Kompas.com - 04/09/2021, 14:15 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Masyarakat terus diingatkan untuk berhati-hati saat membagikan data pribadinya, termasuk file kartu tanda penduduk (KTP), kepada pihak lainnya.

Imbauan ini terus disampaikan karena maraknya kasus penyalahgunaan data pribadi individu.

Jangan sembarangan membagikan dokumen data diri kepada pihak lain.

Untuk mencegah penyalahgunaan, Kementerian Komunikasi dan Informatika memberikan tipsnya.

Apa yang bisa dilakukan? Salah satunya memberikan watermark pada file dokumen KTP.

Watermark atau tanda air bisa diberikan pada file KTP secara manual maupun digital.

Baca juga: 3 Alasan Tolak Serahkan Fotokopi E-KTP untuk Vaksinasi Menurut Pakar

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Kementerian Kominfo (@kemenkominfo)

Perhatikan ini saat bikin watermark pada file KTP 

Saat Anda memberikan watermark, sematkan tanggal dan kepada siapa file itu diberikan. Kenapa?

Jika ada penyalahgunaan terhadap data tersebut, kita bisa mengetahui pihak mana yang melakukan hal tersebut.

Jika pihak yang meminta data KTP hanya menggunakannya untuk kebutuhan verifikasi, pastikan pihak tersebut akan menerima bukti scan KTP dengan watermark

Akan tetapi, jika pihak tersebut meminta scan KTP tanpa watermark, kita patut curiga dan pertimbangkan ulang untuk berbagi data.

Baca juga: Canggih, KTP Elektronik di 3 Negara Ini Tidak Perlu Difotokopi Lagi

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.