Dibuka Lowongan Kerja Nakes di Jepang dengan Gaji hingga Rp 26 Juta

Kompas.com - 05/03/2021, 16:30 WIB
Kesempatan kerja bagi tenaga kesehatan dengan penempatan di Jepang Twitter BP2MIKesempatan kerja bagi tenaga kesehatan dengan penempatan di Jepang

KOMPAS.com - Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) membuka kesempatan masyarakat Indonesia untuk bekerja di luar negeri sebagai nurse dan careworker.

Mengutip laman G2G BP2MI, adapun program yang dibuka adalah G to G ke Jepang batch XV penempatan 2021.

Pendaftaran sudah dibuka sejak 1 Maret lalu dan akan ditutup pada 31 Mei 2021.

"Hi #SobatMigran, kesempatan datang untuk kamu yang ingin bekerja ke luar negeri, khususnya ke negeri sakura Jepang sebagai Nurse dan Careworker.
Pendaftaran program G to G Jepang sudah dibuka mulai tanggal 1 Maret 2021-31 Mei 2021."

Baca juga: Kemenko Perekonomian Buka Lowongan Non-PNS, Honor Rp 5,5 Juta/Bulan, Berminat?

Baca juga: BUMN BGR Logistics Buka Lowongan Kerja untuk Sejumlah Posisi, Simak Perincian Lengkapnya

Keuntungan mengikuti program

Ada beberapa keuntungan yang bisa didapatkan dengan mengikuti program ini, yaitu:

  • Tersedianya jaminan penempatan dan perlindungan.
  • Sebelum bekerja diberikan pelatihan bahasa Jepang selama 6 bulan di Jakarta dan 6 bulan di Jepang.
  • Kontrak kerja kandidat nurse 3 tahun dan kandidat careworkers 4 tahun.
  • Gaji 100.000-200.000 yen (Rp 13.246.500-26.493.000) ditambah tunjangan dan bonus tahunan.
  • Kandidat nurse dapat menjadi nurse dan kandidat careworker dapat menjadi careworker apabila lulus dalam Ujian Nasional nurse dan careworker di Jepang.

Baca juga: Mengenal Hokkaido, Provinsi Bersalju yang Menjadi Sarang Virus Corona di Jepang

Bagaimana persyaratannya?

Syarat umum bagi calon PMI Careworker dan calon PMI Nurse adalah sebagai berikut:

  • Fotokopi KTP yang masih berlaku.
  • Fotokopi paspor (jika ada).
  • Fotokopi Kartu Pencari Kerja/AK1 yang dilegalisir dengan cap basah atau embose.
  • Asli Surat Izin dari orang tua/wali/suami/isteri yang ditandatangani di atas materai Rp 10.000 diketik manual atau komputer, wajib diketahui lurah atau kepala desa.
  • Fotokopi legalisir Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) yang masih berlaku.
  • Fotokopi Surat Keterangan Sehat yang dilegalisir dengan cap basah atau embose.
  • Fotokopi sertifikat kemampuan bahasa Jepang N5 setara JLPT yang dilegalisir dengan cap basah atau embose dan dikeluarkan oleh LPK/LKP/lembaga kursus yang sudah memiliki izin resmi dari Dinas Tenaga Kerja Kabupaten/Kota dan/atau Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota. Kemampuan Bahasa Jepang level N5 diwajibkan karena pada masa pelatihan 6 bulan di Indonesia harus lulus dengan level N4 dari Japan Foundation.
  • Pasfoto berwarna terbaru dengan latar belakang putih, menghadap kedepan dan tampak jelas dengan ukuran 3x4 cm sebanyak dua lembar.
  • Bagi wanita tidak pernah bertato dan laki-laki tidak pernah bertato serta tidak pernah bertindik.
  • Membuat surat pernyataan tidak akan mengundurkan diri setelah dinyatakan lulus matching yang ditandatangani di atas materai Rp 10.000 diketik manual atau komputer dan wajib diketahui oleh orang tua/wali/suami/isteri.
  • Bagi CPMI yang dinyatakan lulus matching apabila mengundurkan diri, maka tidak dapat mengikuti program G to G ke Jepang selama 2 tahun.
  • Membuat surat pernyataan tidak akan menuntut ganti rugi apabila dalam proses penempatan ditemukan kasus yang diakibatkan oleh calon PMI sehingga calon PMI dikeluarkan dari tempat pelatihan yang ditandatangani di atas materai Rp 10.000 diketik manual atau komputer dan wajib diketahui oleh orang tua/wali/suami/isteri.
  • Fotokopi sertifikat kemampuan bahasa Inggris atau bahasa lainnya dan sertifikat keterampilan lainnya (BCLS, BTLS, atau PPGD) bila ada.

Baca juga: BPOM Buka Lowongan untuk 4 Posisi, Fresh Graduate Bisa Mendaftar, Ini Syarat dan Berkas yang Diperlukan

1. Careworker (Kaigofukushishi)

Syarat khususnya adalah sebagai berikut:

  • Berusia maksimal sampai dengan 35 tahun per 31 Mei 2021.
  • Pendidikan D3 Keperawatan atau D4 Keperawatan atau S1 Keperawatan.
  • Melampirkan fotokopi ijazah pendidikan dan transkrip nilai dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris dilegalisir dengan cap basah atau embose.
  • Mempunyai sertifikat kemampuan bahasa Jepang N5 setara JLPT yang dilegalisir dengan cap basah atau embose dan dikeluarkan oleh LPK/LKP/lembaga kursus yang sudah memiliki izin resmi dari Dinas Tenaga Kerja Kabupaten/Kota dan/atau Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota.
  • Melampirkan surat pernyataan bersedia ditempatkan sebagai careworker (kaigofukushishi) di Jepang, ditandatangani di atas materai Rp 10.000 diketik manual atau komputer.

Baca juga: Lowongan Kerja BNI untuk 10 Posisi, Ini Informasi Lengkapnya

Dokumen persyaratan pendaftaran kandidat careworkers sebagai berikut:

  • Scan KTP dalam extensi .jpg.
  • Scan ijazah, dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris dalam extensi .pdf (jika ada).
  • Scan paspor halaman data diri, halaman tanda tangan pemegang, halaman catatan pengesahan (jika ada), dan halaman catatan resmi dalam extensi .pdf (jika ada).
  • Scan transkrip nilai pendidikan, dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris dalam extensi .pdf.
  • Scan Pasfoto 1 buah dalam extensi .jpg.
  • Scan Sertifikat Kemampuan Bahasa Jepang dalam extensi .pdf.
  • Scan Surat Keterangan Sehat .pdf.

Baca juga: Saran IDI dan Sulitnya Mencari Kamar Perawatan Covid-19...

2. Nurse (Kangoshi)

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X