Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

9 Penyakit Keturunan yang Perlu Diwaspadai, dari Diabetes, Hipertensi hingga Jantung

Kompas.com - 21/02/2022, 16:00 WIB
Ahmad Naufal Dzulfaroh,
Rizal Setyo Nugroho

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Penyakit keturunan adalah suatu penyakit kelainan genetik yang diwariskan dari orangtua kepada anaknya.

Meskipun demikian, ada orangtua yang hanya bertindak sebagai pembawa sifat (carrier) saja dan penyakit ini baru muncul setelah dipicu oleh lingkungan dan gaya hidup seseorang.

Ada sejumlah penyakit keturunan yang sangat serius karena bisa diturunkan pada generasi berikutnya. Orangtua yang memiliki gen penyakit turunan, sebaiknya segera memeriksakan anaknya.

Baca juga: Bisnis dan Kekayaan Adiguna Sutowo, Mertua Dian Sastrowardoyo

Ada beberapa penyakit turunan yang secara otomatis diturunkan ke anak atau generasi berikutnya, yaitu:

1. Kanker

Kanker disebabkan oleh pertumbuhan dan penyebaran sel-sel abnormal, dikutip dari National Center for Biotechnology Information.

Meskipun risiko terkena kanker meningkat seiring bertambahnya usia, faktor genetik dan lingkungan juga menyebabkan orang memiliki risiko lebih tinggi untuk jenis kanker tertentu.

Beberapa kanker yang paling umum adalah kanker payudara, kanker paru-paru, dan kanker prostat.

Baca juga: 5 Superfood Penangkal Kanker, Beberapa Mudah Didapat dan Murah

2. Diabetes

Diabetes adalah penyakit kronis ketika kadar gula darah di atas normal. Banyak orang mengetahui tentang diabetes mereka setelah sejumlah gejala muncul. 

Menurut American Diabetes Association, satu dari tiga orang yang menderita diabetes tipe 2 tidak tahu bahwa mereka mengidap penyakit tersebut.

Gejala terjadi ketika tubuh gagal mengubah gula dan makanan lain menjadi energi. Ini terjadi karena tubuh tidak dapat membuat atau menggunakan hormon yang disebut insulin.

Masalah serius dari diabetes dapat mencakup kebutaan, gagal ginjal, dan kematian.

Diabetes dapat dideteksi secara dini dan pengobatan dapat mencegah sejumlah penyakit berat muncul. 

Baik faktor genetik maupun lingkungan seperti diet dan olahraga memainkan peran penting dalam mendapatkan penyakit ini.

Baca juga: Profil Ibnu Sutowo, Direktur Pertama Pertamina, Kakek Mertua Dian Sastro

 

3. Asma

Asma adalah penyakit paru-paru yang menyebabkan sesak napas, mengi, batuk, dan dada sesak secara berulang-ulang, mulai dari ringan hingga berat.

Gejala-gejala tersebut akan muncul ketika ada pemicunya, seperti debu, bulu binatang, jamur, serbuk sari, udara dingin, stres, pilek, alergi, dan polusi udara.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Asthma and Allergy Foundation of America (AAFA), seorang anak beresiko tinggi terkena asma ketika kedua orang tuanya mengidap penyakit tersebut.

Namun resiko tersebut akan menjadi lebih tinggi jika yang mengidap asma adalah sang ibu.

Meskipun demikian, terdapat faktor risiko lainnya yang dapat mencetuskan timbulnya asma adalah:

  • Alergen (zat yang menyebakan alergi): debu, karpet, bulu binatang, polusi kendaraan
  • Asap rokok
  • Udara dingin
  • Iritasi zat kimia
  • Olahraga berlebihan
  • Infeksi virus: influenza

Faktor genetik dalam penyakit asma tidak dapat dimodifikasi. Apabila orangtua memilik asma, maka anak dapat memiliki faktor risiko asma atau memiliki resiko alergi.

Baca juga: 4 Gejala Asma yang Perlu Diwaspadai

4. Darah tinggi atau hipertensi

Hipertensi atau penyakit darah tinggi bisa muncul apabila memiliki riwayat anggota keluarga memiliki darah tinggi.

