Kompas.com - 09/10/2020, 16:15 WIB
Raja Belanda Willem Alexander menyerahkan   sebilah keris milik Pahlawan Nasional Pangeran Diponegoro kepada Presiden Joko Widodo.   Keris itu diserahkan secara simbolis saat pertemuan Raja Willem dan Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat,  Selasa (10/3/2020). Biro Pers Sekretariat PresidenRaja Belanda Willem Alexander menyerahkan sebilah keris milik Pahlawan Nasional Pangeran Diponegoro kepada Presiden Joko Widodo. Keris itu diserahkan secara simbolis saat pertemuan Raja Willem dan Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (10/3/2020).

KOMPAS.com - Indonesia pernah dijajah oleh Belanda selama bertahun-tahun. Sebagian ada yang menyebut lama waktunya mencapai 350 tahun.

Namun sebagian sejarawan berpendapat tidak sampai 3,5 abad Belanda menjajah Indonesia. 

Tetapi yang pasti, dari penjajahan itu banyak kekayaan Indonesia yang dirampas dan dibawa ke Eropa. 

Di antara rampasan-rampasan itu ada sejumlah benda atau dokumen bersejarah yang saat ini masih tersimpan di museum-museum di negeri Belanda

Misalnya keris-keris kuno dan patung-patung arca.

100.000 benda bersejarah

Melansir The Guardian, museum-museum di Belanda tersebut berencana mengembalikan kurang lebih 100.000 benda bersejarah yang disebut sebagai hasil jarahan kolonial.

Pengembalian benda bersejarah milik Indonesia itu disebut "demi perbaikan keadilan sejarah".

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Upaya ini muncul setelah adanya usulan untuk mengakui dan memperbaiki ketidakadilan sejarah secara besar-besaran.

Di antara 100.000 benda yang akan dipulangkan, sebagian adalah milik Indonesia.

Baca juga: Sejarah Masuknya Kopi di Indonesia, Belanda Bawa Benih Arabika ke Jawa

Direktur Rijksmuseum dan Tropenmuseum di Amsterdam mengatakan mereka mendukung upaya pengembalian benda-benda bersejarah tersebut.

Salah satu benda tersebut adalah sebuah berlian 70 karat milik Sultan Banjarmasin yang pada saat itu wilayahnya termasuk dalam wilayah jajahan Belanda di abad ke-19.

Kini benda berharga itu masih disimpan di Rijkmuseum.

"Jika itu bukan milikmu, kamu harus mengembalikannya," kata penulis laporan badan penasihat pemerintah, Lilian Gonçalves-Ho Kang You.

Identifikasi asal-usul

Di sisi lain, Direktur Rijkmuseum, Taco Dibbits mengatakan pihaknya sudah bekerjasama untuk mengidentifikasi asal-usul benda-benda koleksinya untuk dikembalikan kepada pemilik aslinya.

“Ini adalah masalah penting yang semakin mendapat perhatian, termasuk perhatian internasional dalam beberapa dekade terakhir. Itulah mengapa ada baiknya dibuat kebijakan nasional untuk ini (memulangkan benda sejarah ke negara pemilik)," kata Dibbits.

Dalam mengidentifikasi benda-benda koleksi tersebut, pihak museum bekerja sama dengan negara-negara lain atau negara asal benda koleksi tersebut, melalui dialog konstruktif.

"Untuk Rijksmuseum, kami akan terus meneliti asal-usul koleksi kami yang datang dari negara bekas jajahan dan mengintensifkan kerjasama internasional," kata dia.

Baca juga: Sejarah Kuliner Indonesia Jadi Populer di Belanda, gara-gara Koran?

Pengunjung beragam usia menikmati karya seni di Rijksmuseum, museum yang didedikasikan untuk seni dan sejarah di Amsterdam, (10/5/2017).SHUTTERSTOCK/VILLOREJO Pengunjung beragam usia menikmati karya seni di Rijksmuseum, museum yang didedikasikan untuk seni dan sejarah di Amsterdam, (10/5/2017).

Sementara itu, Direktur Tropenmuseum, Stijn Schoonderwoerd menyebut niatan ini sebagai sebuah langkah maju yang signifikan.

Ia bahkan berharap niat ini segera bisa diwujudkan dalam bentuk kebijakan yang akan dieksekusi dalam jangka pendek.

“Dengan begini, Belanda bertanggung jawab dengan mengakui ketidakadilan (sejarah) dan memungkinkan untuk mengembalikannya,” ujar Schoonderwoerd.

Keris Pangeran Diponegoro

Menteri Pendidikan, Kebudayaan dan Ilmu Pengetahuan Belanda, Ingrid van Engelshoven (kiri); Duta Besar RI untuk Belanda, I Gusti Agung Wesaka Puja (tengah) dan Direktur Nationaal Museum van Wereldculturen, Stijn Schoonderwoerd (kanan) saat penyerahan keris Pangeran Diponegoro.Dok. KBRI Menteri Pendidikan, Kebudayaan dan Ilmu Pengetahuan Belanda, Ingrid van Engelshoven (kiri); Duta Besar RI untuk Belanda, I Gusti Agung Wesaka Puja (tengah) dan Direktur Nationaal Museum van Wereldculturen, Stijn Schoonderwoerd (kanan) saat penyerahan keris Pangeran Diponegoro.

Belum ada tanggapan resmi dari pihak pemerintah Belanda, namun tindak pemulangan benda bersejarah sudah pernah dilakukan Belanda sebelumnya kepada Indonesia.

Benda yang dikembalikan Maret lalu adalah sebuah keris bertahtakan emas milik Pangeran Diponegoro.

Diponegoro dianggap sebagai seorang pemberontak dari Indonesia yang melawan Belanda di tahun 1825-1830.

Benda itu dikembalikan ke Jakarta setelah 45 tahun Belanda berjanji akan mengembalikannya.

Pemerintah Belanda pada tahun 1975 sebelumnya pernah menjanjikan akan mengembalikan keris milik Pangeran Diponegoro, yang sebelumnya mereka bawa agar harta budaya Indonesia itu hilang.

Baca juga: Selain Keris, Ini Dua Pusaka Pangeran Diponegoro yang Dikembalikan Belanda ke Indonesia

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Video Pilihan

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.