Kompas.com - 11/05/2021, 18:50 WIB
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang juga Ketua Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) KH Said Aqil Siroj (kanan) memberi keterangan pers di kantor PBNU, Jakarta Pusat, Jumat (19/4/2019). PBNU beserta 14 ormas Islam menyerukan untuk menahan diri dan tidak melakukan tindakan yang bertentangan dengan hukum dan tidak bersikap inskonstitusional, mengajak seluruh komponen bangsa segera melakukan rekonsiliasi pasca pemungutan suara Pemilu 2019 dan mengajak seluruh umat Islam memperbanyak doa, zikir, dan salawat, agar bangsa Indonesia mendapat berkah dari Allah SWT. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/hp. M RISYAL HIDAYATKetua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang juga Ketua Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) KH Said Aqil Siroj (kanan) memberi keterangan pers di kantor PBNU, Jakarta Pusat, Jumat (19/4/2019). PBNU beserta 14 ormas Islam menyerukan untuk menahan diri dan tidak melakukan tindakan yang bertentangan dengan hukum dan tidak bersikap inskonstitusional, mengajak seluruh komponen bangsa segera melakukan rekonsiliasi pasca pemungutan suara Pemilu 2019 dan mengajak seluruh umat Islam memperbanyak doa, zikir, dan salawat, agar bangsa Indonesia mendapat berkah dari Allah SWT. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/hp.

KOMPAS.com - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) telah menetapkan 1 Syawal 1442 H pada 13 Mei 2021.

"Awal bulan Syawal tahun 1442 H jatuh pada hari Kamis tanggal 13 Mei tahun 2021 Masehi," kata Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengutip laman NU, pada Selasa (11/5/2021).

Bersamaan dengan ini, Said mengucapkan selamat Idul Fitri kepada seluruh umat Islam di Indonesia.

"Kami sampaikan selamat merayakan Idul Fitri 1 Syawal 1442 H dengan penuh sukacita dan tetap mematuhi protokol kesehatan 5 M," imbuh dia.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (@nahdlatululama)

Baca juga: Hasil Sidang Isbat Lebaran 2021 Pukul 19.15, Simak Link Live Streaming

Proses penetapan

Penetapan tersebut didasarkan atas rukyatul atau pengamatan hilal oleh Lembaga Falakiyah (LF) PBNU.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

LF PBNU yang tidak berhasil melihat hilal pada hari ini, Selasa atau bertepatan dengan 29 Ramadhan 1442 H.

Maka dari itu, Ramadhan 1442 H diberlakukan istikmal.

Istikmal ialah penggenapan Ramadhan menjadi 30 hari.

Sebelumnya, LF PBNU telah melakukan pengamatan hilal di 49 titik di seluruh Indonesia, demi memenuhi metode pentapan awal bulan kalender Hijriyah.

Hasilnya, semua titik rukyatul hilal di seluruh Indonesia tidak dapat melihat hilal pada hari ini.

Sebagai informasi, ketinggian hilal saat ini masih berada di bawah ufuk, tepatnya minus 4 derajat, 22 menit, 28 detik berdasarkan markaz Gedung PBNU di Jalan Kramat Raya 164 Jakarta.

Posisi ini berkoordinat di 6º 11’ 25” LS 106º 50’ 50” BT, sedangkan konjungsi atau ijtimak terjadi pada Rabu, 12 Mei 2021 pukul 01.59.22 WIB.

LF PBNU tetap memenuhi protokol kesehatan Covid-19 dan mengurangi mobilitas serta kerumunan masyarakat.

Baca juga: Kapan Lebaran 2021 dan Cara Penentuan Idul Fitri 1442 H


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X