Ramai Penggunaan KTP Elektronik yang Masih Difotokopi, Ini Penjelasan Dukcapil

Kompas.com - 05/03/2021, 19:45 WIB
Ilustrasi KTP elektronik. Tribunnews.comIlustrasi KTP elektronik.

KOMPAS.com - Penggunaan KTP elektronik (KTP-el) yang masih difotokopi ramai diperbincangkan warganet di media sosial Twitter, Kamis (4/3/2021).

Selain pengalaman kerapnya dimintai fotokopi KTP dalam mengurus sejumlah administrasi, sejumlah warganet juga mengeluhkan pengurusan KTP elektronik yang memakan waktu berbulan-bulan dan setelah jadi, hanya dipakai untuk fotokopi.

Baca juga: Viral, Video Pembongkaran Chip KTP Elektronik yang Disebutkan Dapat Melacak Seseorang, Ini Penjelasan Dukcapil

Berikut ini beberapa twit tentang keluhan KTP-el:

Baca juga: Jangan Sembarangan Berikan Foto Selfie dengan KTP, Apa Bahayanya?

Penjelasan Dukcapil

Menanggapi hal itu, Dirjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri Zudan Arif Fakrullah mengatakan tidak ada dampak kerusakan yang bisa ditimbulkan pada KTP-el yang sering difotokopi.

"Bagi KTP-el sendiri tidak ada dampaknya," katanya kepada Kompas.com, Jumat (5/3/2021).

Namun, menurutnya adalah sebuah kemunduran jika KTP-el difotokopi, karena seharusnya penggunaannya sudah di-tap seperti e-money atau semacamnya.

"Bagi negara rugi, karena fotokopi tersebut berarti memperlakukan KTP elektronik seperti KTP yang lama dulu," katanya lagi.

Baca juga: Djoko Tjandra Masuk Indonesia, Urus KTP, Lalu Keluar Indonesia Lagi, Kok Bisa?

Zudan menjelaskan, adanya lembaga atau instansi yang masih menggunakan fotokopi KTP-el dimungkinkan lembaga atau instansi tersebut belum bekerja sama dengan Ditjen Dukcapil dan belum menggunakan card reader.

Saat ini, menurutnya baru ada 2.851 lembaga yang sudah bekerja sama dengan Dukcapil.

"Kalau ada lembaga yang meminta fotokopi saya menduga belum kerja sama dengan Dukcapil. Jadi dia masih kerja manual. Coba lihat contoh urusan di BPJS Kesehatan, itu kan sudah tidak minta lagi. KTP-el sudah dibaca dengan card reader. Sebagian besar bank seperti Bank BRI, Bank BCA, Bank Mandiri, BNI itu sudah tidak menggunakan fotokopi lagi," kata dia.

Zudan menambahkan, bahwa KTP-el sudah dilengkapi chip yang berisi data kependudukan.

"Chip dalam KTP elektronik itu bisa terbaca hanya dengan men-tap di card reader," katanya lagi.

Baca juga: Viral, Video Hologram Mohon Berhenti di Lampu Merah Jember, Ini Faktanya

Zudan mengungkapkan ada tiga cara untuk proses verifikasi KTP-el, yaitu menggunakan:

  1. Nomor Induk Kependudukan (NIK)
  2. Akses biometrik berupa foto dan sidik jari
  3. Alat baca yang bernama card reader.

"Jadi kalau lembaga-lembaga sudah menggunakan tiga cara itu, maka tidak perlu fotokopi. Jadi kalau ada bank sudah membuka data nasabah akses NIK, dia enggak perlu fotokopi. Lembaga sudah menggunakan sidik jari atau sidik wajah, dia enggak perlu fotokopi. Atau yang ketiga tadi, pakai card reader," ungkapnya.

Zudan menambahkan, fungsi utama KTP-el dengan NIK adalah untuk penunggalan data. Sehingga penduduk tidak terdata lebih dari satu kali.

"Data ini bisa diakses oleh lembaga-lembaga untuk penunggalan data. Mereka melakukan verifikasi dengan mencocokkan NIK," katanya.

Baca juga: Viral Video Detik-detik Kapal Feri KMP Bili Terbalik di Pontianak, Bagaimana Ceritanya?


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X