! Dua negara Amerika Latin terdiri dari 5 kali juara dunia Brasil serta 2 kali juara dunia Argentina.

Lima negara Eropa terdiri dari Perancis sebagai juara dunia 2018 dan 1998, Inggris juara dunia 1966. Sementara Portugal, Belanda, Kroasia belum pernah menjadi juara dunia maka justru makin haus untuk menjadi juara dunia.

Satu negara Afrika, yaitu Maroko juga belum pernah juara dunia.

Naga-naganya Belanda pada 2022 ingin menebus kekalahan melawan Jerman pada final Clash Of The Titans antara tim Beckenbauer versus tim Cruyff pada 1974.

Sementara Ronaldo berambisi membawa timnas Portugal menjadi Juara Dunia sebelum pensiun sebagai mahadewa sepakbola.

Sementara Krosia setelah “hanya” menjadi juara III Piala Dunia 2018 di Moskow pastinya juga ingin meng-up-grade diri menjadi juara I Piala Dunia 2022 di Qatar.

Sebagai sang pembunuh juara dunia 2010 Spanyol, Maroko makin bersemangat membunuh raksasa-raksasa lain pada Piala Dunia di Qatar demi maju tak gentar membuktikan
diri sebagai negara Afrika pertama menjadi juara dunia sepakbola.

Di atas kertas berdasar rekam jejak prestasi untuk menjuarai Piala Dunia 2022 di Qatar, Brasil menduduki posisi teratas disusul pada posisi ke dua.

Argentina bersama Perancis serta pada posisi ke tiga adalah Inggris, sementara Maroko, Portugal, Belanda dan Kroasia yang belum pernah juara dunia berbagi posisi yang sama untuk sudah barang tentu juga akan gigih berjuang rawe-rawe-rantas, malang-malang-putung untuk menjadi juara dunia.

Namun di atas kertas tidak selalu sama dengan di atas lapangan hijau, masih diperparah oleh bentuk bola bundar, maka apapun bisa terjadi pada Piala Dunia 2022.

Seperti, misalnya, Jepang melibas Jerman dan Spanyol, Tunisia menaklukkan Brasil, Saudi Arabia melibas Argentina serta Maroko menggunduli Spanyol 3-0 pada perpanjangan waktu dengan adu tendangan penalti. Goooooooooool !

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+