Boeing 737 Max 8 dan Penjelasan Penyebab Jatuhnya Lion Air JT-610 dan Ethiopian Airlines Flight 302

Kompas.com - 28/11/2020, 17:49 WIB
Pesawat generasi terbaru Boeing 737 MAX 8 saat terbang untuk pertama kalinya di Renton, Washington, Amerika Serikat, 29 Januari 2016. Pesawat ini merupakan seri terbaru dan populer dengan fitur mesin hemat bahan bakar dan desain sayap yang diperbaharui. AFP PHOTO/GETTY IMAGES/STEPHEN BRASHEARPesawat generasi terbaru Boeing 737 MAX 8 saat terbang untuk pertama kalinya di Renton, Washington, Amerika Serikat, 29 Januari 2016. Pesawat ini merupakan seri terbaru dan populer dengan fitur mesin hemat bahan bakar dan desain sayap yang diperbaharui.

FEDERAL Aviation Administration (FAA), otoritas penerbangan Amerika Serikat, telah mengizinkan pesawat Boeing 737 Max 8 kembali beroperasi. Demikian kabar pekan ini.

Baca juga: Pesawat Maut B-737 MAX 8 Sudah Boleh Terbang Lagi

Pesawat Max 8 di-“grounded” diseluruh dunia pada Maret 2019 setelah Ethiopian Airlines Flight 302 jatuh menghunjam ke tanah hanya 6 menit setelah take off.

Sebelumnya, pesawat jenis yang sama milik Lion Air, JT-610, jatuh masuk ke laut 11 menit setelah take off dari SHIA (Soekarno Hatta International Airport) pada November 2018.

Kecelakaan Max 8 Lion Air tidak banyak mengundang kecurigaan tentang kesalahan fatal pada produk pesawat tersebut. Sebab, beberapa tahun sebelumnya Lion Air juga pernah mengalami kecelakaan. Pesawat B 737 - 800 milik Lion Air yang relatif masih baru juga pernah masuk ke laut sesaat akan mendarat di Bali.

Di samping reputasi Lion Air yang tidak begitu baik dalam aspek aviation safety, laporan awal investigasi dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) terkait kecelakaan Max-8 menyebutkan, ada beberapa kelemahan dalam penerbangan Lion Air JT-610.

Prelimenary report KNKT yang dipandang menyudutkan itu sempat berbuntut protes keras dari pihak manajemen Lion Air.

Beberapa saat setelah kecelakaan JT-610, pihak pabrik Boeing segera mengeluarkan “operation bulletin” pemberitahuan kepada seluruh maskapai penerbangan yang mengoperasikan pesawat Max 8 untuk melakukan prosedur tertentu (emergency procedures) bila mengalami gejala indikasi serupa dengan JT-610.

FAA juga mengeluarkan "emergency airworthiness directive” kepada seluruh operator pesawat Max 8 dan bersifat mandatory di seluruh Amerika Serikat untuk langkah yang lebih kurang sama seperti yang disebutkan dalam “operation bulletin” pabrik Boeing.

Kecurigaan atas kesalahan produk pesawat baru mengemuka setelah Max 8 milik Ethiopian Airlines mengalami kecelakaan.

Investigasi awal otoritas penerbangan Ethiopia menyebutkan, pilot sudah melakukan prosedur yang disampaikan Boeing dalam “operation bulletin”. Prosedur itu tidak mampu menyelamatkan pesawat.

Ethiopian Airlines merupakan maskapai terbesar di benua Afrika yang tengah berkembang cepat dan sangat dikenal taat azas, disiplin tinggi dalam mematuhi regulasi. Maskapai itu baru saja membuka rute penerbangan ke segenap pelosok benua Afrika.

Beberapa analis penerbangan bahkan menyebut Ethiopian Airlines sebagai maskapai yang “recognised globally as a high-quality professionally-run company". Juga dikenal luas sebagai maskapai yang dijalankan oleh tim manajemen dengan tingkat profesionalitas berkualitas tinggi.

Investigasi atas kecelakaan Lion Air dan Ethiopian Airlines mendapatkan faktor penyebab yang sama yaitu persoalan pada Computer Controlled Stability System yang dikenal sebagai MCAS (Maneuvering Characteristic Augmentation System).

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X