Trending di Twitter, Berikut Sejarah Keris

Kompas.com - 04/08/2020, 17:58 WIB
Sejumlah koleksi keris di Museum Ganesya, Kota Malang, Selasa (14/1/2020) KOMPAS.com/ANDI HARTIKSejumlah koleksi keris di Museum Ganesya, Kota Malang, Selasa (14/1/2020)
Penulis Jihad Akbar
|

KOMPAS.com - Tagar SaveKeris menjadi salah satu trending topic di media sosial Twitter, Selasa (4/8/2020).

Sejumlah pengguna Twitter memperbincangkan video unggahan akun @blantik_pedhet yang menampilkan beberapa pria memotong keris.

Video tersebut diunggah Senin (3/8/2020).

Hingga Selasa (4/8/2020) pukul 16.20 WIB, video tersebut ditonton sekitar 77 ribu pengguna Twitter.

Lantas, bagaimanakah sejarah keris?

Asal-usul keris hingga saat ini masih menjadi perdebatan. Sebagaimana diberitakan Kompas.com (11/8/2015), sebagian menyebutnya berasal dari Jawa, misalnya Bambang Harsrinuksmo dalam Ensiklopedi Keris (2004).

Namun, sebagian menyebutnya berasal dari budaya Melayu, seperti Sir Thomas Raffles dalam The History of Java (1817). Yang jelas, UNESCO telah menyebut keris sebagai a distinctive, asymmetrical dagger from Indonesia.

Teka-teki kapan munculnya keris pernah diberitakan Harian Kompas pada 8 November 1982. Pimpinan Museum Sonobudoyo Yogyakarta Djoko Soekiman menyebut, pada relief candi Borobudur dan candi Prambanan, tidak tampak adanya senjata keris.

Di relief kedua candi itu senjata yang terlihat adalah pedang.

Djoko menilai hal tersebut turut membuktikan ketika masa pembangunan candi Borobudur dan candi Prambanan senjata keris belum ada.

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X