Kompas.com - 19/09/2020, 15:25 WIB
Banyak pekerja yang di-PHK berusaha mendaftarkan diri untuk mendapat bantuan lewat skema Kartu Prakerja ADITYA PRADANA PUTRA/AntaraBanyak pekerja yang di-PHK berusaha mendaftarkan diri untuk mendapat bantuan lewat skema Kartu Prakerja

KOMPAS.com - Sejak gelombang pertama hingga gelombang keempat, sudah ada sekitar 180.000 orang atau 3,8 persen status kepesertaan penerima Kartu Prakerja yang dicabut.

Diberitakan Kompas.com, Jumat (18/9/2020), hal tersebut disampaikan Head of Communications Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja Louisa Tuhatu.

Dia menjelaskan, pencabutan status kepesertaan disebabkan karena penerima Kartu Prakerja belum memanfaatkannya untuk membeli pelatihan pertama dalam jangka waktu 30 hari.

Louisa menyebut, ketentuan tersebut sesuai dengan Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 11 Tahun 2020.

Selain pencabutan status kepesertaan, penerima yang telah dicabut statusnya juga tidak dapat mengikuti kembali program Kartu Prakerja alias di-blacklist.

Baca juga: Lolos Gelombang 8? Simak Ketentuan Ini agar Kartu Prakerja Tidak Dicabut

Lantas, bagaimana dengan kuota 180.000 peserta tersebut?

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dihubungi Kompas.com, Sabtu (19/9/2020), Louisa mengatakan sampai saat ini belum ada keputusan tentang kuota dari penerima yang dicabut status kepesertaannya.

Ia belum bisa memastikan 180.000 itu akan menjadi kuota baru untuk gelombang baru Kartu Prakerja atau hangus begitu saja.

Dia menambahkan, keputusan mengenai hal tersebut masih dalam pembahasan Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja.

"Saat ini kami masih melakukan konsolidasi data. Fokus kami adalah mendorong para penerima Kartu Prakerja untuk memilih pelatihan pertamanya dan memanfaatkan dana pelatihan yang diterimanya," kata Louisa.

Halaman:

Sumber Kompas.com
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.