Misteri Polisi Tidur Berbaris-baris di Kompleks Tentara

Kompas.com - 23/11/2020, 10:23 WIB
Prajurit TNI menertibkan spanduk tidak berizin saat patroli keamanan di Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (20/11/2020). Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman, memerintahkan jajarannya untuk mencopot spanduk dan baliho pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPrajurit TNI menertibkan spanduk tidak berizin saat patroli keamanan di Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (20/11/2020). Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman, memerintahkan jajarannya untuk mencopot spanduk dan baliho pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab.

KOMPAS.com - Hai, apa kabarmu? Semoga kabarmu baik karena kondisi kesehatan raga yang terpelihara dan kondisi kesehatan jiwa yang terjaga.

Minggu lalu, saya melakukan perjalanan yang cukup jauh untuk pertama kali sejak pandemi ditetapkan, 15 Maret 2020. Menggunakan jalan darat, saya mengendarai mobil mini saya ke Yogyakarta.

Saya berangkat pukul 05.00 dari Tangerang Selatan dan tiba di Yogyakarta pukul 14.30. Saya lintasi nyaris seluruh perjalanan sepanjang 590 kilometer melalui jalan tol.

Bayar tol pertama di Pondok Aren, mengakhiri perjalanan via tol di Colomadu, Solo, Jawa Tengah.

Perjalanan dari pintu tol ini saya lanjutkan melalui jalan tanpa harus membayar karena jalan tol belum ada. Rencana jalan tol Solo-Yogyakarta sedang dalam pembahasan pembebasan lahannya.

Karena tiba di Solo pukul 12.10, saya memutuskan untuk makan siang sambil beristirahat sejenak melusurkan kaki. Warung sate Mbok Galak di tepi jalan jadi tujuan.

Warung ini jadi tujuan karena ingatan. Februari 2020, sebulan sebelum pandemi, saya mampir juga ke warung ini. Keajaiban saya dapati. Situasi pandemi tidak terasa di warung ini.

Warung ramai. Tidak ada kursi kosong. Beberapa orang yang hendak makan mengantre menunggu giliran dipersilakan.

Protokol kesehatan tampak dipraktikkan meskipun tidak ketat dan tidak ada teguran atas pelanggaran. Masker penutup hidung dan mulut dikenakan para pelayan. Tempat cuci tangan dengan sabun disediakan.

Cepatnya pelayanan atas pesanan saya balas dengan cepatnya makan. Selain karena enak, ramainya warung dan tidak berhentinya orang yang datang membuat rencana ingin beristirahat sejenak saya urungkan. 

Selesai makan, cuci tangan dan mengenakan masker, saya ke meja kasir untuk membayar. Saya menoleh ke belakang, mobil-mobil parkir pararel memenuhi ruas jalan. Beberapa tukang parkir berlarian mencarikan celah parkir kendaraan.

Kabar baik sebenarnya. Ekonomi mulai menggeliat di tengah pembatasan dan keterbatasan karena pandemi.

Kendornya disiplin menerapkan protokol kesehatan oleh beberapa orang semoga ada yang mengingatkan demi kebaikan. Peran "mbok galak" yang menjadi nama warung ini lantaran kerap teriak-teriak kepada para pelayan sepertinya perlu dikembalikan.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Video Viral Dugaan Penyiksaan Anak, KPAI Terima Laporan dan Menelusuri

Video Viral Dugaan Penyiksaan Anak, KPAI Terima Laporan dan Menelusuri

Tren
Kakao M dan Spotify Trending di Twitter, Ini Penyebabnya

Kakao M dan Spotify Trending di Twitter, Ini Penyebabnya

Tren
Inggris Vaksinasi 20 Juta Warganya, Jepang Cabut Status Darurat di 6 Prefektur

Inggris Vaksinasi 20 Juta Warganya, Jepang Cabut Status Darurat di 6 Prefektur

Tren
Hari Ini dalam Sejarah: Rangkaian Kereta Tersapu Longsoran Salju, 96 Tewas

Hari Ini dalam Sejarah: Rangkaian Kereta Tersapu Longsoran Salju, 96 Tewas

Tren
[KLARIFIKASI] Penumpang Keluhkan Ketiadaan Layanan GeNose di Stasiun Kertosono, Nganjuk

[KLARIFIKASI] Penumpang Keluhkan Ketiadaan Layanan GeNose di Stasiun Kertosono, Nganjuk

Tren
Masih Merasakan Anosmia, Kapan Isolasi Boleh Diakhiri?

Masih Merasakan Anosmia, Kapan Isolasi Boleh Diakhiri?

Tren
Update Corona Dunia 1 Maret: Varian Corona Brazil Terdeteksi di Inggris | Thailand Mulai Vaksinasi

Update Corona Dunia 1 Maret: Varian Corona Brazil Terdeteksi di Inggris | Thailand Mulai Vaksinasi

Tren
Trending di Twitter, Ini Daftar Artis Korea yang Dihapus dari Spotify

Trending di Twitter, Ini Daftar Artis Korea yang Dihapus dari Spotify

Tren
Sudahkah Kartu Prakerja Inklusif untuk Semua Orang? Berikut Datanya...

Sudahkah Kartu Prakerja Inklusif untuk Semua Orang? Berikut Datanya...

Tren
WHO Ingatkan Covid-19 Bisa Jadi Endemik, Apa Bedanya dengan Pandemi?

WHO Ingatkan Covid-19 Bisa Jadi Endemik, Apa Bedanya dengan Pandemi?

Tren
Arkeolog Temukan Kereta Kuno Romawi Berusia 2.000 Tahun di Pompeii

Arkeolog Temukan Kereta Kuno Romawi Berusia 2.000 Tahun di Pompeii

Tren
Studi Ini Menunjukkan Fakta Pencemaran Udara di India akibat Plastik

Studi Ini Menunjukkan Fakta Pencemaran Udara di India akibat Plastik

Tren
Ramai Notifikasi 'Kamu Belum Berhasil' di Dashboard www.prakerja.go.id, Ini Kata Pelaksana Program Prakerja

Ramai Notifikasi "Kamu Belum Berhasil" di Dashboard www.prakerja.go.id, Ini Kata Pelaksana Program Prakerja

Tren
3 Cara Klaim Token Listrik Gratis Maret 2021 dari PLN

3 Cara Klaim Token Listrik Gratis Maret 2021 dari PLN

Tren
[HOAKS] Bantuan BPJS Kesehatan Rp 37 Juta, Biaya Administrasi Rp 700.000

[HOAKS] Bantuan BPJS Kesehatan Rp 37 Juta, Biaya Administrasi Rp 700.000

Tren
komentar
Close Ads X