Kompas.com - 15/09/2021, 13:30 WIB
Puluhan aktivis yang tergabung dalam Koalisi Peduli Orangutan Sumatera menggelar aksi unjuk rasa mengecam pelaku penyiksaan induk dan bayi orangutan di Bundaran Simpang Lima, Pusat Kota Banda Aceh, Jumat (15/3/2019). Mereka menuntut keadilan untuk induk dan bayi orangutan yang mengalami penyiksaan di Subulussalam, Aceh, dan mendesak kepolisian segera mengungkap dan menghukum pelaku, serta menertibkan peredaran senapan angin dari masyarakat agar satwa dilindungi tak lagi menjadi sasaran peluru. KOMPAS.com/RAJA UMARPuluhan aktivis yang tergabung dalam Koalisi Peduli Orangutan Sumatera menggelar aksi unjuk rasa mengecam pelaku penyiksaan induk dan bayi orangutan di Bundaran Simpang Lima, Pusat Kota Banda Aceh, Jumat (15/3/2019). Mereka menuntut keadilan untuk induk dan bayi orangutan yang mengalami penyiksaan di Subulussalam, Aceh, dan mendesak kepolisian segera mengungkap dan menghukum pelaku, serta menertibkan peredaran senapan angin dari masyarakat agar satwa dilindungi tak lagi menjadi sasaran peluru.

KOMPAS.com - Warganet pengguna Twitter belum lama ini ramai memperbincangkan isu penggunaan senapan angin yang dinilai dapat membahayakan kehidupan satwa di Indonesia.

Perbincangan mengenai isu itu bermula dari utas yang dibuat oleh akun @HopeOrangutan pada Minggu (14/2/2021).

Baca juga: Daftar 20 Jenis Ikan Bersirip yang Dilindungi, dari Pari Sungai Tutul hingga Arwana Irian

Baca juga: Kucing Emas, Satwa Langka Dilindungi yang Habitatnya Hanya Ada di Wilayah Sumatera

Utas dengan hashtag #TerorSenapanAngin itu merangkum serangkaian kasus kekerasan terhadap satwa yang pernah terjadi di Indonesia, dan melibatkan penggunaan senapan angin.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Adapun sejumlah satwa yang dilaporkan menjadi korban senapan angin antara lain, kucing, kukang, monyet ekor panjang, dan bahkan satwa dilindungi seperti orang utan.

"Yuk teman-teman, JANGAN BIARKAN penyalahgunaan senapan angin berlanjut! Mari kita hentikan dan kawal #TerorSenapanAngin !! Yok bisa yok, #ProtectNotBullet ! Biarkan mereka yang seharusnya hidup di alam, hidup dalam damai!," tulis @HopeOrangutan dalam utas tersebut.

Utas tersebut berhasil menarik perhatian warganet, dengan lebih dari 26,9 ribu retweet, dan lebih dari 47,3 ribu likes. Tidak kurang dari seribu komentar juga dilontarkan oleh warganet di kolom reply utas tersebut.

Baca juga: Tidak Memejamkan Mata, Bagaimana Cara Ikan Tidur?

Mudahnya akses terhadap senapan angin

Polres Blitar Kota menggerebek industri senapan angin rumahan di Kabupaten Blitar dan menyita 135 pucuk senapan angin, Kamis (3/6/2021)KOMPAS.COM/ASIP HASANI Polres Blitar Kota menggerebek industri senapan angin rumahan di Kabupaten Blitar dan menyita 135 pucuk senapan angin, Kamis (3/6/2021)

Aktivis kesejahteraan satwa dari Jakarta Animal Aid Network (JAAN), Femke de Haas mengatakan, hampir setiap minggu pihaknya menerima laporan baru terkait kekerasan terhadap satwa, termasuk yang melibatkan penggunaan senapan angin.

Kemudahan akses kepemilikan senapan angin ditengarai sebagai faktor terbesar, yang menyebabkan kasus-kasus kekerasan terhadap satwa masih terus terjadi.

"Di banyak wilayah, orang membeli senapan dengan mudah. Padahal jelas tujuan pengunaan senapan ini tidak benar, yaitu untuk berburu satwa," kata Femke saat dihubungi Kompas.com, belum lama ini.

Baca juga: Mengapa Gajah Punya Belalai yang Panjang?

Femke menambahkan, begitu bebasnya peredaran senapan angin di Indonesia, hingga terkadang anak-anak yang masih di bawah umur pun bisa memegang barang tersebut.

"Kadang kita melihat anak-anak pun pegang senapan angin. Sangat berbahaya dan sering terjadi kecelakaan juga dengan anak-anak sendiri," ujar Femke.

Indonesia sebenarnya telah memiliki regulasi khusus yang mengatur tentang kepemilikan senapan angin.

Baca juga: Mengenal Harimau Sumatera yang Terancam Punah...

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.