Meskipun demikian, faktor merokok bisa meningkatkan tekanan jantung dan pembuluh darah yang diakibatkan oleh zat kimianya, sehingga pembuluh darah menyempit.

Tekanan darah adalah ukuran seberapa keras jantung Anda bekerja untuk mendorong darah melalui arteri.

Tekanan darah tinggi berarti jantung Anda bekerja terlalu keras. Seiring waktu, tekanan darah tinggi dapat menyebabkan gagal ginjal, serangan jantung, stroke, dan masalah kesehatan lainnya.

Risiko darah tinggi akan semakin meningkat seiring bertambahnya usia, kelebihan berat badan, dan memiliki riwayat keluarga hipertensi.

Baca juga: Perempuan Lebih Berisiko Mengalami Hipertensi Daripada Laki-laki, Apa Penyebabnya?

5. Gangguan gen tunggal

Kelainan gen tunggal adalah salah satu kelainan genetik yang paling dipahami dengan baik mengingat pola pewarisannya yang langsung.

Beberapa kelainan gen tunggal yang lebih umum termasuk cystic fibrosis, hemochromatosis, Tay-Sachs, dan anemia sel sabit.

Meskipun penyakit ini terutama disebabkan oleh satu gen, beberapa mutasi yang berbeda dapat menyebabkan penyakit yang sama, tetapi dengan berbagai tingkat keparahan dan fenotipe.

Baca juga: Tips Mengolah Kentang Goreng untuk Penderita Hipertensi dan Kolesterol Tinggi

 

6. Penyakit jantung

Ketika orang tua, kakek, nenek, atau anggota keluarga lain memiliki penyakit jantung, ada kemungkinan keturunannya juga mengalami penyakit yang sama.

Demikian pula bila ada faktor risiko penyakit jantung dalam keluarganya, seperti tekanan darah tinggi dan kadar kolesterol tinggi.

Dilansir dari Healthline, penyakit jantung adalah penyebab utama kematian di banyak negara, baik menyerang laki-laki maupun perempuan.

Penyakit jantung mencakup berbagai masalah kardiovaskular, seperti aritmia, infeksi jantung, cacat cantung bawaan, kardiomiopati, aterosklerosis, dan jantung koroner.

Baca juga: Pengaruh Berat Badan Pada Kesehatan Jantung

7. Alzheimer dan Demensia

Penyakit Alzheimer adalah bentuk progresif dari demensia. Demensia merupakan istilah yang lebih luas untuk kondisi yang secara negatif mempengaruhi memori, pemikiran, dan perilaku.

Demensia dapat memiliki berbagai penyebab, seperti cedera otak atau penyakit. Terkadang penyebabnya tidak diketahui.

Menurut Asosiasi Alzheimer, penyakit Alzheimer menyumbang 60 hingga 80 persen kasus demensia. Kebanyakan orang dengan penyakit ini mendapatkan diagnosis setelah usia 65 tahun.

Baca juga: Untuk 55 Tahun ke Atas, Perubahan Cara Berjalan adalah Tanda Awal Demensia

 

8. Radang sendi

Ada lebih dari 100 jenis radang sendi yang berbeda, dengan berbagai penyebab dan metode pengobatan.

Osteoarthritis (OA) adalah jenis radang sendi yang paling umum, sementara jenis lainnya adalah rheumatoid arthritis, arthritis psoriatik, dan encok.

Gejala radang sendi biasanya berkembang dari waktu ke waktu, tetapi bisa juga muncul secara tiba-tiba.

Usia khas untuk mengembangkan rheumatoid arthritis (RA) adalah antara usia 30 dan 50 tahun. Namun, dapat mempengaruhi anak-anak, remaja, dan dewasa muda.

Baca juga: Kenali, Ini Gejala Omicron pada Anak dan Orang Dewasa

9. Depresi

Depresi diklasifikasikan sebagai gangguan mood. Ini dapat digambarkan sebagai perasaan sedih, kehilangan, atau kemarahan yang mengganggu aktivitas sehari-hari seseorang.

