Kompas.com - 08/01/2022, 14:00 WIB

KOMPAS.com - Transaksi online memang praktis, namun transaksi ini juga sangat rawan penipuan.

Karena hal inilah, berbagai fitur transaksi online membagikan kode OTP kepada para penggunanya.

OTP adalah singkatan dari On Time Password. Sesuai namanya, OTP adalah password yang bersifat sementara dan memiliki batas waktu pemakaian.

Melansir dari Smart Id, OTP biasanya dikirimkan melalui SMS atau email dan hanya bisa digunakan di waktu tersebut.

OTP diberikan pada saat pendaftaran akun atau pada saat pembaharuan akun dilakukan. Jadi jika Anda tak bisa memasukkan kode OTP dengan benar, maka Anda tak akan bisa melanjutkan proses mengakses akun yang ada.

Pengiriman kode OTP ini berdasarkan nomor ponsel atau alamat email yang Anda daftarkan pada aplikasi tersebut.

Ketika Anda akan mengakses akun atau memperbaharui akun, kode OTP ini akan dikirimkan dalam waktu hitungan detik hingga menit.

Jika kode tak segera sampai lebih dari 2 menit lamanya, biasanya ada gangguan jaringan yang terjadi.

Baca juga: Cara Mengecek dan Melaporkan Online Shop yang Melakukan Penipuan

Mengenal modus penipuan OTP fraud

Kode OTP jangan pernah diberikan kepada pihak lain. Bocornya kode OTP bisa digunakan untuk membajak akun transaksi online atau membajak akun komunikasi milik Anda.

Ilustrasi OTP, One Time Password, Kode OTPShutterstock Ilustrasi OTP, One Time Password, Kode OTP
Mengutip dalam Instagram Indonesia Baik, beberapa oknum penipuan biasanya mengaku dari perbankan atau aplikasi jual beli seperti Tokopedia dan Shopee dan meminta kode OTP yang Anda terima.

Modus penipuan OTP fraud ini biasanya meliputi beberapa langkah berikut ini:

  • Kode OTP akan dikirimkan melalui SMS atau email dalam waktu singkat.
  • Penipu akan menelepon korban menggunakan nomor samaran.
  • Penipu akan menyamar menjadi pihak bank atau instansi tertentu.
  • Pelaku akan mengatakan bahwa kartu kredit atau akun jual beli milik korban sedang disalahgunakan orang lain dan mereka menawarkan bantuan. 
  • Pelaku atau penipu akan meminta kode OTP yang masuk beruntun ke dalam ponsel korban. Kode OTP ini akan masuk terus lantaran ulah penipu yang memang tengah mencoba membobol akun korban sehingga sistem pusat dari akun yang ada memberikan kode OTP kepada pemilik akun.
  • Jika pelaku penipuan mendapatkan kode OTP yang ada, maka benteng keamanan dari akun perbankan atau aplikasi korban bisa langsung ditembus dan diakses.

Bahaya penipuan bermodus OTP fraud terus ada di sekitar kita. Jadi waspadalah terhadap pihak-pihak yang meminta Anda memberikan kode OTP.

Karena pihak bank tidak pernah meminta konsumen untuk memberikan kode OTP-nya dengan alasan apapun.

Baca juga: Cara Mengecek dan Melaporkan Rekening Penipuan via Cekrekening.id

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.