Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Li Ziqi Pecahkan Rekor YouTuber China dengan Subscriber Terbanyak, Simak Videonya

Kompas.com - 06/02/2021, 17:00 WIB
Jawahir Gustav Rizal,
Rizal Setyo Nugroho

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Guinness World Records (GWR) mengumumkan bahwa YouTuber asal China, Li Ziqi, telah mencetak rekor terbaru untuk kategori "Kanal berbahasa Mandarin dengan subscriber terbanyak di YouTube".

Melansir Global Times, pengumuman tersebut disampaikan melalui akun Weibo, sosial media China, resmi milik Guinness World Records pada Selasa (2/2/2021).

Li Ziqi disebut mencetak rekor baru, setelah jumlah subscribernya bertambah dari 11,4 juta pada 16 Juli 2020 menjadi 14,1 juta pada 25 Januari 2021, atau bertambah hampir 3 juta hanya dalam waktu kurang dari setahun.

Baca juga: Li Ziqi, Youtuber China yang Terkenal dengan Kehidupan Perdesaan

"Kehidupan puitis yang indah dan nuansa budaya tradisional China yang mendalam di video Li Ziqi telah menarik penggemar dari seluruh dunia, dengan banyak penggemar YouTube mengungkapkan kekaguman mereka terhadap videonya," kata postingan tersebut dalam bahasa Mandarin.

Li mengunggah video pertamanya di YouTube, tentang cara membuat gaun menggunakan kulit buah anggur, pada tahun 2017 lalu.

Konten yang menyejukkan

Tangkapan layar YouTube Liziqiscreenshoot Tangkapan layar YouTube Liziqi

Melansir laman Guinness World Records, Rabu (3/2/2021) video unggahan Li Ziqi di kanal YouTube miliknya telah menarik penggemar dari seluruh dunia.

Para subscribernya menyukai vlog buatannya yang memperlihatkan kehidupan Li Ziqi yang tampaknya indah, di perdesaan yang kental dengan budaya tradisional China.

Li Ziqi mendapat banyak keterampilan seperti menenun, memasak, dan bertani sejak dia masih kecil, hasil belajar dari kakek-neneknya yang tinggal di perdesaan.

Proses Li saat melakukan berbagai kegiatan itu, menjadi elemen penting untuk videonya, dan menjadi inti dari kontennya yang menenangkan dan menyejukkan.

Baca juga: Lagi, Youtuber China Torehkan Nama di Guinness World Records

Mulai 9 tahun lalu

Awal mula karirnya di YouTube dimulai sembilan tahun lalu, ketika Li Ziqi memutuskan untuk tinggal di kampung halamannya demi merawat neneknya yang sakit.

Dia kemudian mulai membuat video tentang kehidupan mereka pada tahun 2015.

Li Ziqi menghabiskan banyak waktu untuk membuat setiap video, dengan sebagian besar pengambilan gambar membutuhkan waktu berhari-hari.

Dia juga diketahui suka memanjat pohon untuk mencoba mendapatkan sudut pandang kamera yang sempurna

Meskipun awalnya dia merekam semua video itu sendiri, dia sekarang bekerja dengan bantuan asisten pribadi dan videografer.

Salah satu seri yang memakan waktu sangat lama adalah menunjukkan proses pembuatan Empat Harta Karun dari China kuno, kuas tulis, tinta padat, wadah tinta, dan kertas.

Proyek ini memakan waktu satu tahun penuh untuk dibuat karena setiap item dibuat dari nol oleh Li Ziqi sendiri.

Baca juga: Video Viral Perempuan Sulit Buka Rahang Saat Makan, Apa Kata Dokter?

Nuansa tradisional

Seperti diberitakan Kompas.com, 2 Agustus 2020, video Li Ziqi menjadi daya tarik tersendiri, utamanya bagi milenial perkotaan yang menyukai budaya tradisional atau yang sering disebut sebagai fugu atau hanfu.

Profesor Sejarah dan Filsafat China di Universitas Qufu Normal mengatakan, fugu mencerminkan kerinduan kalangan pemuda terhadap hal-hal tradisional, yang  disebabkan rasa kecewa terhadap budaya konsumerisme, dan kondisi industri yang terus berubah.

Dalam praktik yang banyak terlihat, fugu bisa dilihat dari anak-anak muda yang terlihat memadukan pakaian tradisional dalam penampilan sehari-hari, menonton drama sejarah, dan mengikuti gaya influencer yang hidup di pedesaan seperti Li.

Baca juga: Selamatkan Dokter Richard Trending di Twitter, Ini Kronologi Kasus Dokter Richard dengan Kartika Putri

Sementara itu, menurut Linda Qian kandidat PhD Universitas Oxford, popularitas Li salah satunya dipengaruhi oleh kondisi yang terjadi pada masyarakat China.

“Ini disebut xiangchou. Xiang berarti kehidupan pedesaan atau pedesaan, dan chou berarti merindukannya, melewatinya,” ujar Linda.

“Ini cukup lazim bagi kaum muda yang menjalani kehidupan kota. Mereka benar-benar muak dengan kota, jadi pedesaan atau fantasi tentang itu semakin terlihat seperti gambaran ideal tentang bagaimana seharusnya kehidupan yang baik,” kata dia.

Baca juga: Situs Kuno Pemujaan Kaisar Berusia 1.500 Tahun Digali di China Utara

 
 
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com