Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Melakukan Pemupukan yang Tepat agar Efektif dan Efisien

Kompas.com - 13/02/2022, 06:30 WIB
Nur Rohmi Aida,
Rizal Setyo Nugroho

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Cara melakukan pemupukan yang baik dan benar penting untuk diketahui oleh petani. 

Sebab petani memerlukan pengetahuan tentang metode pemupukan yang benar, hal itu agar berefek langsung pada tingkat efektivitas dan efisiensi penggunaan pupuk.

Selain itu, pemupukan yang baik maka tanaman bisa tumbuh dengan subur dan menghasilkan panen yang maksimal. Lantas bagaimanakah cara pemupukan yang benar?

Baca juga: Jangan Dibuang, Air Cucian Beras Bisa Dijadikan Pupuk, Ini Caranya

Pemupukan dimulai sejak awal tanam

Mengutip dari laman Bonnieplants, pemupukan sebaiknya diberikan sejak awal, yaitu saat tanaman mulai tumbuh.

Sehingga memperhatikan waktu pemupukan pada tanaman adalah salah satu hal yang penting.

Sebagai contoh, dilansir dari laman Disperkimta Buleleng, pada tanaman jenis rumput, tanaman besar dan semak pemupukan bisa diberikan rutin setiap bulan sekali dalam 3 bulan.

Selain waktu, mengutip laman Litbang Pertanian Sulawesi Selatan, pemberian pupuk sebaiknya didasarkan pada sifat pertumbuhan tanaman dan bagaimana sifat-sifat pupuk itu sendiri.

Sebagai contoh apabila pupuk yang diberikan adalah pupuk yang mudah larut maka pemberiannya bisa dilakukan secara bertahap.

Contoh pada pupuk Urea maupun KCL atau ketika pupuk diaplikasikan pada tekstur tanah yang kasar.

Adapun pupuk yang melarutnya lambat bisa diberikan sekaligus seperti pada pupuk SP 36, DSP dan ESP.

Selain itu apabila pupuk yang digunakan merupakan pupuk kimia maka harus diperhatikan takaran dosis pupuk yang tertera dalam kemasan.

Baca juga: Bisa Dibuat dari Sampah Dapur, Apa Saja Kelebihan Pupuk Kompos?

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya

Terkini Lainnya

Studi Ungkap Kemiskinan Bikin Otak Cepat Tua dan Tingkatkan Risiko Demensia

Studi Ungkap Kemiskinan Bikin Otak Cepat Tua dan Tingkatkan Risiko Demensia

Tren
Saat Media Asing Ramai-ramai Soroti Putusan Sengketa Hasil Pilpres 2024...

Saat Media Asing Ramai-ramai Soroti Putusan Sengketa Hasil Pilpres 2024...

Tren
BMKG Prediksi Musim Kemarau Mundur Mulai Mei 2024, Wilayah Mana Saja?

BMKG Prediksi Musim Kemarau Mundur Mulai Mei 2024, Wilayah Mana Saja?

Tren
Rencana Perjalanan Jemaah Haji 2024 asal Indonesia, Keberangkatan Mulai 12 Mei

Rencana Perjalanan Jemaah Haji 2024 asal Indonesia, Keberangkatan Mulai 12 Mei

Tren
Psikolog: 3 Ucapan Ini Sering Diucapkan Orang dengan Mental Tangguh

Psikolog: 3 Ucapan Ini Sering Diucapkan Orang dengan Mental Tangguh

Tren
Respons Kubu Anies, Prabowo, dan Ganjar Usai MK Tolak Gugatan Pilpres 2024

Respons Kubu Anies, Prabowo, dan Ganjar Usai MK Tolak Gugatan Pilpres 2024

Tren
Wilayah Berpotensi Hujan Lebat, Petir, dan Angin Kencang pada 23-24 April 2024

Wilayah Berpotensi Hujan Lebat, Petir, dan Angin Kencang pada 23-24 April 2024

Tren
[POPULER TREN] Prakiraan Cuaca BMKG 22-23 April | Gempa M 4,9 Guncang Cilacap

[POPULER TREN] Prakiraan Cuaca BMKG 22-23 April | Gempa M 4,9 Guncang Cilacap

Tren
Kenali Apa Itu Dissenting Opinion dalam Putusan MK, Kelebihan, dan Kekurangannya

Kenali Apa Itu Dissenting Opinion dalam Putusan MK, Kelebihan, dan Kekurangannya

Tren
Irak Luncurkan Roket ke Pangkalan Militer AS di Suriah, Tapi Diklaim Gagal

Irak Luncurkan Roket ke Pangkalan Militer AS di Suriah, Tapi Diklaim Gagal

Tren
Penuhi 2 Target, Erick Thohir Beri Sinyal Perpanjang Kontrak Shin Tae-yong

Penuhi 2 Target, Erick Thohir Beri Sinyal Perpanjang Kontrak Shin Tae-yong

Tren
Siapa Sosok Wanita di Balik Patung Liberty yang Jadi Simbol Kebebasan Amerika Serikat?

Siapa Sosok Wanita di Balik Patung Liberty yang Jadi Simbol Kebebasan Amerika Serikat?

Tren
3 Hakim MK 'Dissenting Opinion' dalam Putusan Sengketa Pilpres 2024

3 Hakim MK "Dissenting Opinion" dalam Putusan Sengketa Pilpres 2024

Tren
Gempa Terkini M 5,1 Guncang Pacitan Terasa hingga Malang

Gempa Terkini M 5,1 Guncang Pacitan Terasa hingga Malang

Tren
5 Hasil Putusan MK soal Dugaan Jokowi Cawe-cawe di Pilpres 2024

5 Hasil Putusan MK soal Dugaan Jokowi Cawe-cawe di Pilpres 2024

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com