Harapan Menag, Candi Borobudur, dan Rumah Ibadah Buddha Dunia...

Kompas.com - 31/01/2021, 17:30 WIB
Sejumlah biksu dan umat Buddha melakukan ritual doa pagi Waisak 2018 di Candi Borobudur, Magelang, Jateng, DI Yogyakarta, Selasa (29/5/2018). Doa pagi itu menjadi rangkaian Tri Hari Suci Waisak 2018 atau 2562 BE yang mengangkat tema Transformasikan Kesadaran Delusi Menjadi Kesadaran Murni. ANTARA FOTO/ANDREAS FITRI ATMOKOSejumlah biksu dan umat Buddha melakukan ritual doa pagi Waisak 2018 di Candi Borobudur, Magelang, Jateng, DI Yogyakarta, Selasa (29/5/2018). Doa pagi itu menjadi rangkaian Tri Hari Suci Waisak 2018 atau 2562 BE yang mengangkat tema Transformasikan Kesadaran Delusi Menjadi Kesadaran Murni.

KOMPAS.com - Candi Borobudur diharapkan tak hanya sekedar menjadi destinasi wisata, melainkan juga menjadi rumah ibadah bagi umat Buddha di dunia.

Harapan tersebut disampaikan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas saat berdiskusi dengan Dirjen Bimbingan Masyarakat (Bimas) Buddha Kementerian Agama, Caliadi di Rumah Dinas Menag, Kompleks Widya Chandra, Jakarta Selatan, Kamis (28/1/2021).

"Kita berharap segenap ormas keagamaan dan majelis Buddha bersatu padu dalam mewujudkan Borobudur sebagai sentral rumah ibadah umat Buddha dunia. Misalnya dalam perayaan Waisak dan perayaan keagamaan lainnya," ujar Menag sebagaimana dikutip dari laman resmi Kemenag.

Baca juga: Tiba-tiba Padam, Bisakah Api Abadi Mrapen Menyala Kembali?

Yaqut mengatakan, perwujudan Candi Borobudur sebagai rumah ibadah umat Buddha di dunia, imbuhnya dapat diwujudkan apabila umat Buddha di Indonesia bersatu.

Pihaknya pun siap untuk memfasilitas hal tersebut

Selain harapan soal Candi Borobudur sebagai rumah ibadah umat Buddha di dunia, dalam pertemuan tersebut juga dibahas mengenai program penguatan persaudaraan umat Buddha.

Baca juga: Soal Pelaksanaan Ibadah Haji 2021, Ini Penjelasan Kementerian Agama...

Peran aktif

Sejumlah Biksu dan Umat Buddha menyalakan lilin pelimpahan jasa dalam perayaan Waisak di Candi Sewu, Prambanan, Klaten, Jawa Tengah, Sabtu (18/5/2019). Prosesi penyalaan lilin pelimpahan jasa itu merupakan sarana mendoakan leluhur yang telah meninggal dunia serta mendoakan umat manusia dibumi dalam rangkaian perayaan Waisak 2563 BE/2019.ANTARA FOTO/ALOYSIUS JAROT NUGROHO Sejumlah Biksu dan Umat Buddha menyalakan lilin pelimpahan jasa dalam perayaan Waisak di Candi Sewu, Prambanan, Klaten, Jawa Tengah, Sabtu (18/5/2019). Prosesi penyalaan lilin pelimpahan jasa itu merupakan sarana mendoakan leluhur yang telah meninggal dunia serta mendoakan umat manusia dibumi dalam rangkaian perayaan Waisak 2563 BE/2019.

Saat itu, Menag meminta Ditjen Bimas Buddha untuk berperan aktif dalam mengayomi dan menjadi penyejuk bagi ormas keagamaan dan berbagai majelis Buddha di Indonesia.

Sementara itu, Caliadi menyampaikan pihaknya berkomitmen untuk mengumpulkan seluruh ormas keagamaan dan majelis Buddha dalam satu forum untuk menyatukan suara umat Buddha Indonesia.

"Terima kasih atas arahan dan dukungan Bapak Menteri kepada umat Buddha. Dan kami di Ditjen Bimas Buddha akan selalu memberikan pelayanan terbaik kepada umat Buddha di Indonesia," kata Caliadi.

Baca juga: Ini Susunan Lengkap Dewan Pimpinan Harian MUI Periode 2020-2025

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X