Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 07/04/2021, 17:28 WIB
Penulis Tim Cek Fakta
|
EditorTim Cek Fakta
hoaks

hoaks!

Berdasarkan verifikasi Kompas.com sejauh ini, informasi ini tidak benar.

 

KOMPAS.com - Beredar sebuah informasi di media sosial Facebook, yang mengimbau masyarakat untuk menghindari makanan kaleng dari Thailand.

Informasi itu mengatakan, ada 200 orang pengidap AIDS yang bekerja di pabrik makanan kalengan Thailand, dan para pekerja itu memasukkan darah mereka ke dalam produk tersebut.

Selain itu, ada informasi mencatut organisasi Ikatan Dokter Indonesia (IDI), mengenai wabah pengerasan otak, diabetes, dan pengerasan sumsum tulang belakang.

Sehingga masyarakat diminta untuk tidak mengonsumsi 19 merek minuman kemasan yang beredar di pasaran.

Dari penelusuran tim Cek Fakta Kompas.com, kedua informasi tersebut adalah tidak benar alias hoaks.

Kedua informasi tersebut juga merupakan hoaks berulang, yang pernah muncul beberapa tahun lalu.

Klaim bahwa produk makanan kalengan dari Thailand terkontaminasi darah penderita AIDS telah dibantah oleh Badan Pengawas Obat dan makanan (BPOM) pada 2014.

Sedangkan informasi bahaya 19 produk minuman kemasan yang mencatut nama IDI, sudah dibantah oleh Ketua IDI pada tahun 2010.

Narasi yang beredar

Informasi tersebut diunggah oleh akun Facebook Sucian Laia pada Selasa (6/4/2021).

Berikut narasi selengkapnya:

"Di baca sampai habis lihat ada di bawah ini ....
Ijin pak, ibu, kk, bg, adek
Assalammu'alaikum Wr Wb
Breaking News : Meneruskan info dr Ibu Dubes KBRI KL
Tolong beritahu adek2, suami, isteri dan semua teman2 Perhatian ; Mulai saat ini jangan makan makanan kaleng ,terutama buah2an , khususnya produksi Thailand. Karena di negara itu ada kira2 200 orang pengidap aids kerja di pabrik kalengan, dan mereka masukkan darah mereka ke dalam kalengan2 itu , dan saat ini masalah tersebut telah diketahui DepKes Thailand sehingga kaleng2an tersebut telah banyak di sita ttpi lebih banyak yg sdh terlajur diekspor. Contoh ; Lecy , Rambutan , Lengkeng , Mangga Puding dll. Setelah terima ini cepat kirim ke saudar2 n teman2 semua. Agar tidak konsumsi kalengan apapun...... Demi keselamatan kita semua. Info dr ibu dubes KBRI
(Rita Toisuta Arifson Kementrian Kesehatan RI)
Simak Beritanya :http://health.liputan6.hb/read/678535 {semoga bermanfaat}. Mohon bantu share ya..

WARNING
Tolong disebar luas kan
Mohon ijin info Ikatan Dokter Indonesia (IDI), menginformasikan bahwa saat ini sedang ada wabah Pengerasan Otak (Kanker Otak), Diabetes dan Pengerasan Sumsum Tulang Belakang (Mematikan sumsum tulang belakang).
Untuk itu, hindarilah minuman sbb:
1. Extra Joss,
2. M-150,
3. Kopi Susu Gelas (Granita),
4. Kiranti,
5. Krating Daeng,
6. Hemaviton,
7. Neo Hemaviton,
8. Marimas,
9. Segar Sari shachet,
10. Frutillo,
11. Pop Ice,
12. Segar Dingin Vit. C,
13. Okky Jelly Drink,
14. Inaco,
15. Gatorade,
16. Nabati,
17. Adem Sari,
18. Naturade Gold,
19. Aqua Splash Fruit.
Karena ke-19 minuman tsb mengandung ASPARTAME (lebih keras dr biang gula) racun yg menyebabkan diabetes, v otak, dan mematikan sumsum tulang.
Info:
RS Fatmawati , RSCM , RS Siloam , All RS
Nara sumber :
Dr. H. Ismuhadi, MPH
Mohon dishare, sayangi keluarga anda,"

Tangkapan layar hoaks makanan kaleng terkontaminasi AIDS dan wabah pengerasan otakScreenshot Facebook: Sucian Laia Tangkapan layar hoaks makanan kaleng terkontaminasi AIDS dan wabah pengerasan otak

Narasi yang mengklaim bahwa makanan kalengan dari Thailand terkontaminasi darah dari penderita AIDS sebelumnya pernah diunggah oleh akun Inall di grup Facebook, KABAR WONOGIRI, pada 16 September 2015.

