[POPULER TREN] Kelebihan dan Kekurangan UU Cipta Kerja | Pengobatan Covid-19 Donald Trump dari Jaringan Janin?

Kompas.com - 11/10/2020, 05:52 WIB
Berita populer di laman Tren dari Sabtu (10/10/2020) hingga Minggu (11/10/2020) pagi. Kompas.comBerita populer di laman Tren dari Sabtu (10/10/2020) hingga Minggu (11/10/2020) pagi.

KOMPAS.com - Sejumlah pemberitaan menghiasi laman Tren sepanjang Sabtu (10/10/2020).

Dua tema perihal omnibus law UU Cipta Kerja dan update perihal virus corona masih mendominasi perhatian pembaca.

Pengesahan UU Cipta Kerja yang diklaim untuk kemudahan investasi tersebut langsung disambut dengan aksi demo di sejumlah daerah.

Selain itu, beragam promo 10.10 dalam rangka hari belanja nasional (Harbolnas) juga menyedot perhatian publik.

Berikut berita populer Tren sejak Sabtu (10/10/2020) hingga Minggu (11/10/2020) pagi:

1. Kelebihan dan kekurangan UU Cipta Kerja

Pengesahan omnibus law UU Cipta Kerja pada 5 Oktober 2020 langsung disambut dengan aksi demonstrasi di sejumlah daerah.

Konsep omnibus law sebenarnya bukan hal baru di negara lain, salah satunya di Amerika Serikat.

Omnibus law berasal dari bahasa Latin, yaitu omnis yang berarti banyak.

Omnibus law sering diartikan sebagai UU sapu jagat.

Lantas apa saja kelebihan dan kekurangan UU tersebut?

Informasi selengkapnya simak berita berikut:

Kelebihan dan Kekurangan UU Cipta Kerja dari Kacamata Pengamat Publik

2. Sisa virus corona masih bisa terdeteksi alat tes PCR dalam waktu yang lama

Ilustrasi virus corona menginfeksi tubuh menyebabkan Covid-19. Pada sebagian orang Covid-19 dapat mematikan, studi mengungkap virus SARS-CoV-2 dapat memengaruhi protein interferon tipe I (IFN) dalam melawan virus dan membuat sistem kekebalan berbalik melawan dirinya sendiri.SHUTTERSTOCK/creativeneko Ilustrasi virus corona menginfeksi tubuh menyebabkan Covid-19. Pada sebagian orang Covid-19 dapat mematikan, studi mengungkap virus SARS-CoV-2 dapat memengaruhi protein interferon tipe I (IFN) dalam melawan virus dan membuat sistem kekebalan berbalik melawan dirinya sendiri.

Tes Polymerase Chain Reaction (PCR) disebutkan masih menjadi tes Covid-19 yang efektif untuk saat ini.

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X