Kompas.com - 21/02/2022, 13:13 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

MUNGKIN film dokumenter terpopuler belakangan ini adalah “Downfall the case against Boeing” yang sekarang tengah beredar di Netflix.

Sebuah cerita drama dari investigasi penyebab kecelakaan dua pesawat terbang mutakhir keluaran pabrik Boeing yang hanya berselang beberapa bulan saja.

Film yang disutradarai oleh Rory Elizabeth Katherine Kennedy, putri bungsu dari senator Robert F Kennedy menjadi menarik perhatian karena mengangkat kasus dugaan kesalahan pabrik Boeing pada dua kecelakaan tersebut.

Seperti diketahui, pesawat Boeing 737 MAX Lion Air JT 610 mengalami kecelakaan pada tanggal 29 Oktober 2018.

Pesawat jatuh hanya beberapa menit after take off menewaskan 189 penumpang dan kru.

Hanya beberapa bulan berselang, tanggal 10 Maret 2019, pesawat sejenis milik Ethiopian Airlines mengalami kecelakaan yang nyaris serupa, yaitu jatuh after take off.

Sebanyak 157 penumpang dan kru tewas menyebabkan total 346 nyawa melayang pada dua kecelakaan tersebut.

Pesawat generasi terbaru Boeing 737 MAX 8 saat terbang untuk pertama kalinya di Renton, Washington, Amerika Serikat, 29 Januari 2016. Pesawat ini merupakan seri terbaru dan populer dengan fitur mesin hemat bahan bakar dan desain sayap yang diperbaharui.AFP PHOTO/GETTY IMAGES/STEPHEN BRASHEAR Pesawat generasi terbaru Boeing 737 MAX 8 saat terbang untuk pertama kalinya di Renton, Washington, Amerika Serikat, 29 Januari 2016. Pesawat ini merupakan seri terbaru dan populer dengan fitur mesin hemat bahan bakar dan desain sayap yang diperbaharui.

Mengapa kecelakaan pesawat terbang selalu menarik perhatian? Karena selain jumlah korban yang cukup banyak, ada hal prinsip yang sulit untuk dapat dimengerti orang awam.

Kecelakaan pesawat terbang dapat dikatakan tidak pernah terjawab dengan jernih siapa yang salah dan sekaligus harus bertanggung jawab.

Pada kasus Lion Air dan Ethiopian Airlines yang merengut sekaligus 346 orang, walau ada dugaan kuat tentang kesalahan pabrik pesawat, hingga kini tidak ada satu orangpun yang dinyatakan sebagai tersangka.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.