Tangkapan layar hoaks makanan kaleng dari Thailand terkontaminasi AIDSScreenshot Facebook: Inall (KABAR WONOGIRI) Tangkapan layar hoaks makanan kaleng dari Thailand terkontaminasi AIDS

Penelusuran Kompas.com

Untuk mengetahui kebenaran kedua informasi tersebut, Kompas.com menelusuri narasi yang beredar dengan menggunakan mesin pencari Google.

Hasilnya, diketahui bahwa kedua informasi tersebut merupakan hoaks yang berulang.

1. Makanan kaleng terkontaminasi darah penderita AIDS

Klaim makanan kaleng dari Thailand terkontaminasi darah penderita AIDS pernah beredar pada tahun 2014. BPOM Indonesia telah merilis pernyataan resmi terkait klaim tersebut.

Pernyataan tersebut dimuat di situs resmi BPOM pada 12 November 2014:

"Sehubungan dengan adanya pemberitaan di berbagai media sosial mengenai produk makanan kaleng impor asal Thailand yang mengandung darah dan virus HIV, Badan POM memandang perlu memberikan penjelasan sebagai berikut:

  1. Badan POM melakukan evaluasi terhadap keamanan, mutu, dan gizi produk pangan impor sebelum diedarkan di wilayah Indonesia (pre-market evaluation).
  2. Badan POM secara rutin melakukan pengawasan terhadap produk pangan yang beredar di wilayah Indonesia (post-market control).
  3. Badan POM tidak pernah menemukan hal-hal seperti yang diberitakan tersebut, termasuk kandungan darah dan virus HIV dalam makanan kaleng, apalagi virus HIV tidak mampu bertahan hidup di luar host (tubuh manusia). Jadi pemberitaan tersebut adalah HOAX yang menyesatkan.
  4. Kepada masyarakat dihimbau agar teliti dalam membaca label. Jadilah konsumen cerdas yang tidak mudah terpengaruh oleh isu yang beredar di media sosial. Jika ragu-ragu atau ingin mendapatkan informasi lebih lanjut, hubungi Contact Center HALO BPOM 500533 atau sms ke 081.21.9999.533 atau email: halobpom@pom.go.id

Demikian penjelasan ini disampaikan untuk dapat dimanfaatkan.,"

2. Minuman penyebab wabah pengerasan otak, diabetes, dsb. 

Kemudian, klaim yang mencatut nama IDI mengenai bahaya dari 19 merek minuman kemasan pernah beredar pada tahun 2010 melalui pesan singkat (SMS) serta e-mail.

Mengutip Kompas.com, 6 April 2010, dalam narasi yang beredar itu, pengirim pesan mengatasnamakan IDI dan mencantumkan nama salah seorang tokoh IDI.

Menanggapi isu tersebut, Pengurus Besar IDI pada saat itu membantah secara tegas dan menegaskan bahwa kabar tersebut bukan berasal dari IDI ataupun PB IDI.

Ketua Umum IDI saat itu, dr Prijo Sidipratomo SpRad, mengatakan, PB IDI tidak pernah mengeluarkan pernyataan baik secara lisan maupun via SMS atau e-mail.

Pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh PB IDI dilakukan secara tertulis dengan menggunakan kop surat resmi organisasi dan ditandatangani oleh ketua umum dan sekretaris jenderal.

"Kami meminta kepada seluruh masyarakat untuk waspada dan tidak mudah percaya dengan berita yang beredar yang belum terbukti kebenarannya dan untuk melakukan pengecekan terhadap kebenaran berita tersebut bisa melalui IDI setempat atau melalui dinas kesehatan setempat," kata Prijo.

Kesimpulan

Dari penelusuran tim Cek Fakta Kompas.com, kedua informasi tersebut adalah tidak benar alias hoaks, dan merupakan hoaks berulang, yang pernah muncul beberapa tahun lalu.

Klaim bahwa produk makanan kalengan dari Thailand terkontaminasi darah penderita AIDS telah dibantah oleh BPOM Indonesia pada 2014.

Sedangkan informasi bahaya 19 produk minuman kemasan yang mencatut nama IDI, sudah dibantah oleh Ketua IDI pada tahun 2010.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+