Kompas.com - 15/06/2022, 14:30 WIB

KOMPAS.com - Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan resmi dilantik sebagai Menteri Perdagangan (Mendag) pada Rabu (15/6/2022).

Zulkifli menggantikan posisi Muhammad Luthfi yang banyak mendapat sorotan terkait kisruh minyak goreng belakangan.

Berikut sepak terjang Zulkifli Hasan...

Profil Zulkifli Hasan

Berikut ini biodata Zulkifli Hasan:

Nama Lengkap

Zulkifli Hasan, SE, MM

Tempat, Tanggal Lahir

Lampung, 17 Mei 1962

Agama

Islam

Jabatan sebelumnya

Menteri Kehutanan (22 Oktober 2009-2014)

Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (2014 - 2019)

Pendidikan Umum:

  • SD, Lampung (1975)
  • SMP, Lampung (1979)
  • SMA Negeri 53, Jakarta (1982)
  • Fakultas Ekonomi Universitas Krisnadwipayana (Unkris), Jakarta (1996)
  • Magister Manajemen Sekolah Tinggi Manajemen PPM, Jakarta (2003)

Perjalanan karier

  • Presiden Direktur PT Panamas Mitra Inti Lestari
  • Presiden Direktur PT Batin Eka Perkasa (1988)
  • Presiden Direktur PT Sarana Bina Insani (1999)
  • Komisaris Utama PT Hudayasafari Travel (2000)
  • Legislatif DPR dari Partai Amanat Nasional (PAN) (2004-2009)

Keterlibatan dalam Organisasi

  • Anggota Komisi VI dari Fraksi PAN Partai Amanat Nasional (PAN)
  • Menteri Menteri Kehutanan Kabinet Indonesia Bersatu II (2009-2014)

Kegiatan Lain

  • Ketua Departemen Logistik KPPN DPP PAN
  • Ketua Lembaga Buruh Tani dan Nelayan
  • PW Anggota Muhammadiyah, Jakarta
  • Wakil Ketua Paguyuban Masyarakat Lampung SAI
  • Wakil Ketua Komite Tetap Pemberdayaan
  • Kadinda DKI
  • Pelindung Yayasan Al Husna Jakarta Deklarator Ikatan Pemuda Lampung (2003) Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional (PAN) (2005-2010)

Keluarga

Soraya (istri)

1. Futri Zulya Savitri (anak)

2. Zita Anjani (anak)

3. M Farras Nugraha (anak)

4. M Rafi Haikal (anak) 

Baca juga: Ketum PAN Zulkifli Hasan Harap Ada 3 Pasangan Calon pada Pilpres 2024

 

Pernah dukung wacana penundaan Pemilu

Awal tahun ini, Zulhas mendapat sorotan setelah mendukung gagasan penundaan Pemilu 2024 dan wacana perpanjangan masa jabatan.

Bagi Zulhas, ada beberapa alasan Pemilu 2024 harus ditunda.

Pertama, situasi pandemi Covid-19 yang memerlukan perhatian khusus pemerintah.

Kedua, kondisi perkonomian belum stabil, sehingga perlu adanya pemulihan untuk bangkit kembali.

Ketiga, dampak invasi Rusia-Ukraina yang perlu diantisipasi.

Keempat, anggaran pemilu yang besar, sebaiknya digunakan untuk kepentingan rakyat.

Kelima, keberlangsungan program-program pembangunan nasional yang tertunda akibat pandemi.

Baca juga: Zulkifli Hasan Ajak PKS Gabung ke Koalisi Indonesia Bersatu

Harta kekayaan

Dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), diketahui harta Zulhas mencapai Rp 32.810.882.791.

Sebagian besar hartanya berupa tanah dan bangunan senilai Rp 12.985.500.000. Ia tercatat 9 bidang tanah dan bangunan yang tersebar di Jakarta.

Ia juga tercatat memiliki 2 buah kendaraan senilai Rp 1,1 miliar.

Rincaiannya adalah sebuah mobil Toyota Alphard Minibus 2009 dan Toyota Alphard 2019.

Zulhas juga memiliki harta berupa kas dan setara kas senilai Rp 12.235.382.791.

Sementara harta bergerak yang dimiliki oleh Zulhas mencapai Rp 1.500.000 dan surat berharga sebesar Rp 4.990.000.000.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.