Hari Ini dalam Sejarah: Mohammad Hatta Mundur sebagai Wakil Presiden

Kompas.com - 01/12/2021, 08:30 WIB
Bung Hatta (berdiri) ketika menjelaskan lagi pendapatnya tentang saat-saat menjelang Proklamasi Kemerdekaan di rumah bekas penculiknya, Singgih (baju batik hitam). Tampak dari kiri kekanan: GPH Djatikusumo, D. Matullesy SH, Singgih, Mayjen (Purn) Sungkono, Bung Hatta, dan bekas tamtama PETA Hamdhani, yang membantu Singgih dalam penculikan Soekarno Hatta ke Rengasdengklok. Kompas/JB SuratnoBung Hatta (berdiri) ketika menjelaskan lagi pendapatnya tentang saat-saat menjelang Proklamasi Kemerdekaan di rumah bekas penculiknya, Singgih (baju batik hitam). Tampak dari kiri kekanan: GPH Djatikusumo, D. Matullesy SH, Singgih, Mayjen (Purn) Sungkono, Bung Hatta, dan bekas tamtama PETA Hamdhani, yang membantu Singgih dalam penculikan Soekarno Hatta ke Rengasdengklok.

KOMPAS.com - Hari ini 65 tahun yang lalu, atau tepatnya pada 1 Desember 1956, Mohammad Hatta mengundurkan diri dari jabatan Wakil Presiden ke-1 RI.

Dia menjabat sebagai Wakil Presiden (Wapres) sejak 18 Agustus 1945.

Keputusan untuk mengundurkan diri itu membuat posisi wakil presiden kosong hingga 1973.

Baca juga: Profil Wakil Presiden RI: Mohammad Hatta (1945-1956)

Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Megawati Soekarnoputri mengungkapkan alasan mengapa Presiden Soekarno tak mengangkat seseorang sebagai Wakil Presiden usai Muhammad Hatta mengundurkan diri.

"Coba kita pikir, kenapa bapak saya selama jadi presiden, tidak punya lagi wapres. Itu punya makna sebenarnya. Kenapa? Ndak mau tergantikan dengan yang namanya Bung Hatta. Coba pikirkan, itu sebuah persahabatan lho," kata Megawati sebagaimana diberitakan Kompas.com, 12 Agustus 2021.

Megawati pun menceritakan kedekatan lainnya antara Bung Karno dan Bung Hatta.

Kedekatan Bung Karno dengan Bung Hatta

Bung Karno dan Bung Hatta dijuluki sebagai dwitunggal, karena merupakan simbol kepemimpinan Indonesia di masa awal kemerdekaan Republik Indonesia.

Keduanya sahabat sejati meski kerap berbeda pandangan politik.

Mereka berjuang bersama dengan pejuang Tanah Air lainnya sejak awal untuk membebaskan bangsa Indonesia dari penjajahan dan kolonialisme.

Baca juga: Mengenang Sosok Bung Hatta, dari Sepatu Bally hingga Tak Mau Dimakamkan di Taman Makam Pahlawan

Di luar jasa besarnya itu, dalam hubungan pribadi, mereka juga adalah sahabat sejati.

Melansir Kompas.id, 13 Agustus 2021, menurut Megawati, hubungan ayahnya saat menjabat sebagai Presiden Pertama RI, dengan Wapres Pertama M Hatta adalah bentuk persahabatan sejati.

Di luar hubungan kerja profesional, keduanya sangat dekat secara personal.

Meskipun di akhir pemerintahan, banyak perbedaan yang menyebabkan Bung Hatta mundur sebagai wapres, hubungan keduanya tetap baik.

Bahkan, Bung Karno sering berkunjung ke rumah Bung Hatta dan makan siang bersama meskipun ada perbedaan pandangan politik saat itu.

Baca juga: Profil dan Sepak Terjang 4 Pahlawan Nasional Baru, Siapa Saja Mereka?

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.