Depresi dianggap sebagai kondisi medis serius yang dapat memburuk tanpa perawatan yang tepat.

Tidak semua orang dengan depresi akan mengalami gejala yang sama. Gejala dapat bervariasi dalam tingkat keparahan, seberapa sering terjadi, dan berapa lama berlangsung.

Seseorang memiliki risiko depresi lebih tinggi apabila memiliki riwayat di keluarganya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya

Terkini Lainnya

Ketahui, Ini Masing-masing Manfaat Vitamin B1, B2, hingga B12

Ketahui, Ini Masing-masing Manfaat Vitamin B1, B2, hingga B12

Tren
Uni Eropa Segera Larang Retinol Dosis Tinggi di Produk Kecantikan

Uni Eropa Segera Larang Retinol Dosis Tinggi di Produk Kecantikan

Tren
Hamas Terima Usulan Gencatan Senjata, Israel Justru Serang Rafah

Hamas Terima Usulan Gencatan Senjata, Israel Justru Serang Rafah

Tren
Pengakuan TikToker Bima Yudho Dapat Tawaran Endorse Bea Cukai, DBC: Tak Pernah Ajak Kerja Sama

Pengakuan TikToker Bima Yudho Dapat Tawaran Endorse Bea Cukai, DBC: Tak Pernah Ajak Kerja Sama

Tren
Mengenal Rafah, Tempat Perlindungan Terakhir Warga Gaza yang Terancam Diserang Israel

Mengenal Rafah, Tempat Perlindungan Terakhir Warga Gaza yang Terancam Diserang Israel

Tren
Fortuner Polda Jabar Tabrak Elf Picu Kecelakaan di Tol MBZ, Pengemudi Diperiksa Propam

Fortuner Polda Jabar Tabrak Elf Picu Kecelakaan di Tol MBZ, Pengemudi Diperiksa Propam

Tren
Alasan Polda Metro Jaya Kini Kirim Surat Tilang via WhatsApp

Alasan Polda Metro Jaya Kini Kirim Surat Tilang via WhatsApp

Tren
UPDATE Identitas Korban Meninggal Tabrakan KA Pandalungan Vs Mobil di Pasuruan, Berasal dari Ponpes Sidogiri

UPDATE Identitas Korban Meninggal Tabrakan KA Pandalungan Vs Mobil di Pasuruan, Berasal dari Ponpes Sidogiri

Tren
Salinan Putusan Cerai Ria Ricis Beredar di Medsos, Bagaimana Aturan Publikasi Dokumen Perceraian?

Salinan Putusan Cerai Ria Ricis Beredar di Medsos, Bagaimana Aturan Publikasi Dokumen Perceraian?

Tren
Spyware Mata-mata asal Israel Diduga Dijual ke Indonesia

Spyware Mata-mata asal Israel Diduga Dijual ke Indonesia

Tren
Idap Penyakit Langka, Seorang Wanita di China Punya Testis dan Kromosom Pria

Idap Penyakit Langka, Seorang Wanita di China Punya Testis dan Kromosom Pria

Tren
Ribuan Kupu-kupu Serbu Kantor Polres Mentawai, Fenomena Apa?

Ribuan Kupu-kupu Serbu Kantor Polres Mentawai, Fenomena Apa?

Tren
Ramai soal Susu Dicampur Bawang Goreng, Begini Kata Ahli Gizi

Ramai soal Susu Dicampur Bawang Goreng, Begini Kata Ahli Gizi

Tren
57 Tahun Hilang Saat Perang Vietnam, Tentara Amerika Ini 'Ditemukan'

57 Tahun Hilang Saat Perang Vietnam, Tentara Amerika Ini "Ditemukan"

Tren
5 Tahun Menjabat, Sekian Uang Pensiun Seumur Hidup Anggota DPR RI

5 Tahun Menjabat, Sekian Uang Pensiun Seumur Hidup Anggota DPR RI

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com