Mudik Lokal Dilarang, Ini Pengaturan Transportasi di Wilayah Aglomerasi

Kompas.com - 08/05/2021, 08:05 WIB

KOMPAS.com - Pemerintah menegaskan bahwa mudik Lebaran 2021 dalam satu wilayah aglomerasi ditiadakan, demi mencegah terjadinya penularan Covid-19.

Sebelumnya, timbul kesimpang-siuran mengenai boleh tidaknya mudik lokal, karena pemerintah masih mengizinkan moda transportasi di wilayah aglomerasi beroperasi.

Satgas Penanganan Covid-19 dan Kementerian Perhubungan menyatakan, sejak awal kebijakan yang diambil pemerintah adalah peniadaan mudik yang berlaku pada 6-17 Mei 2021.

Sedangkan moda transportasi di wilayah aglomerasi diizinkan beroperasi, namun terbatas pada kegiatan esensial harian seperti bekerja, keperluan medis, logistik, dan sebagainya.

Adapun aktivitas mudik di wilayah aglomerasi tetap dilarang, dan kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan harus dihindari.

Baca juga: Pantauan Mudik Hari Ini: Ribuan Kendaraan Diputar Balik di Berbagai Daerah

Penjelasan Satgas dan Kemenhub

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, kebijakan peniadaan mudik 6-17 Mei 2021 berlaku menyeluruh demi mencegah terjadinya mobilitas masyarakat yang dapat menjadi pemicu penularan Covid-19.

"Kebijakan ini diterbitkan atas alasan potensi silaturahmi dengan kontak fisik yang terjadi saat bertemu, yang berpotensi menimbulkan peningkatan peluang transmisi dalam keluarga," kata Wiku dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Jumat (7/5/2021).

Baca juga: Mudik Lokal Boleh atau Tidak? Ini Penjelasan Pemerintah

Sementara itu Juru Bicara Kemenhub Adita Irawati mengatakan, larangan mudik Lebaran di wilayah aglomerasi bukan berarti aktivitas transportasi juga dilarang, dan untuk itu tidak akan dilakukan penyekatan.

"Pemerintah sudah tegas menyatakan kegiatan mudik dilarang. Di wilayah aglomerasi pun mudik dilarang, yang diperbolehkan adalah aktivitas yang esensial, dan transportasi masih akan melayani masyarakat di kawasan ini dengan pembatasan," kata Adita.

"Baik itu transportasi darat berupa angkutan jalan maupun kereta api, akan tetap melayani masyarakat dengan pembatasan jam operasional, frekuensi dan jumlah armada. Di samping itu akan diperketat pula pengawasan terhadap protokol kesehatan," katanya melanjutkan.

Baca juga: Video Viral Disebutkan TNI Turunkan Tank Baja untuk Penyekatan Mudik, Ini Penjelasan TNI

Halaman:

Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Viral, Curhat Netizen Ditolak Bayar Pakai Uang Cash, Ini Tanggapan BI

Viral, Curhat Netizen Ditolak Bayar Pakai Uang Cash, Ini Tanggapan BI

Tren
Krisis Inggris, Anak Sekolah Lapar, Makan Karet hingga Pura-pura Makan

Krisis Inggris, Anak Sekolah Lapar, Makan Karet hingga Pura-pura Makan

Tren
Siapa Hadis Najafi, Perempuan Iran yang Tewas dalam Demonstrasi Mahsa Amini?

Siapa Hadis Najafi, Perempuan Iran yang Tewas dalam Demonstrasi Mahsa Amini?

Tren
Konversi Kompor Gas ke Kompor Listrik Dinilai Akal-akalan Pemerintah

Konversi Kompor Gas ke Kompor Listrik Dinilai Akal-akalan Pemerintah

Tren
Isu Kudeta Presiden China Xi Jinping Berembus, Mungkinkah Terjadi?

Isu Kudeta Presiden China Xi Jinping Berembus, Mungkinkah Terjadi?

Tren
Unggahan Viral Efek Makan Kecubung, Jangan Anggap Lucu, Ini Bahayanya!

Unggahan Viral Efek Makan Kecubung, Jangan Anggap Lucu, Ini Bahayanya!

Tren
Profil Yusuf Qardhawi, Ulama dan Pemimpin Ikhwanul Muslimin yang Tutup Usia

Profil Yusuf Qardhawi, Ulama dan Pemimpin Ikhwanul Muslimin yang Tutup Usia

Tren
Diisukan Retak dengan Herry IP, Ini Perjalanan Karier Kevin Sanjaya di PB Djarum

Diisukan Retak dengan Herry IP, Ini Perjalanan Karier Kevin Sanjaya di PB Djarum

Tren
Muncul Dewan Kolonel Vs Dewan Kopral, Apa Dampaknya bagi PDI-P?

Muncul Dewan Kolonel Vs Dewan Kopral, Apa Dampaknya bagi PDI-P?

Tren
7 Pahlawan Revolusi yang Gugur dalam Peristiwa G30S PKI dan Proses Evakuasinya dari Lubang Buaya

7 Pahlawan Revolusi yang Gugur dalam Peristiwa G30S PKI dan Proses Evakuasinya dari Lubang Buaya

Tren
BSU Tahap 3: Besaran, Syarat, Cara Cek Status Penyaluran, dan Solusi jika Belum Cair

BSU Tahap 3: Besaran, Syarat, Cara Cek Status Penyaluran, dan Solusi jika Belum Cair

Tren
Penjelasan BNI soal Video Viral Tak Bisa Buka Rekening karena Data Terdaftar di 21 Rekening

Penjelasan BNI soal Video Viral Tak Bisa Buka Rekening karena Data Terdaftar di 21 Rekening

Tren
Bukan Monalisa, Inilah 5 Lukisan Termahal di Dunia

Bukan Monalisa, Inilah 5 Lukisan Termahal di Dunia

Tren
Tahap Tiga Cair, Ini 2 Cara Cek Status Penerima BSU atau BLT Subsidi Gaji

Tahap Tiga Cair, Ini 2 Cara Cek Status Penerima BSU atau BLT Subsidi Gaji

Tren
Jebakan Kepemimpinan yang Buruk, Pesan untuk Gen Z

Jebakan Kepemimpinan yang Buruk, Pesan untuk Gen Z

Tren
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.