Jakarta Masuki Fase Genting Covid-19, Ini Saran dari Epidemiolog

Kompas.com - 15/06/2021, 20:31 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat apel di Lapangan Blok S, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (13/6/2021) malam, bersama Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran dan Pangdam Jaya Mayjen TNI Mulyo Aji. KOMPAS.com/NIRMALA MAULANA ACHMADGubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat apel di Lapangan Blok S, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (13/6/2021) malam, bersama Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran dan Pangdam Jaya Mayjen TNI Mulyo Aji.

KOMPAS.com - DKI Jakarta sedang memasuki fase genting penyebaran Covid-19, yang ditandai dengan lonjakan kasus signifikan pasca-libur Lebaran 2021.

Diberitakan Kompas.com, Senin (14/6/2021), berdasarkan catatan Satgas Penanganan Covid-19 per 11 Juni 2021, kasus Covid-19 di Jakarta naik 302 persen dalam 10 hari.

Dalam kurun waktu empat hari terakhir, kasus harian Covid-19 di Ibu Kota juga tercatat selalu berada di atas angka 2.000.

Lonjakan kasus menyebabkan peningkatan beban pada sistem kesehatan, yang terlihat dari angka keterisian tempat tidur pasien Covid-19 di Jakarta, yang sudah mencapai 75 persen.

Merespons situasi itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, mengimbau warga Ibu Kota untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan.

"Ini adalah peringatan kepada kita semua, mari kita berjaga, mari kita kembali lebih disiplin. Saya ingin ingatkan pada semuanya, kita masih masa pandemi, usahakan di rumah," kata Anies di Lapangan Blok S, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (13/6/2021)

Lonjakan kasus Covid-19 juga menyebabkan antrean pasien di Unit Gawat Darurat (UGD) RS Wisma Atlet.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Apa Itu Varian Covid-19 Alpha, Beta, dan Delta? Berikut Gejalanya

Saran epidemiolog

Epidemiolog dari Griffith University, Australia, Dicky Budiman mengatakan, perlunya intervensi hingga level keluarga untuk mengurai beban sistem kesehatan yang terjadi di DKI Jakarta.

"Kita tahu masyarakat kita ini kalau sakit itu ya di rumah. Sakit itu mengobati sendiri di rumah. Diam di rumah. Tidak ke faskes atau rumah sakit," kata Dicky saat dihubungi Kompas.com, Selasa (15/6/2021).

Menurut Dicky, persentase masyarakat yang memilih untuk berdiam di rumah ketika sakit mencapai 80 persen. Hal tersebut diketahui berdasarkan survei Badan Pusat Statistik (BPS) sebelum pandemi Covid-19 melanda.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X