Mengapa Aksi Demonstrasi di Indonesia Identik dengan Bakar-bakar di Tengah Jalan?

Kompas.com - 14/10/2020, 12:40 WIB
Massa pengunjuk rasa membakar ban di depan kantor DPRD Banyuwangi, Jawa Timur, Senin (12/10/2020). Aksi yang diikuti ribuan mahasiswa dan perwakilan buruh itu menuntut dibatalkannya UU Cipta Kerja (Omnibus Law) yang dianggap tidak berpihak pada pekerja dan hanya menguntungkan pengusaha. ANTARA FOTO/BUDI CANDRA SETYAMassa pengunjuk rasa membakar ban di depan kantor DPRD Banyuwangi, Jawa Timur, Senin (12/10/2020). Aksi yang diikuti ribuan mahasiswa dan perwakilan buruh itu menuntut dibatalkannya UU Cipta Kerja (Omnibus Law) yang dianggap tidak berpihak pada pekerja dan hanya menguntungkan pengusaha.

KOMPAS.com - Pengesahan omnibus law UU Cipta Kerja berbuntut panjang. Sejumlah elemen mulai dari buruh hingga mahasiswa di sejumlah daerah turun ke jalan menentang pengesahan tersebut.

Mereka menilai UU Cipta Kerja tersebut bakal merugikan buruh dan pekerja.

Aksi unjuk rasa menyampaikan pendapat yang awalnya berjalan tertib, lantas berubah menjadi ricuh. Hal itu terjadi di sejumlah daerah. 

Aksi membakar ban, lempar batu, hingga tembakan gas air mata untuk membubarkan massa pun terlihat di sejumlah daerah.

Baca juga: Aksi Demo Penolakan Omnibus Law UU Cipta Kerja di 9 Daerah Berlangsung Ricuh, Mana Saja?

Muncul pertanyaan, mengapa aksi demontrasi di Indonesia selalu identik dengan aksi bakar membakar?

Simbol tertentu

Sosiolog Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Drajat Tri Kartono mengatakan, aksi membakar barang seperti ban bekas atau barang lainnya adalah suatu simbol tertentu.

Simbol tersebut ditujukan kepada semua publik dan pihak yang didemo bahwa permasalahan yang disuarakan sudah membara.

"Bakar-bakaran dalam demo itu merupakan sebuah simbol yang ditunjukkan ke publik dan semua orang bahwa masalah itu sudah membara," kata Drajat saat dihubungi Kompas.com, Rabu (14/10/2020).

Baca juga: Viral, Unggahan Kemenkominfo Akan Blokir Medsos Usai Terjadinya Demo Omnibus Law UU Cipta Kerja, Benarkah?

Bentuk perlawanan

Beberapa orang membakar berbagai barang di Kwitang, Jakarta, Selasa (13/10/2020) petang.Kompas TV Beberapa orang membakar berbagai barang di Kwitang, Jakarta, Selasa (13/10/2020) petang.

Atau dengan kata lain, lanjutnya, masalah itu sudah besar dan menyala atau membara seperti api yang dibakar tadi.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X