Daftar Tambahan Perjalanan Kereta Api pada Libur dan Cuti Bersama Oktober 2020

Kompas.com - 24/10/2020, 16:31 WIB
Logo baru PT Kereta Api Indonesia (Persero). Dok PT KERETA API INDONESIA (PERSERO) Logo baru PT Kereta Api Indonesia (Persero).
Penulis Mela Arnani
|

KOMPAS.com - Menyambut libur panjang yang akan jatuh pada 27 Oktober-1 November 2020, PT Kereta Api Indonesia (KAI) menambah jumlah perjalanan kereta api jarak jauh (KAJJ).

Kepala Humas PT KAI Daop 1 Jakarta Eva Chairunisa menegaskan, seluruh perjalanan kereta api dioperasikan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Eva menjelaskan, pada periode libur panjang tersebut akan terdapat sampai dengan 27 perjalanan KAJJ per hari yang akan berangkat dari Stasiun Gambir, Stasiun Pasar Senen dan Stasiun Jakarta Kota.

"Penambahan jumlah perjalanan tersebut dilakukan untuk dapat mendukung peningkatan volume penumpang pada moment libur panjang tersebut," kata Eva kepada Kompas.com, Sabtu (24/10/2020).

Baca juga: Penumpang KRL Kini Wajib Pakai Baju Lengan Panjang, Memangnya Efektif?

Data pemesanan tiket per 23 Oktober 2020 menunjukan angka tertinggi untuk keberangkatan terjadi pada 27 Oktober 2020, berjumlah sekitar 5.816 penumpang.

"Data tersebut masih dapat berubah mengingat masih mungkin ada tambahan penumpang yang melakukan reservasi ataupun membeli tiket go show tiga jam sebelum keberangkatan untuk tanggal 27 Oktober-1 November 2020," ujar Eva.

Eva menambahkan, jumlah rata-rata penumpang per hari pada libur panjang bertambah hampir dua kali lipat dibandingkan akhir pekan pada16 Oktober 2020, yakni sebesar 2.876 penumpang dengan total KA yang dioperasikan sebanyak 18 KA untuk keberangkatan dari wilayah PT KAI Daop 1 Jakarta.

Baca juga: Memahami PCR dan Rapid Test pada Hasil Lab Covid-19, Seperti Apa?

Persyaratan

Penerapan protokol kesehatan dalam perjalanan kereta api (Dok. PT KAI) Penerapan protokol kesehatan dalam perjalanan kereta api

Meski perjalanan KA ditambah sampai dengan 27 KA per hari dan volume penumpang KA meningkat, lanjut Eva, tetap akan dilakukan pembatasan okupansi penumpang maksimal sebanyak 70 persen dari kondisi normal.

"Calon penumpang juga harus memenuhi persyaratan lainnya sebelum melakukan perjalanan KA," tuturnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X