Ledakan Tambang Emas di China, 22 Pekerja Terjebak di Bawah Tanah Selama 15 Hari

Kompas.com - 24/01/2021, 13:17 WIB
Ilustrasi ledakan. SHUTTERSTOCKIlustrasi ledakan.

KOMPAS.com - Sebuah ledakan terjadi di tambang emas Hushan, di Qixia, Provinsi Shandong, sebelah timur China pada Minggu (10/1/2021).

Melansir Sky News, Jumat (22/1/2021), ledakan itu mengubur pintu masuk ke tambang, dan menyebabkan 22 orang pekerja terjebak ratusan meter di bawah tanah.

Para pekerja itu telah terjebak selama 15 hari, dan tim penyelamat masih berupaya untuk mengevakuasi para pekerja yang terjebak itu.

Mereka telah berhasil membuat lubang untuk menyalurkan bantuan makanan, obat-obatan, dan barang-barang lain yang dibutuhkan oleh para pekerja agar bisa bertahan hidup.

Akan tetapi, tim penyelamat masih membutuhkan waktu sedikitnya 15 hari lagi untuk mengebor tanah, dan membuat jalur yang cukup lebar agar bisa mengevakuasi korban.

Keadaan pekerja

Dari 22 orang pekerja, satu orang dilaporkan tewas karena cidera kepala, sedangkan 11 orang dilaporkan masih hidup dan berhasil membuat kontak dengan tim penyelamat.

Sementara itu, 10 orang pekerja tambang lainnya masih belum ditemukan.

Tim penyelamat saat ini tengah berupaya menggali lubang yang lebih besar agar bisa menjangkau para pekerja yang terjebak lebih dari 600 meter dari pintu masuk tambang.

Baca juga: Hari Ini dalam Sejarah: Gempa Shaanxi Tewaskan 830.000 Orang di China

Pemerintah Kota Yantai, menyebutkan, pintu masuk tambang terkubur hingga 350 meter di bawah permukaan, akibat reruntuhan puing-puing tambang seberat 70 ton.

Sebanyak 600 orang dilibatkan dalam misi penyelamatan ini, termasuk ahli bedah, dan psikolog. 25 ambulans juga berjag-jaga di sekitar lokasi.

Halaman:

Sumber BBC,Sky News
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Korupsi, Mantan Presiden Perancis Nicolas Sarkozy Divonis Penjara 3 Tahun

Korupsi, Mantan Presiden Perancis Nicolas Sarkozy Divonis Penjara 3 Tahun

Tren
5 Penyakit Endemik di Indonesia, dari Malaria, DBD hingga TBC

5 Penyakit Endemik di Indonesia, dari Malaria, DBD hingga TBC

Tren
Setahun Corona di Indonesia, Ini Cara Seniman Bertahan di Masa Pandemi

Setahun Corona di Indonesia, Ini Cara Seniman Bertahan di Masa Pandemi

Tren
Setahun Covid-19 dan Membatasi yang Merusak Kehidupan Kita

Setahun Covid-19 dan Membatasi yang Merusak Kehidupan Kita

Tren
Gunung Sinabung Erupsi, Tinggi Kolom Abu Mencapai Setinggi 5.000 Meter

Gunung Sinabung Erupsi, Tinggi Kolom Abu Mencapai Setinggi 5.000 Meter

Tren
Update Corona di Dunia 2 Maret: 10 Negara Kasus Tertinggi | WHO Jelaskan Penyebab Peningkatan Kasus

Update Corona di Dunia 2 Maret: 10 Negara Kasus Tertinggi | WHO Jelaskan Penyebab Peningkatan Kasus

Tren
Jangan Lakukan 5 Kesalahan Ini agar Bakteri Tak Berkembang di Kulkas

Jangan Lakukan 5 Kesalahan Ini agar Bakteri Tak Berkembang di Kulkas

Tren
[HOAKS] Gibran Akan Bangun Disneyland di Simpang Komplang Solo

[HOAKS] Gibran Akan Bangun Disneyland di Simpang Komplang Solo

Tren
Setahun Pandemi Corona di Indonesia, Ini 5 Tempat yang Disebut 80 Persen Rawan Penularan Virus

Setahun Pandemi Corona di Indonesia, Ini 5 Tempat yang Disebut 80 Persen Rawan Penularan Virus

Tren
Setahun sejak Kasus Corona Pertama, Ini Kondisi Pandemi di Indonesia

Setahun sejak Kasus Corona Pertama, Ini Kondisi Pandemi di Indonesia

Tren
[POPULER TREN] Ramai 'Kamu Belum Berhasil' di Dashboard Prakerja | WHO Ingatkan Corona Bisa Jadi Endemik

[POPULER TREN] Ramai "Kamu Belum Berhasil" di Dashboard Prakerja | WHO Ingatkan Corona Bisa Jadi Endemik

Tren
Simak, Ini Perbedaan Kuota Gratis Kemendikbud Tahun 2020 dan 2021

Simak, Ini Perbedaan Kuota Gratis Kemendikbud Tahun 2020 dan 2021

Tren
Menkes Terbitkan Aturan Vaksin Mandiri, Ini Bedanya dengan Vaksinasi Prioritas Pemerintah

Menkes Terbitkan Aturan Vaksin Mandiri, Ini Bedanya dengan Vaksinasi Prioritas Pemerintah

Tren
WHO Sebut Covid-19 Bisa Jadi Penyakit Endemik, Ini Bedanya dengan Epidemi, dan Pandemi

WHO Sebut Covid-19 Bisa Jadi Penyakit Endemik, Ini Bedanya dengan Epidemi, dan Pandemi

Tren
Kakao M Vs Spotify, Kekecewaan Artis Korea, dan Respons Penggemar KPop

Kakao M Vs Spotify, Kekecewaan Artis Korea, dan Respons Penggemar KPop

Tren
komentar
Close Ads X